Definisi/Pengertian Administrasi
Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu “Ad” dan “ministrate” yang artinya pemberian jasa atau bantuan, yang dalam bahasa Inggris disebut “Administration” artinya “To Serve”, yaitu melayani dengan sebaik-baiknya.
Pengertian administrasi dapat dibedakan menjadi 2 pengertian yaitu :
1. Administrasi dalam arti sempit. Menurut Soewarno Handayaningrat mengatakan “Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan”(1988:2). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.
2. Administrasi dalam arti luas. Menurut The Liang Gie mengatakan “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”(1980:9). Administrasi secara luas dapat disimpulkan pada dasarnya semua mengandung unsur pokok yang sama yaitu adanya kegiatan tertentu, adanya manusia yang melakukan kerjasama serta mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pendapat lain mengenai administrasi dikemukan oleh Sondang P. Siagian mengemukakan “Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya” (1994:3). Berdasarkan uraian dan definisi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa administrasi adalah seluruh kegiatan yang dilakukan melalui kerjasama dalam suatu organisasi berdasarkan rencana yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan.
Selasa, 13 Desember 2011
Jumat, 20 Mei 2011
profil kabupaten hulu sungai utara
Hulu Sungai Utara di kenal sebagai salah satu kawasan daerah yang tertinggal dimana 80% luas wilayah nya berupa Rawa, sehingga dianggap tidak Produktif di sisi lain pertumbuhan penduduk lamban, pendapatan asli daerah (PAD) minim, apalagi setelah adanya pemekaran wilayah, kabupaten hulu sungai utara menjadi dua yakni kabupaten hulu sungai utara dan kabupaten balangan.
Seandainya anda adalah seorang pengambil keputusan maka kemukakan upaya-upaya yang menurut anda dapat di kembangkan guna mewujudkan kabupaten hulu sungai utara yang lebih baik dengan berpijak pada karakteristik/ profol wilayah kabupaten hulu sugai utara.
Sebelum menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang profil kabupaten hulu sungai utara .
Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.
Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak di tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.
Data penggunaan tanah pada tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu:
* Kampung seluas 4.283 ha
* Sawah seluas 23.853 ha
* Kebun campuran 1.859 ha
* Hutan rawa 29.711 ha
* Rumput rawa 22.768 ha
* Danau seluas 1.800 ha
* Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha
Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Lain-lain
Di kabupaten ini terkenal dengan dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.
Sebagaimana kita maklumi bersama keadaan Geografis daerah hampir 80% merupakan daerah rawa,dengan wilayah terbanyak berada di kecamatan Danau Panggang, Babirik, dan Paminggir.Yang di tinjau dari segi pemanfaatannya hanya di pergunakan sebagian kecil oleh masyarakat untuk perikanan dan pertanian serta sebagian besar lagi belum dikelola dengan baik.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara sangat menuntut pemikiran kita bersama untuk memberikan solusi kepada pemerintah daerah yang di harapkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola segala potensi daerah khususnya pemanfaatan daerah rawa yang belum potensial menjadi daerah rawa yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Adapun batas-batas wilayah kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebelah Utara berbatasan dengan propinsi Kalimantan Tengah dan kabupaten Tabalong; sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Hulu Sungai Selatan dan kabupaten Hulu Sungai Tengah; sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten Balangan; dan sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Barito Selatan propinsi Kalimantan Tengah.
Dari total luas wilayah yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km persegi adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Dengan memberdayakan semaksimal mungkin semua potensi yang ada pada hamparan rawa yang menyatu dengan kawasan rawa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian HSU. Karena hamparan rawa yang cukup luas atau sejauh mata memandang itu bukan cuma saja potensial dengan sumber daya hayati perikanan, tapi juga berpotensi untuk multi agri bisnis, seperti pengembangan peternakan unggas jenis Itik Alabio dan kerbau.
Selain itu, usaha pertanian tanaman pangan, seperti bercocok tanam padi, terlebih dengan keberadaan Polder Alabio dan dapat berfungsi baik, maka tata air rawa sekitar kawasan tersebut bisa diatur.
dari total luas lahan yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara sebagian besar adalah merupakan hutan rawa dan sebagian besar lainnya merupakan lahan sawah. Hal ini menunjukkan bahwa kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan daerah agraris.
Jadi lahan rawa dapat kita gunakan sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat ditengah sulitnya mencari pekerjaan,pemerintah harus sangat memerhatikan dan menggunakannya dengan tepat sasaran sehingga lahan rawa tersebut di gunakan masyarakat dengan terkoordinir sehingga berjalan dgn baik.
Seandainya anda adalah seorang pengambil keputusan maka kemukakan upaya-upaya yang menurut anda dapat di kembangkan guna mewujudkan kabupaten hulu sungai utara yang lebih baik dengan berpijak pada karakteristik/ profol wilayah kabupaten hulu sugai utara.
Sebelum menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang profil kabupaten hulu sungai utara .
Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.
Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak di tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.
Data penggunaan tanah pada tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu:
* Kampung seluas 4.283 ha
* Sawah seluas 23.853 ha
* Kebun campuran 1.859 ha
* Hutan rawa 29.711 ha
* Rumput rawa 22.768 ha
* Danau seluas 1.800 ha
* Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha
Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Lain-lain
Di kabupaten ini terkenal dengan dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.
Sebagaimana kita maklumi bersama keadaan Geografis daerah hampir 80% merupakan daerah rawa,dengan wilayah terbanyak berada di kecamatan Danau Panggang, Babirik, dan Paminggir.Yang di tinjau dari segi pemanfaatannya hanya di pergunakan sebagian kecil oleh masyarakat untuk perikanan dan pertanian serta sebagian besar lagi belum dikelola dengan baik.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara sangat menuntut pemikiran kita bersama untuk memberikan solusi kepada pemerintah daerah yang di harapkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola segala potensi daerah khususnya pemanfaatan daerah rawa yang belum potensial menjadi daerah rawa yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Adapun batas-batas wilayah kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebelah Utara berbatasan dengan propinsi Kalimantan Tengah dan kabupaten Tabalong; sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Hulu Sungai Selatan dan kabupaten Hulu Sungai Tengah; sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten Balangan; dan sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Barito Selatan propinsi Kalimantan Tengah.
Dari total luas wilayah yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km persegi adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Dengan memberdayakan semaksimal mungkin semua potensi yang ada pada hamparan rawa yang menyatu dengan kawasan rawa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian HSU. Karena hamparan rawa yang cukup luas atau sejauh mata memandang itu bukan cuma saja potensial dengan sumber daya hayati perikanan, tapi juga berpotensi untuk multi agri bisnis, seperti pengembangan peternakan unggas jenis Itik Alabio dan kerbau.
Selain itu, usaha pertanian tanaman pangan, seperti bercocok tanam padi, terlebih dengan keberadaan Polder Alabio dan dapat berfungsi baik, maka tata air rawa sekitar kawasan tersebut bisa diatur.
dari total luas lahan yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara sebagian besar adalah merupakan hutan rawa dan sebagian besar lainnya merupakan lahan sawah. Hal ini menunjukkan bahwa kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan daerah agraris.
Jadi lahan rawa dapat kita gunakan sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat ditengah sulitnya mencari pekerjaan,pemerintah harus sangat memerhatikan dan menggunakannya dengan tepat sasaran sehingga lahan rawa tersebut di gunakan masyarakat dengan terkoordinir sehingga berjalan dgn baik.
Selasa, 14 Desember 2010
konspirasi > Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia
konspirasi > Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia
Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia
Indoleaks, wikileaks ala Indonesia. Kalau di USA kita mengenal Wikileaks yang mengegerkan banyak negara karena membocorkan rahasia negeri Paman Sam, kini di Indonesia ada situs yang mencoba meniru ketenaran Wikileaks tersebut, yaitu Indoleaks. Indoleaks mencoba memanfaatkan celah UU ITE, sehingga mereka berani membocorkan beberapa rahasia Negara Indonesia. Itulah Indoleaks, Wikileaks Ala Indonesia.
Dengan mengusung Jorgan "Sebab Informasi Adalah Hak Asasi" Indoleaks telah mempublisasikan beberapa artikel tentang rahasia-rahasia negara Indonesia, sama seperti yang dilakukan Wikileaks.
Beberapa artikel tentang Rahasia Indonesia yang telah dipublish oleh Indoleaks adalah :
* Transkrip pembicaraan Soeharto - Gerald Ford
* Hasil Visum Korban G30S
* Hasil Audit BPK tentang Lumpur Lapindo
* Causation Factors for the Banjar Panji No. 1 Blowout - Neil Adams (tentang Lumpur Lapindo bukanlah bencana alam)
* dan sebagainya.
Kontroversi seputar Indoleaks terus bergulir, karena sebagian orang mencoba menjerat Indoleaks dengan UU ITE. Tetapi sangat sulit dilakukan karena Indoleaks masih bermain dengan cara mempublish dokumen secara seutuhnya alias tidak mengubah isi dokumen tersebut. Sementara UU ITE hanya berlaku bagi mereka yang mengubah, mengurangi, atau menambahkan isi dokumen.
Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan selanjutnya tentang Indoleaks ini. Apakah akan di shut down seperti yang menimpa Wikileaks, ataukah masih akan tetap eksis seperti sekarang yang masih terus mempublikasikan berbagai dokumen rahasia Indonesia. Itulah Indoleaks, wikileaks ala Indonesia.
Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia
Indoleaks, wikileaks ala Indonesia. Kalau di USA kita mengenal Wikileaks yang mengegerkan banyak negara karena membocorkan rahasia negeri Paman Sam, kini di Indonesia ada situs yang mencoba meniru ketenaran Wikileaks tersebut, yaitu Indoleaks. Indoleaks mencoba memanfaatkan celah UU ITE, sehingga mereka berani membocorkan beberapa rahasia Negara Indonesia. Itulah Indoleaks, Wikileaks Ala Indonesia.
Dengan mengusung Jorgan "Sebab Informasi Adalah Hak Asasi" Indoleaks telah mempublisasikan beberapa artikel tentang rahasia-rahasia negara Indonesia, sama seperti yang dilakukan Wikileaks.
Beberapa artikel tentang Rahasia Indonesia yang telah dipublish oleh Indoleaks adalah :
* Transkrip pembicaraan Soeharto - Gerald Ford
* Hasil Visum Korban G30S
* Hasil Audit BPK tentang Lumpur Lapindo
* Causation Factors for the Banjar Panji No. 1 Blowout - Neil Adams (tentang Lumpur Lapindo bukanlah bencana alam)
* dan sebagainya.
Kontroversi seputar Indoleaks terus bergulir, karena sebagian orang mencoba menjerat Indoleaks dengan UU ITE. Tetapi sangat sulit dilakukan karena Indoleaks masih bermain dengan cara mempublish dokumen secara seutuhnya alias tidak mengubah isi dokumen tersebut. Sementara UU ITE hanya berlaku bagi mereka yang mengubah, mengurangi, atau menambahkan isi dokumen.
Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan selanjutnya tentang Indoleaks ini. Apakah akan di shut down seperti yang menimpa Wikileaks, ataukah masih akan tetap eksis seperti sekarang yang masih terus mempublikasikan berbagai dokumen rahasia Indonesia. Itulah Indoleaks, wikileaks ala Indonesia.
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
December 5, 2010 – 6:26 pm
di penghujung 2010, wikilik bikin heboh dunia dengan membocorkan data-data sensifitif yg bukan hanya mengguncang amrik tapi juga seluruh negara.
percakapan dan issue yang sifatnya confidential membuat banyak pihak panas dingin, ini seperti kasus ariel-luna, hanya saja dalam skala dunia, skala worldwide dan melibatkan banyak politikus dari semua negara
bagaikan gunung es, pelan-pelan semakin banyak info yang akan di bocorkan
so apakah nantinya semua ini akan menuju perang dunia III ?
atau mungkin perang saudara di negara masing-masing
atau kerusuhan di negara negara
semoga saja tidak terjadi
yang jelas saat ini banyak orang panas dingin
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
Info yg dicari : wikilik, berita terbaru wikileaks, kasus wikilik, wiekilik, wilkilik, indowikilik, indo wikilik, beita wikilik, wikillik, berita tentang wikilik,
December 5, 2010 – 6:26 pm
di penghujung 2010, wikilik bikin heboh dunia dengan membocorkan data-data sensifitif yg bukan hanya mengguncang amrik tapi juga seluruh negara.
percakapan dan issue yang sifatnya confidential membuat banyak pihak panas dingin, ini seperti kasus ariel-luna, hanya saja dalam skala dunia, skala worldwide dan melibatkan banyak politikus dari semua negara
bagaikan gunung es, pelan-pelan semakin banyak info yang akan di bocorkan
so apakah nantinya semua ini akan menuju perang dunia III ?
atau mungkin perang saudara di negara masing-masing
atau kerusuhan di negara negara
semoga saja tidak terjadi
yang jelas saat ini banyak orang panas dingin
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
Info yg dicari : wikilik, berita terbaru wikileaks, kasus wikilik, wiekilik, wilkilik, indowikilik, indo wikilik, beita wikilik, wikillik, berita tentang wikilik,
WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA
WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA
Kalau saat ini terjadi kemacetan komunikasi politik, persaingan yang mengeras antar elit ataupun semakin meningkatnya kekerasan dan ketidakpercayaan di masyarakat terhadap pemimpinnya. Ini dikarenakan runtuhnya nilai moral dalam perpolitikan di Indonesia. Dmana para pemangku kebijakan di Negara ini menyibukkan diri dengan urusan dan masalah yang bukan masalah prioritas di negara ini dan terjadinya persaingan elit di tingkat pusat maupun di tingkat lokal. Hanya saja, bagi Rakyat Indonesia Reformasi yang sudah berjalan 12 Tahun terakhir ini telah memaparkan kekontrasan yang terjadi secara kasatmata. Dahulunya tak ada demonstrasi, sekarang hampir setiap hari orang berunjuk rasa, bahkan disertai tindakan yang cenderung anarkis seperti membakar dan merusak. Demonstrasi dalam Demokrasi sah-sah saja, namun harus beretika. Dulu mencari makan tak sesusah sekarang, dulu politisi kompak tak suka saling caci, tapi sekarang saling caci, saling tuding dan saling hujat.
Orde Baru tumbang kepemimpinan negeri ini dijalankan oleh BJ. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika kepemimpinan Soeharto tumbang, begitu tinggi harapan masyarakat bahwa akan terjadi perubahan sosial yang berpihak kepada rakyat. Sekarang, selaras dengan itu, kekecewaan rakyat juga begitu dalam saat melihat harapan mereka semakin jauh dari kenyataan.
Jangan-jangan kultur kita memang belum siap untuk melakukan perubahan sekaligus yang siap kita ubah hanyalah pada tataran kebijakan atau kelembagaan, sehingga kita tergoda oleh resep-resep jangka pendek. Kita terlalu terburu-buru untuk menawarkan alternatif tanpa melihat akar persoalan secara lebih mendalam. Dengan kata lain kita terjebak dengan pola pola tambal sulam.
Muncullah pernyataan dari kita semua yang menghunjam, bahwa apa yang terjadi saat ini di Indonesia bukanlah reformasi, tetapi demokrasi liberal yang jelas-jelas tidak bisa mensejahterakan rakyat. Perlu diingat, suatu negara tak akan bisa berdemokrasi apabila rakyatnya lapar, karena yang akan terjadi adalah anarki. Apakah ini berarti Indonesia kembali membutuhkan sebuah pemerintahan yang otoriter? Bangsa Indonesia akan berhenti menjadi bangsa jika di pimpin oleh cara otoriter.
Demokrasi sangat penting bagi Negeri ini,Demokrastisasi memang telah membuka ruang publik yang begitu lebar sehingga mempertontonkan persaingan dan peseteruan di tataran lokal maupun nasional secara gamblang. Namun, itu haruslah diterima sebagai bagian dari proses pembelajaran
Kalau saat ini terjadi kemacetan komunikasi politik, persaingan yang mengeras antar elit ataupun semakin meningkatnya kekerasan dan ketidakpercayaan di masyarakat terhadap pemimpinnya. Ini dikarenakan runtuhnya nilai moral dalam perpolitikan di Indonesia. Dmana para pemangku kebijakan di Negara ini menyibukkan diri dengan urusan dan masalah yang bukan masalah prioritas di negara ini dan terjadinya persaingan elit di tingkat pusat maupun di tingkat lokal. Hanya saja, bagi Rakyat Indonesia Reformasi yang sudah berjalan 12 Tahun terakhir ini telah memaparkan kekontrasan yang terjadi secara kasatmata. Dahulunya tak ada demonstrasi, sekarang hampir setiap hari orang berunjuk rasa, bahkan disertai tindakan yang cenderung anarkis seperti membakar dan merusak. Demonstrasi dalam Demokrasi sah-sah saja, namun harus beretika. Dulu mencari makan tak sesusah sekarang, dulu politisi kompak tak suka saling caci, tapi sekarang saling caci, saling tuding dan saling hujat.
Orde Baru tumbang kepemimpinan negeri ini dijalankan oleh BJ. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika kepemimpinan Soeharto tumbang, begitu tinggi harapan masyarakat bahwa akan terjadi perubahan sosial yang berpihak kepada rakyat. Sekarang, selaras dengan itu, kekecewaan rakyat juga begitu dalam saat melihat harapan mereka semakin jauh dari kenyataan.
Jangan-jangan kultur kita memang belum siap untuk melakukan perubahan sekaligus yang siap kita ubah hanyalah pada tataran kebijakan atau kelembagaan, sehingga kita tergoda oleh resep-resep jangka pendek. Kita terlalu terburu-buru untuk menawarkan alternatif tanpa melihat akar persoalan secara lebih mendalam. Dengan kata lain kita terjebak dengan pola pola tambal sulam.
Muncullah pernyataan dari kita semua yang menghunjam, bahwa apa yang terjadi saat ini di Indonesia bukanlah reformasi, tetapi demokrasi liberal yang jelas-jelas tidak bisa mensejahterakan rakyat. Perlu diingat, suatu negara tak akan bisa berdemokrasi apabila rakyatnya lapar, karena yang akan terjadi adalah anarki. Apakah ini berarti Indonesia kembali membutuhkan sebuah pemerintahan yang otoriter? Bangsa Indonesia akan berhenti menjadi bangsa jika di pimpin oleh cara otoriter.
Demokrasi sangat penting bagi Negeri ini,Demokrastisasi memang telah membuka ruang publik yang begitu lebar sehingga mempertontonkan persaingan dan peseteruan di tataran lokal maupun nasional secara gamblang. Namun, itu haruslah diterima sebagai bagian dari proses pembelajaran
Jumat, 05 November 2010
aku terjatuh
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu
Ku sadar dirimu tak pernah dalam jiwa
Ku bosan menunggu dirimu yang tak bisa
[*]
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu (dipelukanmu)
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu
[**]
Sudah ku bilang hapus airmata
Cinta ku hilang meninggalkanmu
Kamu tlah berbeda setengah gila
Hidupku terasa terasa mimpi
Sudah ku bilang hapus airmata
Cinta ku hilang meninggalkanmu
Kamu tlah berbeda setengah gila
Hidupku terasa terasa hampa
Back to [*]
Back to [**] 2x
Aku terjatuh lagi di pelukanmu
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu
Ku sadar dirimu tak pernah dalam jiwa
Ku bosan menunggu dirimu yang tak bisa
[*]
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu (dipelukanmu)
Aku terjatuh
Aku terjatuh lagi di pelukanmu
[**]
Sudah ku bilang hapus airmata
Cinta ku hilang meninggalkanmu
Kamu tlah berbeda setengah gila
Hidupku terasa terasa mimpi
Sudah ku bilang hapus airmata
Cinta ku hilang meninggalkanmu
Kamu tlah berbeda setengah gila
Hidupku terasa terasa hampa
Back to [*]
Back to [**] 2x
Senin, 25 Oktober 2010
cerita anak perawan
Suara dobarakan pintu itu membuyarkan lamunanku. Kontan saja aku berlari dan dengan sesegera membukakannya (takut dimarahi ibu kost kalo' sampai pintu itu rusak). Dan dengan sangat terheran-heran, aku lihat seorang cewek yang bermata sembab dan sayu, wajah pucat pasi, rambut tidak beraturan sedang berdiri di depanku. Perlu waktu beberapa menit untuk aku mengenali cewek itu. Dan ternyata... dia teman sekamarku (dulu).
Tanpa menunggu aba-aba dariku, dia langsung mendekapku dan menangis sekeras-kerasnya... kemudian badannya lemas, dan dia pingsan dalam pelukanku. Itu bener-bener malam yang mencekam buatku. Aku tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba seorang sahabatku terkulai lemah tak berdaya di ranjangku. Sembari menunggu dia sadar, aku bertanya-tanya dalam hatiku: Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?
Ketika aku sudah mulai loyo juga, dan sesaat aku sempet tertidur juga di kursi samping ranjang, tiba-tiba dia sadar. Saat sadar pun, dia langsung menangis kembali. Tapi sebelum tetangga satu erte datang semua, aku mengultimatum dia: Kamu boleh nangis... tapi jangan kenceng-kenceng, ini sudah malam. Dan entah apa yang terjadi, dia diam dan mulai bercerita denganku.
Dia punya temen sekolah (satu kelas) yang menurutnya sangat ganteng dan baik kepadanya (cowok). Cowok itu sering mengajaknya bercanda dan menjadi pendengar yang setia untuk setiap masalah dan keluhannya. Tapi entah mengapa, setiap kali ada orang yang tahu ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja cowok itu pergi. Dan di depan semua orang, seakan-akan cowok itu tidak pernah kenal "dekat" dengannya.
Hal itu berlangsung terus selama setahun. Dan memasuki hubungan "rahasia" mereka di tahun yang kedua, tidak ada perubahan dari hubungan mereka. Malahan si cewek semakin merasa "nyaman" untuk bersama dengannya. Beberapa kali mereka pernah jalan bareng (istilah kerennya ngedate), tetapi tentunya tanpa sepengetahuan orang lain. Di kelas, sebagai imbal baliknya... si cewex selalu memberikan contekan gratis untuk setiap tugas-tugas dan test-test yang diberikan oleh para pengajar. Bahkan, tidak jarang si cewek harus membuat dua tugas atau menulis dua kertas ulangan sebagai bukti pengorbanannya.
Sampai suatu malam.... si cewek sedang menghadapi dilema besar di keluarganya... papanya akan kawin lagi. Dan si cowok pun juga sedang menghadapi masalah yang tak kalah rumit.... dia diputus oleh pacarnya. Mereka berdua bertemu... jalan-jalan keliling kota... dan akhirnya berhenti di suatu tempat. Kemudian......
Sampai disini temanku itu tadi langsung menjerit histeris. Uh... aku hanya bisa mengambil handuk untuk mengelap keringatnya yang bercucuran sedari tadi. Setelah menyalakan fan di kamarku, aku bertanya: Kemudian apa??
Dia tidak menjawab. Setelah histeris... dia diam... tertunduk lesu.... Cry
Aku tidak mengerti apa maksudnya. Aku tidak berani mereka-reka sesuatu yang terlalu jauh. Tapi aku juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Dia hanya bilang: Aku takut... aku malu.... aku bingung.... aku.... aku... aku... Frown (sambil terisak-isak... semua air mata tumpah... dan so sad lagh....)
Sempat aku malah terbawa emosi dan membentaknya. Hey...!!!Kamu kenapa?!?! Apa yang terjadi?!?!?! Kemudian apa?!?!?!
Wah... dia malah semakin diam. Dan aku jadi ketakutan... takut kalau-kalau dia pingsan lagi... (duh, gimana ni?? AKu di kost sendirian). Kemudian aku mulai lembut dan meminta maaf kepadanya. Sesudah itu, kami berdua sama-sama terdiam. Hanya suara fan di kamarku yang lumayan berisik dan beberapa suara jangkrik yang terdengar.
Dan tiba-tiba dia memecah keheningan malam dengan berkata: Aku sudah tidak perawan lagi... Cry
Mendengar itu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian dia diam... dan kami saling berpelukan.... Dan aku tidak punya kosakata yang cukup untuk berbicara kepadanya. Hingga akhirnya aku hanya memeluknya dan membiarkannya tidur untuk sejenak melupakan kepenatan hidupnya...... Innocent
Tanpa menunggu aba-aba dariku, dia langsung mendekapku dan menangis sekeras-kerasnya... kemudian badannya lemas, dan dia pingsan dalam pelukanku. Itu bener-bener malam yang mencekam buatku. Aku tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba seorang sahabatku terkulai lemah tak berdaya di ranjangku. Sembari menunggu dia sadar, aku bertanya-tanya dalam hatiku: Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?
Ketika aku sudah mulai loyo juga, dan sesaat aku sempet tertidur juga di kursi samping ranjang, tiba-tiba dia sadar. Saat sadar pun, dia langsung menangis kembali. Tapi sebelum tetangga satu erte datang semua, aku mengultimatum dia: Kamu boleh nangis... tapi jangan kenceng-kenceng, ini sudah malam. Dan entah apa yang terjadi, dia diam dan mulai bercerita denganku.
Dia punya temen sekolah (satu kelas) yang menurutnya sangat ganteng dan baik kepadanya (cowok). Cowok itu sering mengajaknya bercanda dan menjadi pendengar yang setia untuk setiap masalah dan keluhannya. Tapi entah mengapa, setiap kali ada orang yang tahu ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja cowok itu pergi. Dan di depan semua orang, seakan-akan cowok itu tidak pernah kenal "dekat" dengannya.
Hal itu berlangsung terus selama setahun. Dan memasuki hubungan "rahasia" mereka di tahun yang kedua, tidak ada perubahan dari hubungan mereka. Malahan si cewek semakin merasa "nyaman" untuk bersama dengannya. Beberapa kali mereka pernah jalan bareng (istilah kerennya ngedate), tetapi tentunya tanpa sepengetahuan orang lain. Di kelas, sebagai imbal baliknya... si cewex selalu memberikan contekan gratis untuk setiap tugas-tugas dan test-test yang diberikan oleh para pengajar. Bahkan, tidak jarang si cewek harus membuat dua tugas atau menulis dua kertas ulangan sebagai bukti pengorbanannya.
Sampai suatu malam.... si cewek sedang menghadapi dilema besar di keluarganya... papanya akan kawin lagi. Dan si cowok pun juga sedang menghadapi masalah yang tak kalah rumit.... dia diputus oleh pacarnya. Mereka berdua bertemu... jalan-jalan keliling kota... dan akhirnya berhenti di suatu tempat. Kemudian......
Sampai disini temanku itu tadi langsung menjerit histeris. Uh... aku hanya bisa mengambil handuk untuk mengelap keringatnya yang bercucuran sedari tadi. Setelah menyalakan fan di kamarku, aku bertanya: Kemudian apa??
Dia tidak menjawab. Setelah histeris... dia diam... tertunduk lesu.... Cry
Aku tidak mengerti apa maksudnya. Aku tidak berani mereka-reka sesuatu yang terlalu jauh. Tapi aku juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Dia hanya bilang: Aku takut... aku malu.... aku bingung.... aku.... aku... aku... Frown (sambil terisak-isak... semua air mata tumpah... dan so sad lagh....)
Sempat aku malah terbawa emosi dan membentaknya. Hey...!!!Kamu kenapa?!?! Apa yang terjadi?!?!?! Kemudian apa?!?!?!
Wah... dia malah semakin diam. Dan aku jadi ketakutan... takut kalau-kalau dia pingsan lagi... (duh, gimana ni?? AKu di kost sendirian). Kemudian aku mulai lembut dan meminta maaf kepadanya. Sesudah itu, kami berdua sama-sama terdiam. Hanya suara fan di kamarku yang lumayan berisik dan beberapa suara jangkrik yang terdengar.
Dan tiba-tiba dia memecah keheningan malam dengan berkata: Aku sudah tidak perawan lagi... Cry
Mendengar itu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian dia diam... dan kami saling berpelukan.... Dan aku tidak punya kosakata yang cukup untuk berbicara kepadanya. Hingga akhirnya aku hanya memeluknya dan membiarkannya tidur untuk sejenak melupakan kepenatan hidupnya...... Innocent
Senin, 04 Oktober 2010
iCasanova di era cybernatic............... Kamis, 14 September 2006 @ 14:09 WIB - Diar
iCasanova di era cybernatic...............
Kamis, 14 September 2006 @ 14:09 WIB - Diar
Pada tahun 1753 di Venesia,sebuah kota cantik di Italia,hiduplah seorang pria tampan yang mempunyai reputasi tinggi dalam menaklukkan wanita.Casanova, demikian namanya.Tak terhitung sudah wanita yang menjadi taklukannya.Namun dari sekian banyak wanita yang berhasil direngkuhnya ,tidak ada satupun wanita yang mampu singgah lama di hatinya.Casanova berpetualang dari satu wanita ke wanita yang lain untuk menemukan wanita impiannya.Casanova akhirnya menemukan cintanya kepada sosok seorang penulis jaman itu,Franseca.Franseca,wanita cerdas dan cantik itu begitu memikat Casanova,sayang Franseca sudah dijodohkan dengan seorang bangsawan kaya raya.
Kisah Casanova akhirnya menjadi lambang dari perjuangan seorang lelaki dalam mengejar cintanya.Tidak seperti halnya Romeo yang hanya bersinggungan dengan satu wanita,Casanova identik dengan petualangan liar dalam menggoda dari satu wanita ke wanita yang lain.Sebuah kemampuan yang tidak setiap lelaki mampu melakukannya.
Dari waktu ke waktu selalu lahir Casanova – Casanova baru dengan berbagai versinya.Pada era cybernatic ini ,dimana teknologi internet memudahkan semuanya,Casanova pun mendapat ruang untuk tumbuh.Namun tidak seperti halnya Casanova di jaman dahulu yang berpetualang mencari cinta sejatinya,Casanova di era sekarang berpetualang untuk mencari penghasilan dengan melakukan penipuan mengatasnamakan cinta.
Seorang teman wanita,sebut saja Melati,yang merupakan penggiat dalam salah satu komunitas di internet pernah menjadi korban keisengan Casanova modern ini.Berawal dari keakraban di salah satu milist ,Melati sering terlibat perbincangan akrab di Yahoo Messenger dengan seorang cowo,sebut saja A .Rupanya kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berdiskusi dari si A ini memikat teman wanita tadi.Singkatnya mereka pun menjadi akrab.Seiring dengan keakraban tersebut mulailah pertemuan keduanya sering dilakukan.Entah sudah ada benih cinta atau belum,yang jelas kencan mingguan menjadi sering dilakukan.Entah itu sekedar jalan bersama,makan ataupun nonton film.
Suatu ketika mereka berdua sepakat untuk pergi nonton film.Di tengah menunggu waktu pemutaran film,Melati merasakan ada sesuatu yang tak nyaman,Melati rupanya kebelet ingin pipis.Sialnya di toilet banyak yang antre saat itu.Maka agar lebih enak dalam melakukan antrian dan lebih leluasa dalam melakukan aktifitas di toilet,Melati menitipkan tasnya pada si A tadi,toh mereka sudah akrab.Apalagi ruang tunggu,tempat si A duduk terlihat dari tempat Melati melakukan antrian.Melati melakukan aktifitas di toilet tanpa firasat buruk sekalipun terlintas di pikirannya.10 menit berlalu dan Melati keluar toilet dengan perasaan lega luar biasa.Namun kelegaan tersebut hanya sesaat.Di ruang tunggu tak dilihatnya lagi si A.Ditunggunya si A di tempat duduk yang sama,mungkin si A sedang ke toilet juga.Namun sampai pintu bioskop di buka si A tidak muncul juga.Melati hanya terduduk lemas,si A kabur membawa pergi tasnya.
Selain pintar berkomunikasi dan cerdas,Casanova di era ini juga akan memperlihatkan kesan mahal dalam penampilannya.Citra sebagai orang kaya sengaja ditonjolkan oleh Casanova ini untuk menjerat mangsanya.Lagi-lagi seorang teman mengalami penipuan,sebut saja Mawar.Perkenalannya dengan seorang “pengusaha” dari Bali membuatnya berbunga-bunga.Maklum usianya yang menjelang 30 tahun membuatnya mulai berpikir resah soal jodoh.Ketika si Mawar diundang ke Bali dan disewakan penginapan mahal,Mawar semakin yakin bahwa jodohnya telah datang.Apalagi setelah si “pengusaha”tadi menyinggung-nyinggung soal keseriusannya dan berkeinginan melanjutkan hubungan sampai ke pernikahan.Namun keyakinan itu lama-lama menjadi goyah.Si “pengusaha” makin sering “meminjam uang dari si Mawar.Banyak alasan yang dikemukakan agar bisa meminjam uang.Ketika permintaan peminjaman uang itu mencapai hitungan ke tiga kalinya,si Mawar mulai ragu.Teman-teman Mawar meyakinkannya agar dia menyudahi hubungan yang tidak sehat itu.
Cerita diatas adalah benar-benar terjadi.Kemudahan mencari kenalan di internet dimanfaatkan oleh orang-orang berotak kriminal untuk menjerat mangsanya.Kemampuannya memainkan perasaan wanita membuat beberapa orang terpikat tanpa bisa berpikir jernih. Memang bukanlah sebuah sikap yang salah apabila seseorang jatuh cinta pada teman dari dunia cyber.Namun mencoba bertindak lebih hati-hati dan bersikap seperti intelijen mutlak diperlukan.Tentu saja dengan catatan tidak menjadi serta merta paranoid,yang membuat seseorang selalu takut akan bayangan sendiri yang belum tentu akan terjadi.Mencoba mencari tahu dimana sekolahnya dulu, dan berusaha untuk cari tahu siapa teman-temannya atau setidaknya mencoba masuk ke lingkungan pergaulan dia adalah bentuk lain dari sikap kehati-hatian akan teman baru kita dari dunia cyber
Kamis, 14 September 2006 @ 14:09 WIB - Diar
Pada tahun 1753 di Venesia,sebuah kota cantik di Italia,hiduplah seorang pria tampan yang mempunyai reputasi tinggi dalam menaklukkan wanita.Casanova, demikian namanya.Tak terhitung sudah wanita yang menjadi taklukannya.Namun dari sekian banyak wanita yang berhasil direngkuhnya ,tidak ada satupun wanita yang mampu singgah lama di hatinya.Casanova berpetualang dari satu wanita ke wanita yang lain untuk menemukan wanita impiannya.Casanova akhirnya menemukan cintanya kepada sosok seorang penulis jaman itu,Franseca.Franseca,wanita cerdas dan cantik itu begitu memikat Casanova,sayang Franseca sudah dijodohkan dengan seorang bangsawan kaya raya.
Kisah Casanova akhirnya menjadi lambang dari perjuangan seorang lelaki dalam mengejar cintanya.Tidak seperti halnya Romeo yang hanya bersinggungan dengan satu wanita,Casanova identik dengan petualangan liar dalam menggoda dari satu wanita ke wanita yang lain.Sebuah kemampuan yang tidak setiap lelaki mampu melakukannya.
Dari waktu ke waktu selalu lahir Casanova – Casanova baru dengan berbagai versinya.Pada era cybernatic ini ,dimana teknologi internet memudahkan semuanya,Casanova pun mendapat ruang untuk tumbuh.Namun tidak seperti halnya Casanova di jaman dahulu yang berpetualang mencari cinta sejatinya,Casanova di era sekarang berpetualang untuk mencari penghasilan dengan melakukan penipuan mengatasnamakan cinta.
Seorang teman wanita,sebut saja Melati,yang merupakan penggiat dalam salah satu komunitas di internet pernah menjadi korban keisengan Casanova modern ini.Berawal dari keakraban di salah satu milist ,Melati sering terlibat perbincangan akrab di Yahoo Messenger dengan seorang cowo,sebut saja A .Rupanya kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berdiskusi dari si A ini memikat teman wanita tadi.Singkatnya mereka pun menjadi akrab.Seiring dengan keakraban tersebut mulailah pertemuan keduanya sering dilakukan.Entah sudah ada benih cinta atau belum,yang jelas kencan mingguan menjadi sering dilakukan.Entah itu sekedar jalan bersama,makan ataupun nonton film.
Suatu ketika mereka berdua sepakat untuk pergi nonton film.Di tengah menunggu waktu pemutaran film,Melati merasakan ada sesuatu yang tak nyaman,Melati rupanya kebelet ingin pipis.Sialnya di toilet banyak yang antre saat itu.Maka agar lebih enak dalam melakukan antrian dan lebih leluasa dalam melakukan aktifitas di toilet,Melati menitipkan tasnya pada si A tadi,toh mereka sudah akrab.Apalagi ruang tunggu,tempat si A duduk terlihat dari tempat Melati melakukan antrian.Melati melakukan aktifitas di toilet tanpa firasat buruk sekalipun terlintas di pikirannya.10 menit berlalu dan Melati keluar toilet dengan perasaan lega luar biasa.Namun kelegaan tersebut hanya sesaat.Di ruang tunggu tak dilihatnya lagi si A.Ditunggunya si A di tempat duduk yang sama,mungkin si A sedang ke toilet juga.Namun sampai pintu bioskop di buka si A tidak muncul juga.Melati hanya terduduk lemas,si A kabur membawa pergi tasnya.
Selain pintar berkomunikasi dan cerdas,Casanova di era ini juga akan memperlihatkan kesan mahal dalam penampilannya.Citra sebagai orang kaya sengaja ditonjolkan oleh Casanova ini untuk menjerat mangsanya.Lagi-lagi seorang teman mengalami penipuan,sebut saja Mawar.Perkenalannya dengan seorang “pengusaha” dari Bali membuatnya berbunga-bunga.Maklum usianya yang menjelang 30 tahun membuatnya mulai berpikir resah soal jodoh.Ketika si Mawar diundang ke Bali dan disewakan penginapan mahal,Mawar semakin yakin bahwa jodohnya telah datang.Apalagi setelah si “pengusaha”tadi menyinggung-nyinggung soal keseriusannya dan berkeinginan melanjutkan hubungan sampai ke pernikahan.Namun keyakinan itu lama-lama menjadi goyah.Si “pengusaha” makin sering “meminjam uang dari si Mawar.Banyak alasan yang dikemukakan agar bisa meminjam uang.Ketika permintaan peminjaman uang itu mencapai hitungan ke tiga kalinya,si Mawar mulai ragu.Teman-teman Mawar meyakinkannya agar dia menyudahi hubungan yang tidak sehat itu.
Cerita diatas adalah benar-benar terjadi.Kemudahan mencari kenalan di internet dimanfaatkan oleh orang-orang berotak kriminal untuk menjerat mangsanya.Kemampuannya memainkan perasaan wanita membuat beberapa orang terpikat tanpa bisa berpikir jernih. Memang bukanlah sebuah sikap yang salah apabila seseorang jatuh cinta pada teman dari dunia cyber.Namun mencoba bertindak lebih hati-hati dan bersikap seperti intelijen mutlak diperlukan.Tentu saja dengan catatan tidak menjadi serta merta paranoid,yang membuat seseorang selalu takut akan bayangan sendiri yang belum tentu akan terjadi.Mencoba mencari tahu dimana sekolahnya dulu, dan berusaha untuk cari tahu siapa teman-temannya atau setidaknya mencoba masuk ke lingkungan pergaulan dia adalah bentuk lain dari sikap kehati-hatian akan teman baru kita dari dunia cyber
Selasa, 21 September 2010
[Justin Bieber]
Justin Bieber ft Ludacris – Baby Lyrics
[Justin Bieber]
Oh woooah, oh woooooah, oh wooooah, oh.
You know you love me, I know you care,
you shout whenever and I’ll be there.
You are my love, you are my heart
and we will never ever ever be apart.
Are we an item? girl quit playing,
we’re just friends, what are you saying.
Said there’s another, look right in my eyes,
my first love broke my heart for the first time.
And I was like…
[Chorus]
Baby, baby, baby oooooh,
like baby, baby, baby noooooooo,
like baby, baby, baby, ooooh.
Thought you’d always be mine, mine (repeat)
[Justin Beiber]
Oh, for you I would have done whatever,
and I just can’t believe we aint together
and I wanna play it cool the thought of losing you
I buy you anything, I buy you any ring,
and now please say baby fix me and you shake me til’ you wake me from this bad dream.
I’m going down down down down
and I just can’t believe my first love won’t be around.
And I’m like…
[Chorus]
[Ludacris]
Luda, When I was 13 I had my first love,
there was nobody that compared to my baby
and nobody came between us, no-one could ever come above
She had me going crazy, oh I was star-struck,
she woke me up daily, don’t need no Starbucks.
lyrics courtesy of killerhiphop.com
She made my heart pound, I skip a beat when I see her in the street and
at school on the playground but I really wanna see her on the weekend.
She knows she got me dazing coz she was so amazing
and now my heart is breaking but I just keep on saying….
[Chorus]
Now I’m gone,
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
now I’m all gone.
Gone, gone, gone, gone, I’m gone.
[End]
[Justin Bieber]
Oh woooah, oh woooooah, oh wooooah, oh.
You know you love me, I know you care,
you shout whenever and I’ll be there.
You are my love, you are my heart
and we will never ever ever be apart.
Are we an item? girl quit playing,
we’re just friends, what are you saying.
Said there’s another, look right in my eyes,
my first love broke my heart for the first time.
And I was like…
[Chorus]
Baby, baby, baby oooooh,
like baby, baby, baby noooooooo,
like baby, baby, baby, ooooh.
Thought you’d always be mine, mine (repeat)
[Justin Beiber]
Oh, for you I would have done whatever,
and I just can’t believe we aint together
and I wanna play it cool the thought of losing you
I buy you anything, I buy you any ring,
and now please say baby fix me and you shake me til’ you wake me from this bad dream.
I’m going down down down down
and I just can’t believe my first love won’t be around.
And I’m like…
[Chorus]
[Ludacris]
Luda, When I was 13 I had my first love,
there was nobody that compared to my baby
and nobody came between us, no-one could ever come above
She had me going crazy, oh I was star-struck,
she woke me up daily, don’t need no Starbucks.
lyrics courtesy of killerhiphop.com
She made my heart pound, I skip a beat when I see her in the street and
at school on the playground but I really wanna see her on the weekend.
She knows she got me dazing coz she was so amazing
and now my heart is breaking but I just keep on saying….
[Chorus]
Now I’m gone,
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
now I’m all gone.
Gone, gone, gone, gone, I’m gone.
[End]
Minggu, 15 Agustus 2010
Biografi
[sunting] Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
'Einsteinhaus' di kota Bern di mana Einstein dan Mileva tinggal (di lantai 1) pada masa Annus Mirabilis
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
[sunting] Kerja dan Gelar Doktor
Albert Einstein, 1905
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
[sunting] Gerakan Brownian
Albert Einstein, 1951 (saat ulang tahun ke 72, diambil oleh Arthur Sasse, photographer)
Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.
[sunting] Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
'Einsteinhaus' di kota Bern di mana Einstein dan Mileva tinggal (di lantai 1) pada masa Annus Mirabilis
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
[sunting] Kerja dan Gelar Doktor
Albert Einstein, 1905
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
[sunting] Gerakan Brownian
Albert Einstein, 1951 (saat ulang tahun ke 72, diambil oleh Arthur Sasse, photographer)
Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.
Selasa, 03 Agustus 2010
song ::: keong beracun
song ::: keong beracun
Dasar kau keong racun
Baru kenal e.. ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
...Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
E.. ku takut sekali
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
E.. kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body menok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kokai
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak cek in dan santai
Sorry sorry sorry jack
Jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry bang
Ku bukan cewek murahan
Dasar kau keong racun
Baru kenal e.. ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
E.. ku takut sekali
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
E.. kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body menok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kokai
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak cek in dan santai
Sorry sorry sorry jack
Jangan remeh...
Dasar kau keong racun
Baru kenal e.. ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
...Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
E.. ku takut sekali
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
E.. kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body menok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kokai
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak cek in dan santai
Sorry sorry sorry jack
Jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry bang
Ku bukan cewek murahan
Dasar kau keong racun
Baru kenal e.. ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
E.. ku takut sekali
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
E.. kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body menok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kokai
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak cek in dan santai
Sorry sorry sorry jack
Jangan remeh...
Jumat, 09 Juli 2010
piala dunia
Prediksi Belanda Vs Spanyol. Pertandingan menuju babak paling dinanti nanti akhirnya tiba dengan mempertemukan dua team yang akan berduel maut dalam stadion rumput hijau. Dia lah team Belanda (Oranje) dengan Spanyol (Matador) kedua team yang berhasil melewati tahap – tahap dari penyisihan hingga memasuki FINAL piala dunia 2010.
Prediksi Pertandingan Belanda Vs Spanyol di Piala Dunia 2010 ini sangat banyak yang menyimak dan menarik untuk diperhatikan, karena banyak yang menduga bahwa team yang akan memasuki babak final ini yaitu Jerman untuk melawan Belanda atau pun Spanyol Melawan Uruguay TAPI ternyata yang masuk final piala dunia yaitu Belanda Vs Spanyol. Nah, ini dia yang nantinya akan melahirkan Juara Piala Dunia Baru di tahun 2010 ini.
Pemain yang diperhatikan:
BELANDA | ARJEN ROBBEN:
Robben mempunyai reputasi buruk sebagai pelaku diving ketika masih bergabung dengan klub Premier League Chelsea. Reputasi yang kembali mencuat menyusul performanya bersama De Oranje pada laga perempat final kontra Brasil, beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, van Marwijk tetap berpikir positif mengenai bintang Bayern Munich. Van Marwijk berkeras, aksi teatrikal itu sudah lama ditinggalkan Robben. Selain itu, dia pun beralasan, Robben memang kerap mendapat perlakuan kasar dari pihak lawan.
Dalam final nanti, Robben akan berfungsi sebagai salah satu ujung tombak bagi tim oranje melalui goyangan indahnya Robben diharapkan mampu menjebol gawang Casilas.
SPANYOL | Xavi Hernandez:
Gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, berambisi mengawinkan gelar Euro 2008 dengan Piala Dunia 2010. Xavi, yang menjadi pemain kunci La Furia Roja saat membawa pulang trofi Euro dua tahun lalu, tak sabar menanti Final Piala Dunia Afrika Selatan, 12 Juli mendatang.
Dia optimis ini saat yang tepat bagi Spanyol mengikuti jejak Prancis yang sukses menyandingkan dua gelar prestisius dalam dua tahun, Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
“Ini saatnya Spanyol menjuarai Piala Dunia. Semuanya (pemain) hampir sama dengan juara Euro. Hanya sedikit yang berubah,” kata gelandang Barcelona.
“Ada beberapa pemain berbeda. Begitu juga dengan pelatih. Tapi, filosofi dan pola permainan masih sama,” tambahnya.
“Sensasinya sangat bagus, harapan (juara dunia) masih utuh. Saat ini kami lebih berpengalaman di kompetisi besar dan semua ada di tangan kami,” pungkasnya.
============================================================
Belanda pastinya akan tampil ngotot demi mengubur imej sebagai “juara tanpa mahkota”. Laga final kali ini juga menjadi pencapaian terbaik “The Flying Dutchman” setelah 32 tahun silam, saat mereka telakhir kali menapak ke partai puncak pada Piala Dunia 1978 di Argentina.
Sementara Spanyol juga pasti bakal tampil dengan motivasi membumbung tinggi saat bentrok di Soccer City Stadium, Senin (12/7/2010) dini hari WIB. Selain karena ini merupakan final pertama mereka dalam sejarah, Spanyol juga memiliki ambisi lain yakni mengikuti jejak Prancis yang sebelumnya berhasil menyandingkan gelar Juara Dunia 1998 dengan Euro pada 2000. Spanyol yang pada 2008 lalu sukses menjadi kampiun Eropa bertekad mengawinkannya dengan trofi Jules Rimet di 2010.
Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, baik Belanda dan Spanyol belum pernah bentrok di ajang resmi seperti Piala Dunia atau Euro. Tapi, menurut data yang dikutip dari Soccerbase, kedua tim telah sembilan kali bentrok, dimana Belanda dan Spanyol sama-sama mengoleksi empat kemenangan dan sekali imbang.
Pertempuran dua poros kekuatan Eropa ini terjadi pada Olimpiade 1920/1921 di Antwerp Belgia. Saat itu, Spanyol berhasil membukukan kemenangan pertamanya atas Belanda dengan skor 3-1.
Duel kedua kedua tim terjadi di laga persahabatan pada laga uji coba di Santiago Bernabeu, 30 Januari 1957. Saat itu, Spanyol yang berstatus tuan rumah harus bersusah payah mengalahkan Belanda. Setelah bermain imbang 0-0 selama 90 menit, La Furia Roja akhirnya menang 5-1.
Di pertemuan ketiga yang lagi-lagi terjadi dalam sebuah laga uji coba, Belanda berhasil membungkam Spanyol 3-2 di Amsterdam, 2 Mei 1973. Pada duel uji coba keempat di Balaidos, 23 Januari 1980, Spanyol kembali berhasil membalas kekalahan berkat kemenangan 1-0.
Pada tahun 1983, kedua tim bentrok di babak kualifikasi Euro 1984 di Prancis. Dalam dua kali pertemuan home & away, kedua tim saling mengalahkan. Spanyol yang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertama, berhasil membungkam Belanda 1-0 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan. Sementara pada laga away di Rotterdam, Belanda berhasil membalas dengan kemenangan 2-1. Namun, karena kalah agresifitas gol tandang, Belanda harus tersingkir dan gagal lolos ke putaran final. Sementara Spanyol yang lolos, finish di sebagai runner-up, kalah dari Prancis di final.
Selebihnya, kedua tim sempat tiga kali bersua di ajang uji coba. Pada 1987, kedua tim bermain imbang 1-1, sementara pada 2000, Belanda menang 2-1. Di pertemuan terakhir pada 27 Maret 2002 lalu, Belanda kembali berhasil menaklukkan Spanyol dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal legendanya, Frank De Boer di Rotterdam. Nah, di pertemuan ke-10nya di final nanti, siapakah yang keluar sebagai juara?
============================================================
Pertandingan terakhir BELANDA | piala dunia 2010:
7 Jul 2010 Uruguay 2 – Belanda 3
2 Jul 2010 Belanda 2 – Brasil 1
28 Jun 2010 Belanda 2 – Slowakia 1
25 Jun 2010 Kamerun 1 – Belanda 2
19 Jun 2010 Belanda 1 – Jepang 0
Pertandingan Terakhir SPANYOL | piala dunia 2010:
8 Jul 2010 Jerman 0 – Spanyol 1
4 Jul 2010 Paraguay 0 – Spanyol 1
30 Jun 2010 Spanyol 1 – Portugal 0
26 Jun 2010 Cili 1 – Spanyol 2
22 Jun 2010 Spanyol 2 – Honduras 0
============================================================
Rekor pertemuan Spanyol dan Belanda
- Total pertemuan: 8 (Spanyol menang 3, Belanda menang 4, seri 1)
- Pertemuan pada kualifikasi zona Eropa: 2 (Spanyol menang 1, Belanda menang 1)
1984, Rotterdam, 16/11/1983: Belanda 2:1 (1:1) Spanyol di penyisihan grup
1984, Sevilla, 16/02/1983: Spanyol 1:0 (1:0) Belanda di penyisihan grup
- Pertemuan di pertandingan persahabatan: 6 (Spanyol menang 2, Belanda menang 3, seri 1)
2001, Rotterdam, 27/03/2002: Belanda 1:0 (1:0) Spanyol
2000, Sevilla, 15/11/2000: Spanyol 1:2 (0:0) Belanda
1987, Barcelona, 21/01/1987: Spanyol 1:1 (0:1) Belanda
1980, Vigo, 23/01/1980: Spanyol 1:0 (0:0) Belanda
1973, Amsterdam, 02/05/1973: Belanda 3:2 (2:1) Spanyol
1957, Madrid, 30/01/1957: Spanyol 5:1 (1:0) Belanda
Prediksi Pertandingan Belanda Vs Spanyol di Piala Dunia 2010 ini sangat banyak yang menyimak dan menarik untuk diperhatikan, karena banyak yang menduga bahwa team yang akan memasuki babak final ini yaitu Jerman untuk melawan Belanda atau pun Spanyol Melawan Uruguay TAPI ternyata yang masuk final piala dunia yaitu Belanda Vs Spanyol. Nah, ini dia yang nantinya akan melahirkan Juara Piala Dunia Baru di tahun 2010 ini.
Pemain yang diperhatikan:
BELANDA | ARJEN ROBBEN:
Robben mempunyai reputasi buruk sebagai pelaku diving ketika masih bergabung dengan klub Premier League Chelsea. Reputasi yang kembali mencuat menyusul performanya bersama De Oranje pada laga perempat final kontra Brasil, beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, van Marwijk tetap berpikir positif mengenai bintang Bayern Munich. Van Marwijk berkeras, aksi teatrikal itu sudah lama ditinggalkan Robben. Selain itu, dia pun beralasan, Robben memang kerap mendapat perlakuan kasar dari pihak lawan.
Dalam final nanti, Robben akan berfungsi sebagai salah satu ujung tombak bagi tim oranje melalui goyangan indahnya Robben diharapkan mampu menjebol gawang Casilas.
SPANYOL | Xavi Hernandez:
Gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, berambisi mengawinkan gelar Euro 2008 dengan Piala Dunia 2010. Xavi, yang menjadi pemain kunci La Furia Roja saat membawa pulang trofi Euro dua tahun lalu, tak sabar menanti Final Piala Dunia Afrika Selatan, 12 Juli mendatang.
Dia optimis ini saat yang tepat bagi Spanyol mengikuti jejak Prancis yang sukses menyandingkan dua gelar prestisius dalam dua tahun, Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
“Ini saatnya Spanyol menjuarai Piala Dunia. Semuanya (pemain) hampir sama dengan juara Euro. Hanya sedikit yang berubah,” kata gelandang Barcelona.
“Ada beberapa pemain berbeda. Begitu juga dengan pelatih. Tapi, filosofi dan pola permainan masih sama,” tambahnya.
“Sensasinya sangat bagus, harapan (juara dunia) masih utuh. Saat ini kami lebih berpengalaman di kompetisi besar dan semua ada di tangan kami,” pungkasnya.
============================================================
Belanda pastinya akan tampil ngotot demi mengubur imej sebagai “juara tanpa mahkota”. Laga final kali ini juga menjadi pencapaian terbaik “The Flying Dutchman” setelah 32 tahun silam, saat mereka telakhir kali menapak ke partai puncak pada Piala Dunia 1978 di Argentina.
Sementara Spanyol juga pasti bakal tampil dengan motivasi membumbung tinggi saat bentrok di Soccer City Stadium, Senin (12/7/2010) dini hari WIB. Selain karena ini merupakan final pertama mereka dalam sejarah, Spanyol juga memiliki ambisi lain yakni mengikuti jejak Prancis yang sebelumnya berhasil menyandingkan gelar Juara Dunia 1998 dengan Euro pada 2000. Spanyol yang pada 2008 lalu sukses menjadi kampiun Eropa bertekad mengawinkannya dengan trofi Jules Rimet di 2010.
Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, baik Belanda dan Spanyol belum pernah bentrok di ajang resmi seperti Piala Dunia atau Euro. Tapi, menurut data yang dikutip dari Soccerbase, kedua tim telah sembilan kali bentrok, dimana Belanda dan Spanyol sama-sama mengoleksi empat kemenangan dan sekali imbang.
Pertempuran dua poros kekuatan Eropa ini terjadi pada Olimpiade 1920/1921 di Antwerp Belgia. Saat itu, Spanyol berhasil membukukan kemenangan pertamanya atas Belanda dengan skor 3-1.
Duel kedua kedua tim terjadi di laga persahabatan pada laga uji coba di Santiago Bernabeu, 30 Januari 1957. Saat itu, Spanyol yang berstatus tuan rumah harus bersusah payah mengalahkan Belanda. Setelah bermain imbang 0-0 selama 90 menit, La Furia Roja akhirnya menang 5-1.
Di pertemuan ketiga yang lagi-lagi terjadi dalam sebuah laga uji coba, Belanda berhasil membungkam Spanyol 3-2 di Amsterdam, 2 Mei 1973. Pada duel uji coba keempat di Balaidos, 23 Januari 1980, Spanyol kembali berhasil membalas kekalahan berkat kemenangan 1-0.
Pada tahun 1983, kedua tim bentrok di babak kualifikasi Euro 1984 di Prancis. Dalam dua kali pertemuan home & away, kedua tim saling mengalahkan. Spanyol yang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertama, berhasil membungkam Belanda 1-0 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan. Sementara pada laga away di Rotterdam, Belanda berhasil membalas dengan kemenangan 2-1. Namun, karena kalah agresifitas gol tandang, Belanda harus tersingkir dan gagal lolos ke putaran final. Sementara Spanyol yang lolos, finish di sebagai runner-up, kalah dari Prancis di final.
Selebihnya, kedua tim sempat tiga kali bersua di ajang uji coba. Pada 1987, kedua tim bermain imbang 1-1, sementara pada 2000, Belanda menang 2-1. Di pertemuan terakhir pada 27 Maret 2002 lalu, Belanda kembali berhasil menaklukkan Spanyol dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal legendanya, Frank De Boer di Rotterdam. Nah, di pertemuan ke-10nya di final nanti, siapakah yang keluar sebagai juara?
============================================================
Pertandingan terakhir BELANDA | piala dunia 2010:
7 Jul 2010 Uruguay 2 – Belanda 3
2 Jul 2010 Belanda 2 – Brasil 1
28 Jun 2010 Belanda 2 – Slowakia 1
25 Jun 2010 Kamerun 1 – Belanda 2
19 Jun 2010 Belanda 1 – Jepang 0
Pertandingan Terakhir SPANYOL | piala dunia 2010:
8 Jul 2010 Jerman 0 – Spanyol 1
4 Jul 2010 Paraguay 0 – Spanyol 1
30 Jun 2010 Spanyol 1 – Portugal 0
26 Jun 2010 Cili 1 – Spanyol 2
22 Jun 2010 Spanyol 2 – Honduras 0
============================================================
Rekor pertemuan Spanyol dan Belanda
- Total pertemuan: 8 (Spanyol menang 3, Belanda menang 4, seri 1)
- Pertemuan pada kualifikasi zona Eropa: 2 (Spanyol menang 1, Belanda menang 1)
1984, Rotterdam, 16/11/1983: Belanda 2:1 (1:1) Spanyol di penyisihan grup
1984, Sevilla, 16/02/1983: Spanyol 1:0 (1:0) Belanda di penyisihan grup
- Pertemuan di pertandingan persahabatan: 6 (Spanyol menang 2, Belanda menang 3, seri 1)
2001, Rotterdam, 27/03/2002: Belanda 1:0 (1:0) Spanyol
2000, Sevilla, 15/11/2000: Spanyol 1:2 (0:0) Belanda
1987, Barcelona, 21/01/1987: Spanyol 1:1 (0:1) Belanda
1980, Vigo, 23/01/1980: Spanyol 1:0 (0:0) Belanda
1973, Amsterdam, 02/05/1973: Belanda 3:2 (2:1) Spanyol
1957, Madrid, 30/01/1957: Spanyol 5:1 (1:0) Belanda
Selasa, 06 Juli 2010
peramal
Gurita peramal perkirakan Jerman kalah
Paul, gurita 'peramal'
Gurita 'peramal' di Jerman, yang sejauh ini dengan tepat memperkirakan hasil pertandingan timnas Jerman di Piala Dunia, memilih Spanyol sebagai pemenang dalam semifinal.
Paul, nama gurita di akuarium di kota Oberhausen, memilih kerang dalam kotak dengan bendera Spanyol dan bukannya kerang di kotak dengan bendera Jerman.
Gurita berusia dua tahun ini menjadi selebriti nasional.
Menurut penjaganya, ia memiliki rekor dalam ketepatan memperkirakan hasil pertandingan tim Jerman.
Mereka mengatakan perkiraan Paul hampir 70% tepat dalam semua pertandingan Jerman selama Piala Eropa 2008.
Binatang laut ini dengan tepat memperkriakan semua hasil pertandingan Piala Dunia Jerman di Afrika Selatan sejauh ini, termasuk kekalahan mengejutkan melawan Serbia di babak grup.
Paul juga dengan tepat memperkirakan kemenangan Jerman atas Inggris di babak 16 besar.
Ramalan Paul ini disiarkan langsung di televisi Jerman menjelang semifinal melawan Spanyol hari Rabu.
Sejumlah laporan menyebutkan 'perkiraan' Paul ini menimbulkan kekhawatiran di seluruh penjuru negeri.
Namun sejumlah pengamat mengatakan perkiraannya tidak selalu tepat.
Dalam Piala Eropa 2008, Paul memperkirakan Jerman yang akan menang namun ternyata Spanyol yang juara.
Paul, gurita 'peramal'
Gurita 'peramal' di Jerman, yang sejauh ini dengan tepat memperkirakan hasil pertandingan timnas Jerman di Piala Dunia, memilih Spanyol sebagai pemenang dalam semifinal.
Paul, nama gurita di akuarium di kota Oberhausen, memilih kerang dalam kotak dengan bendera Spanyol dan bukannya kerang di kotak dengan bendera Jerman.
Gurita berusia dua tahun ini menjadi selebriti nasional.
Menurut penjaganya, ia memiliki rekor dalam ketepatan memperkirakan hasil pertandingan tim Jerman.
Mereka mengatakan perkiraan Paul hampir 70% tepat dalam semua pertandingan Jerman selama Piala Eropa 2008.
Binatang laut ini dengan tepat memperkriakan semua hasil pertandingan Piala Dunia Jerman di Afrika Selatan sejauh ini, termasuk kekalahan mengejutkan melawan Serbia di babak grup.
Paul juga dengan tepat memperkirakan kemenangan Jerman atas Inggris di babak 16 besar.
Ramalan Paul ini disiarkan langsung di televisi Jerman menjelang semifinal melawan Spanyol hari Rabu.
Sejumlah laporan menyebutkan 'perkiraan' Paul ini menimbulkan kekhawatiran di seluruh penjuru negeri.
Namun sejumlah pengamat mengatakan perkiraannya tidak selalu tepat.
Dalam Piala Eropa 2008, Paul memperkirakan Jerman yang akan menang namun ternyata Spanyol yang juara.
Minggu, 04 Juli 2010
DESKRIPSI KONDISI SEABAD PENDIDIKAN
DI INDONESIA PADA UMUMNYA DAN
KALIMANTAN SELATAN KHUSUSNYA¹)
OLEH : WAHYU²)
Pendahuluan
Pendidikan memang tidak lepas dari politik, dan juga tidak lepas dari transformasi kebudayaan bangsa dan masyarakat Indonesia. Di dalam perjalanan perjuangan kebangsaan Indonesia kita lihat hubungan yang sangat erat antara pendidikan dan perjuangan nasional.
Kekuatan penjajah, khususnya Belanda, yang telah terlaksana hampir 350 tahun benar-benar telah mengungkung kemajuan bangsa Indonesia. Kekuatan kolonial Belanda telah mengakibatkan kemelaratan dan kebodohan. Segala kebijakan kaum penjajah diarahkan kepada sebesar-besarnya mengangkut kekayaan bumi Indonesia untuk kepentingannya. Yang tersisa adalah bangsa Indonesia yang tetap hidup melarat dan hidup di dalam alam kebodohan.
Namun, kehidupan dunia semakin terbuka, komunikasi antar bangsa semakin berjalan pesat, dan berbagai tokoh politik Belanda mulai menyadari akan kekeliruan mereka. Maka muncullah apa yang disebut gerakan politik etis di Belanda, yaitu kaum penjajah harus mengakui akan kekeliruannya terhadap daerah jajahannya. Akibat tekanan dan kecaman tokoh-tokoh kaum humanis dan sosial demokrat di Belanda memaksa pemerintah Belanda untuk meninjau kembali politik kolonialnya.
Pada tahun 1901, muncullah gerakan politik etis tersebut yang antara lain dibukanya yang lebih besar bagi anak-anak Bumi Putera (Indonesia) untuk memperoleh pendidikan Barat. Dengan pendidikan Barat inilah muncul suatu elit baru bangsa Indonesia yang berpendidikan. Salah satu hasil dari politik etis ini ialah munculnya inisiatif para pemuda pelajar Stovia di Jakarta pada 17 Maret 1915 mendirikanTr i k o ro
¹) Materi ini disampaikan pada acara Konferensi Pendidikan, Tema Momentum Seabad Kebangkitan Nasional Menuju Pendidikan Indonesia Lebih Baik, Minggu 25 Mei 2008 di Gedung Sultan Suriansyah Kayutangi Banjarmasin.
²) Guru Besar Sosiologi FKIP Unlam Banjarmasin.
1
1
Dharmo, yang didirikan oleh Dr. R. Satiman, meskipun gerakan ini masih berorientasi
etnik Jawa. Tapi gerakan ini kemudian melahirkan perkumpulan Jong Java yang sudah bersifat umum, yang kemudian diikuti oleh perkumpulan kesukuan lainnya, seperti Jong Sumatera (1917), Jong Ambon (1910), Jong Minahasa (1919), Jong Celebes, Jong Batak, Sekar Rukun (Pemuda Sunda, 1920), dan lain-lain.
Para Pemuda masa itu bergandengan dengan gerakan politik nasional yang mempunyai berbagai persamaan. Mereka bersepakat untuk memperbanyak kesempatan memperoleh pendidikan dengan membuka sekolah-sekolah sehingga dapat menampung semakin banyaknya anak Indonesia.
Betapa eratnya gerakan nasional dengan pendidikan nasional, yang antara lain bisa dilihat buah pikiran dari para tokoh gerakan nasional. Seperti, Wahidin Sudirohusodo mengatakan “hanya dengan banyak belajarlah orang-orang akan maju dan terbebaskan dari situasi serba tertindas” (Nasution, 1987; Tilaar, 1995). Kongres Pasundan tahun 1930, ketika ketuanya Otto Subrata, menegaskan bahwa gerakan itu berorientasi pada lima bidang, yaitu : (1) pengajaran dan pendidikan, (2) urusan sosial, (3) ekonomi, (4) politik, dan (5) keuangan. Di sini jelas sekali, betapa gerakan nasional berjalan seiring dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta menempatkan pengajaran dan pendidikan sebagai salah satu sarana yang utama. Dalam kaitan ini, Ki Hajar Dewantara tahun 1922 telah merumuskan siasat atau strategi perjuangan nasionalnya dalam bentuk mendirikan pendidikan nasional yang dinamakan Taman Siswa.
Lainnya, perkumpulan Partai Politik seperti PSSI, di dalam Anggaran Dasar yang dirumuskan tahun 1938 antara lain dikemukakan bahwa ada dua tujuan pengajaran : (1) Memenuhi keperluan rakyat dalam hal pengajaran, (2) Mengadakan aturan tentang kewajiban belajar. Begitu juga Pidato Pembelaan Bung Hatta tahun 1927 di pengadilan Den Haag antara lain menyebutkan supaya ada perbaikan di bidang sosial, antara lain pembinaan pendidikan nasional.
Dari uraian singkat ini, penulis ingin menegaskan kembali bahwa di dalam sejarah perjuangan nasional kita, maka tampak dengan jelas betapa pendidikan menempati tempat yang sangat strategis. Di dalam organisasi perjuangan para pemuda itu, ada organisasi yang secara jelas menempatkan pendidikan sebagai salah satu program perjuangannya, malah ada organisasi yang menjadikan pendidikan nasional
2
sebagai sarana perjuangan utamanya, seperti Perguruan nasional Taman Siswa. Dapatlah diambil kesimpulan bahwa seluruh organisasi politik nasional kita telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu program utamanya.
Pendidikan Pada Masa Kolonial Belanda
Tilaar (1995) dalam pandangannya menyebutkan ada 5 ciri yang dapat
ditemukan pendidikan kita di masa Kolonial Belanda, yaitu :
1.Sistem Dualisme
Dalam sistem dualisme diadakan garis pemisah antara sistem pendidikan untuk golongan Eropah dan sistem pendidikan untuk golongan Bumi Putera. Jadi, di sini diadakan garis pemisah sesuai dengan politik kolonial yang membedakan antara Bumi Putera dan pihak penjajah.
2.Sistem Konkordansi
Sistem ini berarti bahwa pendidikan di daerah penjajahan diarahkan atau disesuaikan dengan pendidikan yang terdapat di Belanda. Sistem ini diasumsikan bahwa dengan sistem yang berkonkordansi dengan sistem yang ada di Negeri Belanda, maka mutu pendidikan akan terjamin setingkat dengan pendidikan di Negeri Belanda. Oleh karena itu, lulusan sekolah dari daerah jajahan dapat melanjutkan ke sekolah tinggi yang terdapat di Negeri Belanda.
3.Sentralisasi
Kebijakan pendidikan di zaman kolonial diurus oleh sebuah Departemen Pengajaran. Departemen ini yang mengatur segala sesuatu mengenai pendidikan dengan perwakilannya yang terdapat di Propinsi-propinsi yang besar.
4.Menghambat Gerakan Nasional
Sistem pendidikan pada masa itu sangat selektif karena bukan diperuntukan untuk masyarakat Bumi Putera untuk mendapatkan pendidikan yang seluas-luasnya atau pendidikan yang lebih tinggi. Di dalam kurikulum pendidikan kolonial pada waktu itu, misalnya, sangat dipentingkan penguasaan bahasa Belanda dan hal-hal mengenai Negeri Belanda. Misalnya, di dalam mata pelajaran Ilmu Bumi, anak-anak Bumi Putera harus menghafal kota-kota kecil di Negeri Belanda, dll.
3
5.Perguruan Swasta yang Militan
Salah satu sekolah Swasta yang sangat gigih menentang kekuasaan kolonial ialah Sekolah-sekolah Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara tanggal 3 Juli 1922. Seperti kita ketahui, Sekolah-sekolah Taman Siswa didasarkan kepada 7 asas, yaitu:
1. Pendidikan didasarkan kepada kodrat alam.
2. Sistem among atau Tut Wuri Handayani, yaitu suatu prinsip pendidikan mendorong anak didik dari belakang, bukan menggurui agar anak dapat berdiri sendiri.
3. Pendidikan haruslah didasarkan kepada budaya nasional bukan budaya asing.
4. Pendidikan haruslah didasarkan kepada kerakyatan.
5. Pendidikan diarahkan kepada memupuk kepercayaan kepada kekuatan sendiri
untuk tumbuh.
6. Pendidikan harus dapat membiayai diri sendiri dan oleh sebab itu menolak
segala jenis subsidi yang diberikan pemerintah kolonial.
7. Keikhlasan lahir batin bagi guru untuk mendekati anak didik.
Pendidikan Pada Masa Pendudukan Militerisme Jepang
Dengan pecahnya Perang Dunia II, yang disebabkan oleh invasi tentara kerajaan Jepang tanggal 7 Desember 1941, maka runtuhlah sistem pemerintahan kolonial dan sekaligus pula sistem pendidikan yang ada di dalamnya. Dimulailah masa pendudukan militerisme Jepang selama hampir 3,5 tahun.
Terlepas dari berbagai bentuk negatif, pendidikan masa penjajahan militer Jepang banyak sedikitnya telah pula mengembangkan berbagai hal yang positif di dalam pembinaan sistem pendidikan di Indonesia.
Menurut Tilaar (1995) ada beberapa hal pembinaan sistem pendidikan di masa
pendudukan Jepang, yaitu :
1.Pendidikan untuk Kebutuhan Perang Asia Timur Raya
Tentara pendudukan Jepang ingin menghapuskan sisa-sisa pengaruh Barat di dalam masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat, antara lain, kebijakan untuk menghapuskan bahasa Belanda, baik dalam pergaulan sehari-hari, berbagai tulisan maupun nama
4
Makalah III
Kondisi Pendidikan di Kalimatan SElatan, Wahyu MS
Reads:
38,433
Uploaded:
05/31/2008
Category:
Research
Tags:
Education
makalah
Education
makalah
(Less)
Rated:
(19 Ratings)
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this document
Spam or junk
Porn adult content
Hateful or offensive
If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice.
Cancel
This is a private document. Question_small
1277866617
hendramadjid
Share & Embed
Link / URL:
Embed Size & Settings:
* Width: Auto
* Height: (proportional to specified width)
* Start on page:
* Preview View:
More share options
Related
1.
3 p.
PRANATA PENDIDIKAN
Reads: 804
25 p.
16650727 Reformasi Sistem Pendidik...
Reads: 192
4 p.
Sistem Pendidikan Nasional
Reads: 629
2.
35 p.
MAKALAH PENDIDIKAN ( UTS )
Reads: 666
31 p.
Makalah Profesi Pendidikan Indones...
Reads: 2734
11 p.
PENGERTIAN PENDIDIKAN
Reads: 953
3.
14 p.
DDK
Reads: 8615
10 p.
Print Peranan Pendidikan Islam Non...
Reads: 1233
21 p.
Makalah Pendidikan Menengah Dalam ...
Reads: 20224
4.
6 p.
g546-Pun 364-Filsafat Dan Sejarah ...
Reads: 1358
29 p.
Print Daftar Piket
Reads: 270
34 p.
UU No 20 Thn 2003 Ttg Sisdiknas
Reads: 6434
5.
34 p.
uu no 20 thn 2003 ttg sisdiknas
Reads: 575
26 p.
Tugas Manajemen Pendidikan
Reads: 211
11 p.
PENDIDIKAN
Reads: 1178
6.
21 p.
UU No 20 Thn 2003 Ttg Sisdiknas
Reads: 353
4 p.
jangan diapus
Reads: 0
30 p.
Www.hukumonline.com
Reads: 150
7.
1 p.
The Fordsburg Independent Newspape...
Reads: 0
674 p.
The Secret Teachings of All Ages M...
Reads: 0
1 p.
Press Release - Oceanic Bank Inter...
Reads: 0
8.
131 p.
Gulf of Aden war ship battle porta...
Reads: 0
2 p.
Jobswire.com Resume of wheelerkenn...
Reads: 0
3 p.
FNMA Guide
Reads: 0
9.
2 p.
Oxford Economics Report 11 June
Reads: 0
More from this user
1.
11 p.
Makalah IV
From: hendramadjid
Reads: 27,627
9 p.
Makalah IIA
From: hendramadjid
Reads: 20,232
27 p.
Makalah Lengkap
From: hendramadjid
Reads: 137,218
2.
24 p.
Makalah III
From: hendramadjid
Reads: 38,433
29 p.
Makalah II B
From: hendramadjid
Reads: 19,535
18 p.
Makalah I
From: hendramadjid
Reads: 31,155
Add a Comment
Spinner_trans_gray
kayuamakkau read this about 12 hours agoLearn more about Readcast.
Hafzan Reyes Nasution read this 6 days agoLearn more about Readcast.
Hafzan Reyes Nasution read this 6 days agoLearn more about Readcast.
ipoenk read this 6 days agoLearn more about Readcast.
Afrianty Ramadhani read this 06 / 25 / 2010Learn more about Readcast.
hendighos read this 06 / 23 / 2010Learn more about Readcast.
Alhidayat_Dayat_9767 read this 06 / 22 / 2010Learn more about Readcast.
Rio Samorita read this 06 / 19 / 2010Learn more about Readcast.
Hamkah Husain read this 06 / 16 / 2010Learn more about Readcast.
zainir read this 06 / 16 / 2010Learn more about Readcast.
Show More
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Transparent
Search Books, Presentations, Business, Academics...
Scribd
* About
* Press
* Jobs
* Contact
* Blog
* Scribd Store
Legal
* Terms - General
* Terms - API
* Terms - Privacy
* Copyright
Help & Tools
* Getting Started
* Community Guidelines
* Support & FAQ
* Web Stuff
Partners
* Partners / Publishers
* Branded Reader
* Developers / API
Subscribe to Us
* On Scribd
* On Twitter
* On Facebook
Enter your email address:
or Spinner_mac_white
What's New
* We have updated our Terms of Service
* Branded Reader
* Multi-file Uploader
scribd. scribd. scribd. scribd.
DI INDONESIA PADA UMUMNYA DAN
KALIMANTAN SELATAN KHUSUSNYA¹)
OLEH : WAHYU²)
Pendahuluan
Pendidikan memang tidak lepas dari politik, dan juga tidak lepas dari transformasi kebudayaan bangsa dan masyarakat Indonesia. Di dalam perjalanan perjuangan kebangsaan Indonesia kita lihat hubungan yang sangat erat antara pendidikan dan perjuangan nasional.
Kekuatan penjajah, khususnya Belanda, yang telah terlaksana hampir 350 tahun benar-benar telah mengungkung kemajuan bangsa Indonesia. Kekuatan kolonial Belanda telah mengakibatkan kemelaratan dan kebodohan. Segala kebijakan kaum penjajah diarahkan kepada sebesar-besarnya mengangkut kekayaan bumi Indonesia untuk kepentingannya. Yang tersisa adalah bangsa Indonesia yang tetap hidup melarat dan hidup di dalam alam kebodohan.
Namun, kehidupan dunia semakin terbuka, komunikasi antar bangsa semakin berjalan pesat, dan berbagai tokoh politik Belanda mulai menyadari akan kekeliruan mereka. Maka muncullah apa yang disebut gerakan politik etis di Belanda, yaitu kaum penjajah harus mengakui akan kekeliruannya terhadap daerah jajahannya. Akibat tekanan dan kecaman tokoh-tokoh kaum humanis dan sosial demokrat di Belanda memaksa pemerintah Belanda untuk meninjau kembali politik kolonialnya.
Pada tahun 1901, muncullah gerakan politik etis tersebut yang antara lain dibukanya yang lebih besar bagi anak-anak Bumi Putera (Indonesia) untuk memperoleh pendidikan Barat. Dengan pendidikan Barat inilah muncul suatu elit baru bangsa Indonesia yang berpendidikan. Salah satu hasil dari politik etis ini ialah munculnya inisiatif para pemuda pelajar Stovia di Jakarta pada 17 Maret 1915 mendirikanTr i k o ro
¹) Materi ini disampaikan pada acara Konferensi Pendidikan, Tema Momentum Seabad Kebangkitan Nasional Menuju Pendidikan Indonesia Lebih Baik, Minggu 25 Mei 2008 di Gedung Sultan Suriansyah Kayutangi Banjarmasin.
²) Guru Besar Sosiologi FKIP Unlam Banjarmasin.
1
1
Dharmo, yang didirikan oleh Dr. R. Satiman, meskipun gerakan ini masih berorientasi
etnik Jawa. Tapi gerakan ini kemudian melahirkan perkumpulan Jong Java yang sudah bersifat umum, yang kemudian diikuti oleh perkumpulan kesukuan lainnya, seperti Jong Sumatera (1917), Jong Ambon (1910), Jong Minahasa (1919), Jong Celebes, Jong Batak, Sekar Rukun (Pemuda Sunda, 1920), dan lain-lain.
Para Pemuda masa itu bergandengan dengan gerakan politik nasional yang mempunyai berbagai persamaan. Mereka bersepakat untuk memperbanyak kesempatan memperoleh pendidikan dengan membuka sekolah-sekolah sehingga dapat menampung semakin banyaknya anak Indonesia.
Betapa eratnya gerakan nasional dengan pendidikan nasional, yang antara lain bisa dilihat buah pikiran dari para tokoh gerakan nasional. Seperti, Wahidin Sudirohusodo mengatakan “hanya dengan banyak belajarlah orang-orang akan maju dan terbebaskan dari situasi serba tertindas” (Nasution, 1987; Tilaar, 1995). Kongres Pasundan tahun 1930, ketika ketuanya Otto Subrata, menegaskan bahwa gerakan itu berorientasi pada lima bidang, yaitu : (1) pengajaran dan pendidikan, (2) urusan sosial, (3) ekonomi, (4) politik, dan (5) keuangan. Di sini jelas sekali, betapa gerakan nasional berjalan seiring dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta menempatkan pengajaran dan pendidikan sebagai salah satu sarana yang utama. Dalam kaitan ini, Ki Hajar Dewantara tahun 1922 telah merumuskan siasat atau strategi perjuangan nasionalnya dalam bentuk mendirikan pendidikan nasional yang dinamakan Taman Siswa.
Lainnya, perkumpulan Partai Politik seperti PSSI, di dalam Anggaran Dasar yang dirumuskan tahun 1938 antara lain dikemukakan bahwa ada dua tujuan pengajaran : (1) Memenuhi keperluan rakyat dalam hal pengajaran, (2) Mengadakan aturan tentang kewajiban belajar. Begitu juga Pidato Pembelaan Bung Hatta tahun 1927 di pengadilan Den Haag antara lain menyebutkan supaya ada perbaikan di bidang sosial, antara lain pembinaan pendidikan nasional.
Dari uraian singkat ini, penulis ingin menegaskan kembali bahwa di dalam sejarah perjuangan nasional kita, maka tampak dengan jelas betapa pendidikan menempati tempat yang sangat strategis. Di dalam organisasi perjuangan para pemuda itu, ada organisasi yang secara jelas menempatkan pendidikan sebagai salah satu program perjuangannya, malah ada organisasi yang menjadikan pendidikan nasional
2
sebagai sarana perjuangan utamanya, seperti Perguruan nasional Taman Siswa. Dapatlah diambil kesimpulan bahwa seluruh organisasi politik nasional kita telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu program utamanya.
Pendidikan Pada Masa Kolonial Belanda
Tilaar (1995) dalam pandangannya menyebutkan ada 5 ciri yang dapat
ditemukan pendidikan kita di masa Kolonial Belanda, yaitu :
1.Sistem Dualisme
Dalam sistem dualisme diadakan garis pemisah antara sistem pendidikan untuk golongan Eropah dan sistem pendidikan untuk golongan Bumi Putera. Jadi, di sini diadakan garis pemisah sesuai dengan politik kolonial yang membedakan antara Bumi Putera dan pihak penjajah.
2.Sistem Konkordansi
Sistem ini berarti bahwa pendidikan di daerah penjajahan diarahkan atau disesuaikan dengan pendidikan yang terdapat di Belanda. Sistem ini diasumsikan bahwa dengan sistem yang berkonkordansi dengan sistem yang ada di Negeri Belanda, maka mutu pendidikan akan terjamin setingkat dengan pendidikan di Negeri Belanda. Oleh karena itu, lulusan sekolah dari daerah jajahan dapat melanjutkan ke sekolah tinggi yang terdapat di Negeri Belanda.
3.Sentralisasi
Kebijakan pendidikan di zaman kolonial diurus oleh sebuah Departemen Pengajaran. Departemen ini yang mengatur segala sesuatu mengenai pendidikan dengan perwakilannya yang terdapat di Propinsi-propinsi yang besar.
4.Menghambat Gerakan Nasional
Sistem pendidikan pada masa itu sangat selektif karena bukan diperuntukan untuk masyarakat Bumi Putera untuk mendapatkan pendidikan yang seluas-luasnya atau pendidikan yang lebih tinggi. Di dalam kurikulum pendidikan kolonial pada waktu itu, misalnya, sangat dipentingkan penguasaan bahasa Belanda dan hal-hal mengenai Negeri Belanda. Misalnya, di dalam mata pelajaran Ilmu Bumi, anak-anak Bumi Putera harus menghafal kota-kota kecil di Negeri Belanda, dll.
3
5.Perguruan Swasta yang Militan
Salah satu sekolah Swasta yang sangat gigih menentang kekuasaan kolonial ialah Sekolah-sekolah Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara tanggal 3 Juli 1922. Seperti kita ketahui, Sekolah-sekolah Taman Siswa didasarkan kepada 7 asas, yaitu:
1. Pendidikan didasarkan kepada kodrat alam.
2. Sistem among atau Tut Wuri Handayani, yaitu suatu prinsip pendidikan mendorong anak didik dari belakang, bukan menggurui agar anak dapat berdiri sendiri.
3. Pendidikan haruslah didasarkan kepada budaya nasional bukan budaya asing.
4. Pendidikan haruslah didasarkan kepada kerakyatan.
5. Pendidikan diarahkan kepada memupuk kepercayaan kepada kekuatan sendiri
untuk tumbuh.
6. Pendidikan harus dapat membiayai diri sendiri dan oleh sebab itu menolak
segala jenis subsidi yang diberikan pemerintah kolonial.
7. Keikhlasan lahir batin bagi guru untuk mendekati anak didik.
Pendidikan Pada Masa Pendudukan Militerisme Jepang
Dengan pecahnya Perang Dunia II, yang disebabkan oleh invasi tentara kerajaan Jepang tanggal 7 Desember 1941, maka runtuhlah sistem pemerintahan kolonial dan sekaligus pula sistem pendidikan yang ada di dalamnya. Dimulailah masa pendudukan militerisme Jepang selama hampir 3,5 tahun.
Terlepas dari berbagai bentuk negatif, pendidikan masa penjajahan militer Jepang banyak sedikitnya telah pula mengembangkan berbagai hal yang positif di dalam pembinaan sistem pendidikan di Indonesia.
Menurut Tilaar (1995) ada beberapa hal pembinaan sistem pendidikan di masa
pendudukan Jepang, yaitu :
1.Pendidikan untuk Kebutuhan Perang Asia Timur Raya
Tentara pendudukan Jepang ingin menghapuskan sisa-sisa pengaruh Barat di dalam masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat, antara lain, kebijakan untuk menghapuskan bahasa Belanda, baik dalam pergaulan sehari-hari, berbagai tulisan maupun nama
4
Makalah III
Kondisi Pendidikan di Kalimatan SElatan, Wahyu MS
Reads:
38,433
Uploaded:
05/31/2008
Category:
Research
Tags:
Education
makalah
Education
makalah
(Less)
Rated:
(19 Ratings)
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this document
Spam or junk
Porn adult content
Hateful or offensive
If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice.
Cancel
This is a private document. Question_small
1277866617
hendramadjid
Share & Embed
Link / URL:
Embed Size & Settings:
* Width: Auto
* Height: (proportional to specified width)
* Start on page:
* Preview View:
More share options
Related
1.
3 p.
PRANATA PENDIDIKAN
Reads: 804
25 p.
16650727 Reformasi Sistem Pendidik...
Reads: 192
4 p.
Sistem Pendidikan Nasional
Reads: 629
2.
35 p.
MAKALAH PENDIDIKAN ( UTS )
Reads: 666
31 p.
Makalah Profesi Pendidikan Indones...
Reads: 2734
11 p.
PENGERTIAN PENDIDIKAN
Reads: 953
3.
14 p.
DDK
Reads: 8615
10 p.
Print Peranan Pendidikan Islam Non...
Reads: 1233
21 p.
Makalah Pendidikan Menengah Dalam ...
Reads: 20224
4.
6 p.
g546-Pun 364-Filsafat Dan Sejarah ...
Reads: 1358
29 p.
Print Daftar Piket
Reads: 270
34 p.
UU No 20 Thn 2003 Ttg Sisdiknas
Reads: 6434
5.
34 p.
uu no 20 thn 2003 ttg sisdiknas
Reads: 575
26 p.
Tugas Manajemen Pendidikan
Reads: 211
11 p.
PENDIDIKAN
Reads: 1178
6.
21 p.
UU No 20 Thn 2003 Ttg Sisdiknas
Reads: 353
4 p.
jangan diapus
Reads: 0
30 p.
Www.hukumonline.com
Reads: 150
7.
1 p.
The Fordsburg Independent Newspape...
Reads: 0
674 p.
The Secret Teachings of All Ages M...
Reads: 0
1 p.
Press Release - Oceanic Bank Inter...
Reads: 0
8.
131 p.
Gulf of Aden war ship battle porta...
Reads: 0
2 p.
Jobswire.com Resume of wheelerkenn...
Reads: 0
3 p.
FNMA Guide
Reads: 0
9.
2 p.
Oxford Economics Report 11 June
Reads: 0
More from this user
1.
11 p.
Makalah IV
From: hendramadjid
Reads: 27,627
9 p.
Makalah IIA
From: hendramadjid
Reads: 20,232
27 p.
Makalah Lengkap
From: hendramadjid
Reads: 137,218
2.
24 p.
Makalah III
From: hendramadjid
Reads: 38,433
29 p.
Makalah II B
From: hendramadjid
Reads: 19,535
18 p.
Makalah I
From: hendramadjid
Reads: 31,155
Add a Comment
Spinner_trans_gray
kayuamakkau read this about 12 hours agoLearn more about Readcast.
Hafzan Reyes Nasution read this 6 days agoLearn more about Readcast.
Hafzan Reyes Nasution read this 6 days agoLearn more about Readcast.
ipoenk read this 6 days agoLearn more about Readcast.
Afrianty Ramadhani read this 06 / 25 / 2010Learn more about Readcast.
hendighos read this 06 / 23 / 2010Learn more about Readcast.
Alhidayat_Dayat_9767 read this 06 / 22 / 2010Learn more about Readcast.
Rio Samorita read this 06 / 19 / 2010Learn more about Readcast.
Hamkah Husain read this 06 / 16 / 2010Learn more about Readcast.
zainir read this 06 / 16 / 2010Learn more about Readcast.
Show More
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Transparent
Search Books, Presentations, Business, Academics...
Scribd
* About
* Press
* Jobs
* Contact
* Blog
* Scribd Store
Legal
* Terms - General
* Terms - API
* Terms - Privacy
* Copyright
Help & Tools
* Getting Started
* Community Guidelines
* Support & FAQ
* Web Stuff
Partners
* Partners / Publishers
* Branded Reader
* Developers / API
Subscribe to Us
* On Scribd
* On Twitter
* On Facebook
Enter your email address:
or Spinner_mac_white
What's New
* We have updated our Terms of Service
* Branded Reader
* Multi-file Uploader
scribd. scribd. scribd. scribd.
makalah
BAB I
TEORI KEMISKINAN
PENGERTIAN KEMISKINAN
Berbagai Pengertian
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan- kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.
Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropah. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran.
Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara- negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin.
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di
1
perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah.
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan "buatan" terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin. Maka itulah sebabnya para pakar ekonomi sering mengkritik kebijakan pembangunan yang melulu terfokus pada pertumbuhan ketimbang pemerataan.
Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemah mengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat
2
kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.
Lebih lanjut, garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Melalui pendekatan sosial masih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi dari indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Sementara ini yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran.
Menurut data BPS hasil Susenas pada akhir tahun 1998, garis kemiskinan penduduk perkotaan ditetapkan sebesar Rp. 96.959 per kapita per bulan dan penduduk miskin perdesaan sebesar Rp. 72.780 per kapita per bulan. Dengan perhitungan uang tersebut dapat dibelanjakan untuk memenuhi konsumsi setara dengan 2.100 kalori per kapita per hari, ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya, seperti sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi. Angka garis kemiskinan ini jauh sangat tinggi bila dibanding dengan angka tahun 1996 sebelum krisis ekonomi yang hanya sekitar Rp. 38.246 per kapita per bulan untuk penduduk perkotaan dan Rp. 27.413 bagi penduduk perdesaan.
Banyak pendapat di kalangan pakar ekonomi mengenai definisi dan klasifikasi kemiskinan ini. Dalam bukunya The Affluent Society, John Kenneth Galbraith melihat kemiskinan di Amerika Serikat terdiri dari tiga macam, yakni kemiskinan umum, kemiskinan kepulauan, dan kemiskinan kasus. Pakar ekonomi lainnya melihat secara global, yakni kemiskinan massal/kolektif, kemiskinan musiman (cyclical), dan kemiskinan individu.
Kemiskinan kolektif dapat terjadi pada suatu daerah atau negara yang mengalami kekurangan pangan. Kebodohan dan eksploitasi manusia dinilai sebagai penyebab keadaan itu. Kemiskinan musiman atau periodik dapat terjadi manakala daya beli masyarakat menurun atau rendah. Misalnya sebagaimana, sekarang terjadi di Indonesia. Sedangkan, kemiskinan individu dapat terjadi pada setiap orang, terutama kaum cacat fisik atau mental, anak-anak yatim, kelompok lanjut usia.
3
Penanggulangan Kemiskinan
Bagaimana menangani kemiskinan memang menarik untuk disimak. Teori ekonomi mengatakan bahwa untak memutus mata rantai lingkaran kemiskinan dapat dilakukan peningkatan keterampilan sumber daya manusianya, penambahan modal investasi, dan mengembangkan teknologi. Melalui berbagai suntikan maka diharapkan produktifitas akan meningkat. Namun, dalam praktek persoalannya tidak semudah itu. Lantas apa yang dapat dilakukan?
Program-program kemiskinan sudah banyak dilaksanakan di berbagai negara. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat program penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antar negara bagian, memperbaiki kondisi permukiman perkotaan dan perdesaan, perluasan kesempatan pendidikan dan kerja untuk para pemuda, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa, dan pemberian bantuan kepada kaum miskin usia lanjut. Selain program pemerintah, juga kalangan masyarakat ikut terlibat membantu kaum miskin melalui organisasi kemasyarakatan, gereja, dan lain sebagainya.
Di Indonesia program-program penanggulangan kemiskinan sudah banyak pula dilaksanakan, seperti : pengembangan desa tertinggal, perbaikan kampung, gerakan terpadu pengentasan kemiskinan. Sekarang pemerintah menangani program tersebut secara menyeluruh, terutama sejak krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997, melalui program-program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Dalam JPS ini masyarakat sasaran ikut terlibat dalam berbagai kegiatan.
Sedangkan, P2KP sendiri sebagai program penanggulangan kemiskinan di perkotaan lebih mengutamakan pada peningkatan pendapatan masyarakat dengan mendudukan masyarakat sebagai pelaku utamanya melalui partisipasi aktif. Melalui partisipasi aktif ini dari masyarakat miskin sebagai kelompok sasaran tidak hanya
4
berkedudukan menjadi obyek program, tetapi ikut serta menentukan program yang paling cocok bagi mereka. Mereka memutuskan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil dari pelaksanaan program. Nasib dari program, apakah akan terus berlanjut atau berhenti, akan tergantung pada tekad dan komitmen masyarakat sendiri. (Redaksi)
BAB II
JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN INDIKATORNYA
5
Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi negara berkembang, bahkan negara-negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar negara Dunia Ketiga. Secara umum, jenis-jenis kemiskinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Pertama, kemiskinan absolut, di mana dengan pendekatan ini diidentifikasi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tertentu. Kedua, kemiskinan relatif, yaitu pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing golongan pendapatan. Berbeda dengan kemiskinan absolut, kemiskinan relatif bersifat dinamis dan tergantung di mana seseorang tinggal.
Untuk lebih mengetahui secara pasti tingkat kemiskinan suatu masyarakat maka diciptakan indikator kemiskinan atau garis kemiskinan. Di Indonesia, garis kemiskinan BPS menggunakan dua macam pendekatan, yaitu pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) dan pendekatan Head Count Index. Selain itu, terdapat garis kemiskinan lainnya, yaitu garis kemiskinan Sajogyo dan garis kemiskinan Esmara. Sajogyo mendefinisikan batas garis kemiskinan sebagai tingkat konsumsi per kapita setahun yang sama dengan beras. Kelemahan dari metode ini adalah hanya menggunakan acuan satu harga komoditi dan porsinya dalam anggaran keluarga, bahkan dalam keluarga miskin, menurun secara cepat. Berdasarkan kelemahan tersebut Esmara mencoba untuk menetapkan suatu garis kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang dipandang dari sudut pengeluaran aktual pada sekelompok barang dan jasa esensial, seperti yang diungkapkan secara berturut-turut dalam Susenas.
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan, menurut Sharp et al., dapat disebabkan oleh ketidaksamaan pola
6
kepemilikan sumber daya, perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia dan disebabkan oleh perbedaan akses dalam modal. Sedangkan lingkaran setan kemiskinan versi Nurkse sangat relevan dalam menjelaskan fenomena kemiskinan yang terjadi di negara-negara terbelakang. Menurutnya negara miskin itu miskin karena dia miskin (a poor country is poor because it is poor).
Menurut Thorbecke, kemiskinan dapat lebih cepat tumbuh di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan karena, pertama, krisis cenderung memberi pengaruh terburuk kepada beberapa sektor ekonomi utama di wilayah perkotaan, seperti konstruksi, perdagangan dan perbankan yang membawa dampak negatif terhadap pengangguran di perkotaan; kedua, penduduk pedesaan dapat memenuhi tingkat subsistensi dari produksi mereka sendiri. Hasil studi atas 100 desa yang dilakukan oleh SMERU Research Institute memperlihatkan bahwa pertumbuhan belum tentu dapat menanggulangi kemiskinan, namun perlu pertumbuhan yang keberlanjutan dan distribusi yang lebih merata serta kemudahan akses bagi rakyat miskin.
Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Strategi penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di Jepang, solusi yang diterapkan adalah dengan menerapkan pajak langsung yang progresif atas tanah dan terbatas pada rumah tangga petani pada lapisan pendapatan yang tinggi, sedangkan Cina melakukannya melalui pembentukan kerangka kelembagaan perdesaan dengan kerja sama kelompok dan brigades di tingkat daerah yang paling rendah (communes). Di sisi lain, solusi pemberantasan kemiskinan di Taiwan melalui mobilisasi sumber daya dari sektor pertanian dengan mengandalkan mekanisme pasar.
Selain strategi di atas, ada juga Model Pertumbuhan Berbasis Teknologi atau Rural-Led Development yang menyoroti potensi pesatnya pertumbuhan dalam sektor pertanian yang dibuka dengan kemajuan teknologi dan kemungkinan sektor pertanian menjadi
7
sektor yang memimpin. Di Indonesia, salah satu strategi penanggulangan kemiskinan ditempuh melalui pemberdayaan partisipatif masyarakat melalui P2KP. Sasaran dari program ini adalah kaum miskin perkotaan yang sangat rentan terhadap krisis dibandingkan dengan masyarakat perdesaan.
Pertumbuhan versus Pemerataan
Pada beberapa kasus memang dijumpai adanya studi empiris yang mendukung hipotesis kurva U terbalik (hipotesis Kuznets), namun hal ini perlu disikapi hati-hati tergantung dari jenis data yang dipakai, apakah data silang atau runut waktu. Hal ini penting karena keduanya memberikan kesimpulan yang berbeda.
Ketimpangan Distribusi Pendapatan: Indikator dan Trend
Pada umumnya ada 3 macam indikator distribusi pendapatan yang sering digunakan dalam penelitian. Pertama, indikator distribusi pendapatan perorangan. Kedua, kurva Lorenz. Ketiga, koefisien gini. Masing-masing indikator tersebut mempunyai relasi satu sama lainnya. Semakin jauh kurva Lorenz dari garis diagonal maka semakin besar ketimpangan distribusi pendapatannya. Begitu juga sebaliknya, semakin berimpit kurva Lorenz dengan garis diagonal, semakin merata distribusi pendapatan. Sedangkan untuk koefisien gini, semakin kecil nilainya, menunjukkan distribusi yang lebih merata. Demikian juga sebaliknya.
Studi empiris menunjukkan bahwa bentuk kurva Lorenz untuk kasus negara berkembang pada umumnya semakin menjauhi dibandingkan dengan negara maju. Apabila dilihat koefisien gini, negara maju mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan negara berkembang.
8
Masalah Dualisme Pembangunan
Industrialisasi di dunia sangat erat kaitannya dengan revolusi industri yang terjadi di Inggris pada abad ke-18. Revolusi industri yang terjadi di negara maju ternyata mendorong negara-negara lain untuk bereaksi dengan 2 cara. Pertama, berusaha untuk meniru model revolusi industri. Kedua dengan melakukan kontak dagang. Usaha untuk meniru tersebut banyak dilakukan oleh negara-negara di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat. Hal tersebut menjadi titik tolak mulainya pembagian dunia menjadi negara industri dan nonindustri. Revolusi industri menyebar dengan cepat di negara-negara yang melakukan revolusi pertanian khususnya di Eropa Barat dan Amerika Utara, sedangkan di negara dengan produktivitas pertanian yang rendah, seperti Eropa Tengah dan Eropa Selatan atau Amerika Latin dan Cina kemajuan industrinya berjalan relatif lambat.
Teori dualisme Boeke amat populer pada pertengahan 1950-an karena menerangkan mengapa perekonomian daerah jajahan (Eastern/Colonial Economy) amat berbeda secara fundamental dengan perekonomian negara-negara Barat yang berdasarkan mekanisme pasar. Oleh karena itu, Boeke berpendapat bahwa teori ekonomi konvensional dari Barat jelas tidak dapat diterapkan di negara-negara Timur. Ia mengusulkan perlunya disusun teori dengan kerangka yang sama sekali baru. Teori “baru” ini jelas lebih kompleks karena harus memperhitungkan kondisi dualistik dengan 2 sistem sosial yang berbeda, saling mempengaruhi, dan saling berbenturan.
Meskipun banyak kritikus Belanda yang mengkaji seluruh ataupun sebagian teori Boeke bertahun-tahun sejak Perang Dunia II, namun boleh dikatakan tidak ada pemikiran yang muncul menentang Boeke (Mackie, 1980). Boeke tetap merupakan ilmuwan yang berpengaruh dari tahun 1929 hingga kematiannya pada tahun 1956. Kritik yang paling gencar
9
terhadap teori Boeke datang dari Benjamin Higgins (1955). Kritik yang lain datang dari Sadli
(1957) dan Mackie (1980).
Dualisme vs Segmentasi Pasar
Studi yang dilakukan oleh Chris Manning, Hal Hill, Ross McLeod, dan Howard Dick menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia bukan dualisme, melainkan mengandung banyak segmentasi pasar. Keempat pakar ini memberikan kontribusi yang amat berharga terhadap pemahaman mengenai struktur ekonomi mikro Indonesia.
Studi Hal Hill (1980) agaknya lebih condong mendukung adanya dualisme teknologi, bukan dualisme sosial, yang dilontarkan oleh Higgins. Hill menunjukkan relevansi konsep dualisme teknologi dalam industri tenun Indonesia. Kendati demikian, Hill menunjukkan bahwa konsep dualisme teknologi kurang tepat diterapkan dalam kasus industri tenun Indonesia. Ia melihat dualisme teknologi memiliki relevansi untuk industri Indonesia..
Manning mencatat terdapat banyak perbedaan upah dan praktik-praktik di pasar tenaga kerja di berbagai segmen industri manufaktur Indonesia. Berbeda dengan dikotomi prakapitalis-kapitalis versi Boeke, ia menekankan yang terjadi di pasar tenaga kerja bukan dualisme melainkan diferensiasi akibat perbedaan teknologi.
McLeod mendefinisikan dualisme sebagai koeksistensi yang berlanjut antara sektor “modern” dan “tradisional” dalam ekonomi domestik NSB. Dalam sektor keuangan, dualisme finansial terjadi antara pasar uang formal dan pasar uang informal. McLeod mengidentifikasi perbedaan utama dalam pasar keuangan sebagai perbedaan harga, perbedaan dalam jenis peminjam, dan perbedaan dalam lokasi geografis.
Dick menyimpulkan bahwa kondisi dualisme yang tidak berubah hanyalah ilusi. Ia mencatat adanya 3 gelombang teknologi baru yang melanda kepulauan Indonesia dalam teknologi alat pelayaran yang mengakibatkan adanya dualisme teknologi.
10
Kependudukan dan Pengangguran
Strategi pembangunan berdimensi manusia menawarkan konsep yang lebih luas dan menyeluruh yang meliputi semua pilihan-pilihan kebutuhan manusia pada semua tingkatan masyarakat dan semua tahapan pembangunan. Konsep ini meletakkan pembangunan di sekitar manusia, bukan manusia di sekitar pembangunan. Elemen penting dari pembangunan manusia adalah tersedianya pilihan-pilihan bagi masyarakat untuk dapat hidup sehat dan panjang umur, memperoleh pendidikan, dan memperoleh akses bagi sumber daya yang diperlukan untuk standar hidup yang layak, dan memperoleh kebebasan politik sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara.
Besarnya investasi suatu negara dalam pembangunan manusia yang terlihat dalam proporsi pengeluaran publik untuk sektor pendidikan dan kesehatan dalam anggaran belanja negaranya dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana sebuah negara memperhatikan pembangunan manusianya.
Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berada pada tahap transisi antara penduduk muda menjadi penduduk tua. Hasil pembangunan di bidang kependudukan di Indonesia terlihat dari perubahan komposisi penduduk menurut umur yang tercermin dari semakin rendahnya proporsi penduduk tidak produktif dan semakin rendahnya angka beban tanggungan.
Proporsi penduduk usia kerja dalam angkatan kerja mengalami peningkatan pada tahun 1999-2001. TPAK di Indonesia menunjukkan jumlah yang lebih tinggi di daerah perdesaan dibandingkan di perkotaan karena tingkat partisipasi sekolah untuk SLTP dan SLTA lebih tinggi di daerah perkotaan.
Wanita dalam Pembangunan
Kesenjangan gender yang terjadi di negara berkembang disebabkan oleh adanya norma sosial yang mempengaruhi pilihan-pilihan dan perilaku rumah tangga dan faktor lembaga legal formal yang mempengaruhi kegiatan ekonominya
11
Salah satu indikator integrasi wanita dalam pembangunan adalah akses terhadap pendidikan dalam hal ini digunakan ukuran tingkat partisipasi sekolah yang menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang telah memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada. Perbandingan antara indeks pembangunan yang berhubungan dengan gender (GDI) dan indeks pembangunan manusia (HDI) dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kesenjangan gender (gender disparity) di suatu daerah.
Migrasi
Urbanisasi secara luas didefinisikan dengan perpindahan penduduk desa yang menuju kota sehingga mengakibatkan semakin besarnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan. Tingkat urbanisasi di Indonesia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. Perkembangan kota yang lebih cepat mengakibatkan terjadinya urbanisasi yang bersifat prematur. Artinya, urbanisasi desa kota terjadi sebelum industri di kota mampu berdiri sendiri. Migrasi dari desa ke kota ini diyakini merupakan faktor utama penyumbang pertumbuhan kota. Alasan orang untuk melakukan migrasi, menurut Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) 1995 adalah (1) perubahan status perkawinan dan ikut saudara kandung/famili lain sebesar, (2) karena pekerjaan sebesar, (3) karena pendidikan sebesar, (4) karena perumahan, dan (5) lain-lain.
Pendatang baru di kota karena tidak memperoleh pekerjaan mencoba mengadu nasibnya dengan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kota sebagai self employment yang akhir akhir ini dikenal sebagai sektor informal.
Posisi dan Kondisi Hutang Dunia
Utang menjadi fenomena umum bagi negara-negara berkembang. Namun demikian, dalam kenyataannya negara-negara maju pun juga mempunyai utang luar negeri yang tidak kalah banyaknya dengan negara dunia ketiga. Salah satu faktor yang membedakan
12
antara keduanya adalah sering kali negara berkembang tidak mampu mengelola utang secara profesional. Hal ini menyebabkan utang yang semula digunakan untuk membiayai pembangunan beralih menjadi beban pembangunan. Secara umum, alasan mengapa negara berkembang harus berutang adalah tingkat tabungan dalam negeri yang rendah sehingga harus mencari dana lain untuk membiayai investasi dan minimnya persediaan devisa untuk mengimpor barang-barang, seperti mesin-mesin pabrik atau bahan baku. Hal tersebut berkaitan erat dengan Likuiditas Nasional, yaitu ketersediaan baik mata uang lokal maupun asing untuk kebutuhan pembayaran impor ataupun membayar utang. Atas dasar inilah muncul konsep Guidotti Rule bahwa setidaknya negara dapat dikatakan “aman” apabila mempunyai persediaan devisa yang cukup untuk kebutuhan pembiayaan satu tahun ke depan.
Timbulnya Krisis Utang
Beban utang yang berlebihan apalagi bila dikelola dengan buruk, dapat menjerumuskan negara ke dalam krisis. Hal ini sudah ditunjukkan dengan fenomena krisis baik yang terjadi di Amerika Latin maupun di Asia. Dilihat dari faktor penyebabnya, Faktor penyebabnya bukan semata-mata negara peminjam tetapi juga disebabkan dari aspek internasional. Misalnya, saja kekurang hati-hatian bank internasional dalam memberikan dana pinjaman ke negara berkembang. Sering kali krisis utang disertai dengan pelarian modal ke luar negeri (capital flight) sehingga makin memperburuk perekonomian negara tersebut. Capital flight menyebabkan turunnya investasi dalam negeri, yang berakibat pada rendahnya output nasional. Rendahnya output nasional berakibat meningkatnya tingkat DSR. Tingginya tingkat DSR menimbulkan adanya spekulasi yang mendorong adanya modal yang mengalir ke luar negeri. Demikian seterusnya sehingga proses yang berjalan merupakan vicious circle.
Setidaknya terdapat lima dampak negatif dari beban utang luar negeri bagi negara tersebut, yaitu pertama, menimbulkan efek negatif terhadap tingkat tabungan di dalam negeri (domestic saving rate); kedua, mempertahankan overvalued currency sehingga mempermudah
13
impor untuk tujuan-tujuan yang tidak produktif; ketiga, sebagian besar dana utang luar negeri sektor pemerintah dibelanjakan di negara pemberi utang, bukan di negara penerima utang; keempat, pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri jelas mengalihkan dana yang dapat digunakan sebagai investasi domestik; dan kelima, membuat pemerintah negara berkembang pengutang besar untuk mengintensifkan penerimaan pajak sehingga dapat menyebabkan kondisi investasi yang tidak kondusif dan pelarian modal ke luar negeri (capital flight).
Solusi Krisis Utang
Krisis utang di luar negeri tidak saja membuat negara berkembang menderita, tetapi juga negara dan institusi donor yang selama ini memberi pinjaman. Mereka kuatir bahwa negara kreditor tidak mampu membayar kembali utang-utangnya. Pada perkembangannya timbul beberapa solusi krisis ini, di antaranya pendirian institusi pengelolaan utang, HIPC Initiative, dan Debt for Nature Swap. Beberapa negara-negara yang termasuk HIPC mendapat pengurangan utang melalui prakarsa yang disebut HIPC Initiative yang dalam perkembangannya muncul HIPC Enhanced Initiative. Namun, Indonesia tidak dapat bantuan pengurangan utang ini karena masih dianggap mampu untuk membayar cicilan utang dan bunganya. Selanjutnya Indonesia mengajukan program debt for nature swap kepada beberapa negara kreditor yang tergabung dalam CGI. Hasilnya beberapa negara menerima dan sebagian menolak. Dalam perkembangannya, konversi utang ini tidak saja berlaku untuk pembiayaan pelestarian lingkungan, namun juga melebar ke bidang pendidikan dan kesehatan.
Investasi Luar Negeri
Peranan investasi asing langsung mempunyai peranan penting bagi perekonomian negara khususnya negara berkembang yang memiliki stok tabungan yang minim. Namun demikian, survei yang dilakukan oleh UNCTAD menunjukkan bahwa negara maju pun sebenarnya memerlukan investasi asing. Hal tersebut dapat dilihat dari aliran FDI yang
14
berasal dari negara maju menuju ke negara maju lainnya.
Pada umumnya investasi asing dapat berupa FDI atau investasi portofolio. Perbedaannya adalah FDI lebih bersifat jangka panjang dan biasanya terjadi transfer teknologi dan manajerial yang dapat diadopsi oleh negara tuan rumah (host country). Sebaliknya, investasi portofolio bersifat jangka pendek dan implikasinya adalah modal tersebut dapat bergerak pindah dari suatu negara ke negara lain (mobilitas ini disebut juga “uang panas”). Oleh karena itu, suatu negara sangat rentan terhadap keberadaan investasi portofolio ini.
Anggito Abimanyu (1994) dalam studinya mengenai TNC di Indonesia menyimpulkan beberapa hal yang menarik berdasarkan analisis data industri tahun 1986-1991 dari Badan Pusat Statistik. Pertama, peningkatan masuknya TNC ke Indonesia, terutama PMA penuh pada akhir tahun 1980-an, bukan merupakan industri unggulan, namun justru yang sudah buangan. Kedua, kinerja TNC umumnya cenderung berorientasi pada pasar dalam negeri meskipun produk yang dihasilkan memiliki keunggulan komparatif untuk ekspor. Ketiga, TNC cenderung memanfaatkan tenaga kerja yang relatif terlalu tinggi dan boros karena upah yang rendah. Dengan kata lain, kondisi upah rendah adalah daya tarik utama masuknya TNC ke Indonesia.
Perusahaan Transnasional (TNC )
Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan TNC di beberapa negara memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan produktivitas ekonomi negara tersebut. Dalam skala global, besarnya peranan TNC dapat dilihat dari besarnya tenaga kerja yang diserap, jumlah penjualan di dunia serta aliran FDI yang meningkat dari tahun ke tahun (World
15
Investment Report 2002). Pada umumnya TNC terkemuka di dunia di dominasi oleh negara- negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Namun, dalam perkembangannya, terdapat 5 TNC yang berasal dari negara berkembang, seperti Venezuela (Petroleos de Venezuela) dan Malaysia (Petronas).
Menurut Dicken (1992), peranan TNC dapat dijelaskan (1) TNC dapat mengendalikan ekonomi di lebih satu negara; (2) kemampuan TNC untuk memanfaatkan perbedaan geografis antarnegara dan daerah khususnya dalam segi faktor endowments (termasuk kebijakan pemerintah); (3) kemampuan TNC untuk memindahkan sumber daya dan operasi lintas lokasi dalam skala global. Kontribusi TNC bagi host country adalah bertambahnya stok modal, transfer pengetahuan, dan praktik manajerial dan organisasi.
Dalam perkembangannya, terdapat beberapa pihak yang menganggap bahwa TNC membawa manfaat positif bagi negara berkembang. Namun, di lain pihak berargumen bahwa TNC justru lebih membawa dampak negatif daripada dampak positif bagi suatu negara. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya pro-kontra bagi keberadaan TNC.
Strategi Pembangunan Industri
Strategi pembangunan industri yang umum digunakan di suatu negara adalah substitusi impor (inward-looking) dan promosi ekspor (outward-looking). Strategi substitusi impor identik dengan proteksionisme yang dilakukan pemerintah untuk melindungi industri yang masih muda agar dapat bersaing, sedangkan strategi promosi ekspor identik dengan usaha peningkatan ekspor untuk meningkatkan pendapatan nasional.
Strategi substitusi impor diminati oleh banyak negara berkembang setidaknya karena 2 alasan berikut. Pertama, strategi substitusi impor yang pada dasarnya diterapkan untuk memenuhi permintaan domestik akan barang-barang konsumsi tidak selalu memerlukan teknologi maju untuk memproduksinya. Kedua, bagian yang paling menarik dari strategi substitusi impor adalah kemungkinan penghematan devisa melalui penurunan belanja negara
16
dalam bentuk valuta asing yang pada gilirannya akan menurunkan defisit perdagangan.
Keuntungan penerapan strategi promosi ekspor adalah meningkatnya nilai ekspor sebuah negara yang dapat meningkatkan pemasukan negara berupa mata uang asing sehingga meningkatkan cadangan devisa. Namun, penerapan strategi ini berpotensi menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk impor seiring dengan kenaikan pendapatan suatu negara yang pada akhirnya menimbulkan pengaruh negatif pada neraca perdagangan negara yang bersangkutan.
Kinerja dan Daya Saing Industri
Permasalahan struktural pada industri Indonesia adalah (1) tingginya tingkat konsentrasi dalam perekonomian dan banyaknya monopoli, baik yang terselubung maupun terang-terangan pada pasar yang diproteksi, (2) dominasi kelompok bisnis pemburu rente (rent-seeking) ternyata belum memanfaatkan keunggulan mereka dalam skala produksi dan kekuatan finansial untuk bersaing di pasar global, (3) lemahnya hubungan intra industri, sebagaimana ditunjukkan oleh minimnya perusahaan yang bersifat spesialis yang mampu menghubungkan klien bisnisnya yang berjumlah besar secara efisien, (4) struktur industri Indonesia terbukti masih dangkal, dengan minimnya sektor industri menengah, (5) masih kakunya BUMN sebagai pemasok input maupun sebagai pendorong kemajuan teknologi, (6) investor asing masih cenderung pada orientasi pasar domestik (inward oriented), dan sasaran usahanya sebagian besar masih pada pasar yang diproteksi.
Struktur industri Indonesia cenderung oligopolistik karena (1) adanya proteksi (tata niaga), (2) besarnya modal yang diperlukan untuk investasi, (3) tingginya teknologi yang digunakan, (4) adanya preferensi terhadap produk.
Daya saing negara amat berlainan dengan daya saing perusahaan karena setidaknya 2 alasan (1) dalam realitas, yang bersaing bukan negara, tetapi perusahaan dan industri. Kebanyakan orang menganalogkan daya saing negara identik dengan daya saing
17
perusahaan. Apabila negara Indonesia memiliki daya saing, belum tentu seluruh perusahaan dan industri Indonesia memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional, (2) mendefinisikan daya saing negara lebih problematik daripada daya saing perusahaan. Apabila suatu perusahaan tidak dapat membayar gaji karyawannya, membayar pasokan bahan baku dari para pemasok, dan membagi dividen, maka perusahaan itu akan bangkrut dan terpaksa ke luar dari bisnis yang digelutinya. Perusahaan memang bisa bangkrut, namun negara tidak memiliki bottom line alias tidak akan pernah “ke luar dari arena persaingan”.
Pengembangan Usaha Kecil
Ada 2 definisi usaha kecil yang dikenal di Indonesia. Pertama, menurut UU No 9 Tahun 1995 adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp1 miliar dan memiliki kekayaan bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, paling banyak Rp200 juta. Kedua, menurut BPS mengklasifikasikan industri berdasarkan jumlah pekerjanya, yaitu (1) industri rumah tangga dengan pekerja 1-4 orang; (2) industri kecil dengan pekerja 5-19 orang; (3) industri menengah dengan pekerja 20-99 orang; (4) industri besar dengan pekerja 100 orang atau lebih (BPS, 1999: 250).
Usaha kecil pada umumnya memiliki karakteristik (1) tidak adanya pembagian tugas yang jelas antara bidang administrasi dan operasi, (2) rendahnya akses industri kecil terhadap lembaga-lembaga kredit formal, (3) sebagian besar usaha kecil ditandai dengan belum dipunyainya status badan hukum, (4) dilihat menurut golongan industri tampak bahwa hampir sepertiga bagian dari seluruh industri kecil bergerak pada kelompok usaha industri makanan, minuman dan tembakau, kelompok industri barang galian bukan logam, industri tekstil, dan industri kayu, bambu, rotan, rumput dan sejenisnya termasuk perabotan rumah tangga. Masing-masing berkisar antara 21% hingga 22% dari seluruh industri kecil yang ada.
Perhatian untuk menumbuhkembangkan industri kecil dan rumah tangga (IKRT)
setidaknya dilandasi oleh 3 alasan, yaitu (1) IKRT menyerap banyak tenaga kerja, (2) IKRT
18
memegang peranan penting dalam ekspor nonmigas.
BAB III
LINGKARAN SETAN KEMISKINAN
Pada awal pembangunan di Indonesia, beredar suatu teori yang sangat terkenal mula-mula dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi asal Swedia dan penerima hadiah nobel untuk ekonomi, Ragnar Nurkse. Teori itu disebut teori “Lingkaran Setan Kemiskinan”, terjemahan dari “Vicius Sircle of Poverty”. Teori itu menjelaskan sebab-sebab kemiskinan
19
dinegara-negara sedang berkembang yang umunya baru merdeka dari penjajahan asing. Bertolak dari teori inilah, kemudian dikembangkan teori-teori ekonomi pembangunan, yaitu teori yang telah dikembangkan lebih dahulu di Eropa Barat yang menjadi cara pandang atau paradigma untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah ekonomi di negara-negara sedang berkembang, misalnya India atau Indonesia.
Pada pkoknya teori itu mengatakan bahwa negara-negara sedang berkembang itu miskin dan tetap miskin, karena produktivitasnya rendah. Kerana rendah produktivitasnya, maka penghasilan seseoarang juga remdah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya yang minim. Karena itulah mereka tidak bisa menabung. Padahal tabungan adalah sumber utama pembentukan modal masyarakat.
Untuk bisa membangun, maka lingkaran setan itu harus diputus, yaitu pada titik lingkaran rendahnya produktivitas, sebagai sebab awal dan pokok. Caranya adalah dengan memberi modal kepada pelaku ekonomi. Masalahnya tentu adalah, dari mana modal itu diperoleh ? jawabnya pada waktu itu adalah, utang dari luar. Dari sinilah maka pemerintah terjebak dari teori itu. Dengan alasan tidak memiliki modal rupiah atau devisa, maka pemerintah melakukan utang luar negeri.
Dalam wacana selanjutnya berdasar pengalaman negara-negara sedang berkembang muncul teori mengkoreksinya. Pertama muncul pendapat, bahwa modal finansial bukan satu-satunya faktor penyebab kemiskinan dan kunci pembangunan. Ada dua faktor lain yang penting peranannya, yaitu rendahnya mutu sumber daya manusai dan yang lain adalah tiadanya lembaga-lembaga negara. Pemerintah dan administrasi yang kuat dan efektif yang kemudian disebut juga negara rentan (soft-state). Kedua adalah, bahwa masyarakat tidak mampu menabung bukan karena tiadanya uang, melainkan tidak adanya lembaga yang menghimpun modal.
Belakangan memang lahir teori-teori mengenai sebab-sebab kemiskinan, misalnya
dari Gunar Myrdal dari Swedia dan John Kenneth Galbraith dari AS. Menurut ekonom AS
20
yang pernah menjadi Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Kennedy itu dalam bukunya ”Poverty Curtain” (1976) sekurang-kurangnya ada 17 faktor penyebab kemiskinan, misalnya miskinnya sumber daya alam, kolonialisme atau korupsi, yang berbeda dari satu negara ke negara lain. Faktor-faktor itu bukan hanya kelemahan, tatapi juga bisa menjadi potensi dan keunggulan. Misalnya Indonesia kaya sumber daya alam, tetapi rendah mutu sumber daya manusianya.
Sebenarnya teori lingkaran kemiskinan itu mengandung kebenaran yang diakui hingga sekarang, misalnya mengenai pentingnya peranan modal untuk meningkatkan produktivitas rakyat miskin. Jauh sebelum lahirnya teori barat itu, pentingnya peranan uang atau modal sudah diketahui oleh Patih Purwokerto, R Wiria Atmaja. Tapi ia menangapi masalah itu dengan cara khas Indonesia, yaitu melalui lembaga gotong royang guna membangkitkan swadaya dari bawah. Maka dibentuklah bank tolong menolong simpan pinjam (hulp en spaarbank), yang merupakan cikal bakal lembaga perkreditan mikro kemudia itu. Cara ini disebut juga sebagai pendekatan ekonomi kelembagaan.
Maka iapun memulai pendirian bank itu degan merogoh kocek sendiri dan kemudian mempergunakan kas masjid yang berasal dari zakat dan sadaqah sebagai modal awal. Bank itu didirikan pada tahun 1890, ketika rakyat Hindia Belanda dilanda kemiskinan yang istilah euphimismenya adalah ”kemerosotan tingkat kesejahteraan” yang diungkapkan oleh kaum liberal dalam parlemen Belanda. Patih itu memberikan jawaban terhadap teori ketidak mampuan rakyat dalam berswadaya, dengan sikap tidak meminta dan mengharap bantuan kepada Pemerintah Penjajah. Caranya adalah dengan ”tolong menolong” atau ”menolong diri sendiri” yang kemudia menjadi sebuah teori pembedayaan masyarakat yang populer di zaman kontemporer. Ia juga melakukan pendekatan kultural yang menjawab teori yang dikemukakan oleh Ranis mengenai tidak adanya lembaga yang menghimpun tabungan dan membentuk modal, yaitu dengan membentuk lembaga berbentuk koperasi simpan pinjam.
Gambar
“Lingkaran Setan Kemiskinan”, terjemahan dari “Vicius Sircle of Poverty”.
21
Ketidaksempurnaan Pasar
Ketebelakangan,
Ketertinggalan
Kekurangan Modal
Produktivitas Rendah
Investasi Rendah
Pendapatan Rendah
Tabungn Rendah
`
Memang, pada mulanya, bank tolong menolong itu di maksudkan untuk membantu kelompok priyayi rendahan yang miskin dan mengalami kesulitan hidup sehari-hari. Tapi tak lama kemudian, bank itu dimaksudkan untuk melong kaum tani, baik untuk kegiatan konsumtif maupun produktif, Kredit konsumsi merupakan perantara yang menghantarkan produsen untuk memaksimalkan dananya sendiri guna kegiatan produktif, khususnya di kalangan petani, karena bagaimanapun kredit itu memperkuat ketersediaan modal uang (financial capital).
Model Wira Atmadja itu, dalam aktualisasinya sekarang ini merupakan alternatif terhadap kebijaksanaan Pemerintah sekarang yang mengharapkan dana dari luar itu. Kebijaksanaan inilah yang mengubah paradigma pembangunan dari bawah menjadi pembangunan dari atas, melalui model sinterklas yang menyebabkan ketergantungan modal itu (capital dependence) di tingkat rakyat dan negara itu.
Namun masa Orde Baru, muncul pula reaksi kritis dan kreatif terhadap pendekatan dan kebijaksanaan pembangunan itu dan membuktikan kebenaran teori swadaya (selp-help) dan kemandirian (self-relience) itu. Orang itu adalah pejabat Bank Rakyat Indonesia (BRI) bernama Sugianto. BRI sebenarnya mengakui bahwa cikal bakal bank negara ini adalah hulp en sparbank. Hanya saja, ketika Pemeintah Hindia Belanda melihat potensi dan prospek bank
22
perkreditan rakyat, yang karena mangikuti nasihat residen Banyumas, Wolf van Westerode mengikuti model koperasi kredit Jerman, Raifeissen itu, kemudian dihimpun menjadi sebuah bank pusat atau sistem branc-banking yaitu bank yang didirikan di tingkat pusatdengan cabang-cabang kebawah di daerah-daerah yang disebut Algemeene Vilkscreditbank (AVB).
Di zaman kemerdekaan AVB ini dinasionaliasi dan dijadikan bank negara yang disebut BRI. Namun BRI ini berubah pendekatannya. Jika lembaga perkreditan rakyat (LPR) yang sekarang lebih populer disebut sebagai lembaga keuangan mikro (LKM) dengan kelompok sasaran rakyat miskin itu. Maka sistem perbankan berubah dari bank of the people (bank milik rakyat) menjadi bank for the people (bank untuk rakyat), model sinterklas.
Sugiyanto membuktikan melalui skemanya, bahwa rakyat di daerah miskin, seperti di Gunungkidu, ternyata mampu menabung, bahkan dalam jumlah besar. Kuncinya adalah lembaga yang mampu menghimpun tabungan itu secara sistematis, konsisten dan terus menerus. Selain itu, pada awal abad 21, lembaga keuangan mikro sya’riah yang disebut BMT (Bail al Maal wa al Tamwil), berhasil membuktikan bahwa LPM, dengan mendekatkan sya’riah mampu pula menghimpun modal secara swadaya dan memberdayakan ekonomi rakyat. Landasan teorinya adalah langsung mengkaitkan transaksi keuangan dengan kegiatan produktif, sehingga terhindar dari riba yang berbentuk ekonomi buih (bublble economy) yang disebut riba itu. Yaitu melalui model tabungan dan pembiayaan atas dasar prinsip bagi-hasil- rugi, (profit and loss-sharing) sebagai salah satu bentuk gotong royong.
BAB IV
KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH UNTUK MENGATASI KEMISKINAN
Konsep Kemiskinan
Kemiskinan merupakan konsep yang berwayuh wajah, bermatra multidimensional. Ellis (1984:242-245), misalnya, menunjukkan bahwa dimensi kemiskinan menyangkut aspek ekonomi, politik dan sosial-psikologis. Secara ekonomi, kemiskinan dapat didefinisikan sebagai kekurangan sumberdaya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
23
meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang. Sumberdaya dalam konteks ini menyangkut tidak hanya aspek finansial, melainkan pula semua jenis kekayaan (wealth) yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. Berdasarkan konsepsi ini, maka kemiskinan dapat diukur secara langsung dengan menetapkan persediaan sumberdaya yang dimiliki melalui penggunaan standar baku yang dikenal dengan garis kemiskinan (poverty line). Cara seperti ini sering disebut dengan metode pengukuran kemiskinan absolut. Garis kemiskinan yang digunakan BPS sebesar 2,100 kalori per orang per hari yang disetarakan dengan pendapatan tertentu atau pendekatan Bank Dunia yang menggunakan 1 dolar AS per orang per hari adalah contoh pengukuran kemiskinan absolut.
Secara politik, kemiskinan dilihat dari tingkat akses terhadap kekuasaan (power). Kekuasaan dalam pengertian ini mencakup tatanan sistem politik yang dapat menentukan kemampuan sekelompok orang dalam menjangkau dan menggunakan sumberdaya. Ada tiga pertanyaan mendasar yang bekaitan dengan akses terhadap kekuasaan ini, yaitu :
a.Bagaimana dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada dalam masyarakat,
b. Bagaimana orang dapat turut ambil bagian dalam pembuatan keputusan
penggunaan sumberdaya yang tersedia, dan
c. Bagaimana kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
kemasyarakatan.
Kemiskinan secara sosial-psikologis menunjuk pada kekurangan jaringan dan struktur sosial yang mendukung dalam mendapatkan kesempatan-kesempatan peningkatan produktivitas. Dimensi kemiskinan ini juga dapat diartikan sebagai kemiskinan yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat yang mencegah atau merintangi seseorang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada di masyarakat. Faktor-faktor penghambat tersebut secara umum meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal datang dari dalam diri si miskin itu sendiri, seperti rendahnya pendidikan atau adanya hambatan budaya. Teori “kemiskinan budaya” (cultural poverty) yang dikemukakan Oscar
24
Lewis, misalnya, menyatakan bahwa kemiskinan dapat muncul sebagai akibat adanya nilai- nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang-orang miskin, seperti malas, mudah menyerah pada nasib, kurang memiliki etos kerja dsb. Faktor eksternal datang dari luar kemampuan orang yang bersangkutan, seperti birokrasi atau peraturan-peraturan resmi yang dapat menghambat seseorang dalam memanfaatkan sumberdaya. Kemiskinan model ini seringkali diistilahkan dengan kemiskinan struktural. Menurut pandangan ini, kemiskinan terjadi bukan dikarenakan “ketidakmauan” si misikin untuk bekerja (malas), melainkan karena “ketidakmampuan” sistem dan struktur sosial dalam menydiakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja. Konsepsi kemiskinan yang bersifat multidimensional ini kiranya lebih tepat jika digunakan sebagai pisau analisis dalam mendefinisikan kemiskinan dan merumuskan kebijakan penanganan kemiskinan di Indonesia. Sebagaimana akan dikemukakan pada pembahasan berikutnya, konsepsi kemiskinan ini juga sangat dekat dengan perspektif pekerjaan sosial yang memfokuskan pada konsep keberfungsian sosial dan senantiasa melihat manusia dalam konteks lingkungan dan situasi sosialnya.
Potret Kemiskinan Di Indonesia
Masalah kemiskinan merupakan isu sentral di Tanah Air, terutama setelah Indonesia dilanda krisis multidimensional yang memuncak pada periode 1997-1999. Setelah dalam kurun waktu 1976-1996 tingkat kemiskinan menurun secara spektakuler dari 40,1 persen menjadi 11,3 persen, jumlah orang miskin meningkat kembali dengan tajam, terutama selama krisis ekonomi. Studi yang dilakukan BPS, UNDP dan UNSFIR menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin pada periode 1996-1998, meningkat dengan tajam dari 22,5 juta jiwa (11,3%) menjadi 49,5 juta jiwa (24,2%) atau bertambah sebanyak 27,0 juta jiwa (BPS, 1999).
25
Sementara itu, International Labour Organisation (ILO) memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia pada akhir tahun 1999 mencapai 129,6 juta atau sekitar 66,3 persen dari seluruh jumlah penduduk (BPS, 1999).
Data dari BPS (1999) juga memperlihatkan bahwa selama periode 1996-1998, telah terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin secara hampir sama di wilayah pedesaan dan perkotaan, yaitu menjadi sebesar 62,72% untuk wilayah pedesaan dan 61,1% untuk wilayah perkotaan. Secara agregat, presentasi peningkatan penduduk miskin terhadap total populasi memang lebih besar di wilayah pedesaan (7,78%) dibandingkan dengan di perkotaan (4,72%). Akan tetapi, selama dua tahun terakhir ini secara absolut jumlah orang miskin meningkat sekitar 140% atau 10,4 juta jiwa di wilayah perkotaan, sedangkan di pedesaan sekitar 105% atau 16,6 juta jiwa (lihat Remi dan Tjiptoherijanto, 2002).
Data di atas mengindikasikan bahwa krisis telah membuat penderitaan penduduk perkotaan lebih parah ketimbang penduduk pedesan. Menurut Thorbecke (1999) setidaknya ada dua penjelasan atas hal ini: Pertama, krisis cenderung memberi pengaruh lebih buruk pada beberapa sektor ekonomi utama di perkotaan, seperti perdagangan, perbankan dan konstruksi. Sektor-sektor ini membawa dampak negatif dan memperparah pengangguran di perkotaan. Kedua, pertambahan harga bahan makanan kurang berpengaruh terhadap penduduk pedesaan, karena mereka masih dapat memenuhi kebutuhan dasarnya melalui sistem produksi subsisten yang dihasilkan dan dikonsumsi sendiri. Hal ini tidak terjadi pada masyarakat perkotaan dimana sistem produksi subsisten, khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan makanan, tidak terlalu dominan pada masyarakat perkotaan.
Angka kemiskinan ini akan lebih besar lagi jika dalam kategori kemiskinan dimasukan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang kini jumlahnya mencapai lebih dari 21 juta orang. PMKS meliputi gelandangan, pengemis, anak jalanan, yatim piatu, jompo terlantar, dan penyandang cacat yang tidak memiliki pekerjaan atau memiliki pekerjaan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara umum kondisi PMKS lebih
26
memprihatinkan ketimbang orang miskin. Selain memiliki kekurangan pangan, sandang dan papan, kelompok rentan (vulnerable group) ini mengalami pula ketelantaran psikologis, sosial dan politik.Selain kelompok di atas, terdapat juga kecenderungan dimana krisis ekonomi telah
meningkatkan jumlah orang yang bekerja di sektor informal. Merosotnya pertumbuhan ekonomi, dilikuidasinya sejumlah kantor swasta dan pemerintah, dan dirampingkannya struktur industri formal telah mendorong orang untuk memasuki sektor informal yang lebih fleksibel. Studi ILO (1998) memperkirakan bahwa selama periode krisis antara tahun 1997 dan 1998, pemutusan hubungan kerja terhadap 5,4 juta pekerja pada sektor industri modern telah menurunkan jumlah pekerja formal dari 35 persen menjadi 30 persen. Menurut Tambunan (2000), sedikitnya setengah dari para penganggur baru tersebut diserap oleh sektor informal dan industri kecil dan rumah-tangga lainnya. Pada sektor informal perkotaan, khususnya yang menyangkut kasus pedagang kaki lima, peningkatannya bahkan lebih dramatis lagi. Di Jakarta dan Bandung, misalnya, pada periode akhir 1996-1999 pertumbuhan pedagang kaki lima mencapai 300 persen (Kompas, 23 November 1998; Pikiran Rakyat, 11 October 1999). Dilihat dari jumlah dan potensinya, pekerja sektor informal ini sangat besar. Namun demikian, seperti halnya dua kelompok masyarakat di atas, kondisi sosial ekonomi pekerja sektor informal masih berada dalam kondisi miskin dan rentan.
Departemen Sosial tidak pernah absen dalam mengkaji masalah kemiskinan ini, termasuk melaksanakan program-program kesejahteraan sosial – yang dikenal PROKESOS – yang dilaksanakan baik secara intra-departemen maupun antar-departemen bekerjasama dengan departemen-departemen lain secara lintas sektoral. Dalam garis besar, pendekatan Depsos dalam menelaah dan menangani kemiskinan sangat dipengaruhi oleh perspektif pekerjaan sosial (social work). Pekerjaan sosial dimaksud, bukanlah kegiatan-kegiatan sukarela atau pekerjaan-pekerjaan amal begitu saja, melainkan merupakan profesi pertolongan kemanusiaan yang memiliki dasar-dasar keilmuan (body of knowledge), nilai-nilai (body of
27
value) dan keterampilan (body of skils) profesional yang umumnya diperoleh melalui
pendidikan tinggi pekerjaan sosial (S1, S2 dan S3).
Strategi Penaggualangan Kemiskinan : Konsepsi Pekerjaan Sosial
Salah satu permasalahan kesejahteraan sosial di Indonesia yang senantiasa menuntut keterlibatan pekerjaan sosial dalam penanganannya adalah masalah kemiskinan. Pekerjaan sosial adalah profesi pertolongan kemanusiaan yang fokus utamanya untuk membantu orang agar dapat membantu dirinya sendiri. Dalam proses pertolongannya, pekerjaan sosial berpijak pada nilai, pengetahuan dan keterampilan profesional yang mengedepankan prinsip keberfungsian sosial (social functioning) (Siporin, 1975; Zastrow, 1982; 1989; Morales, 1989; Suharto, 1997). Konsep keberfungsian sosial pada intinya menunjuk pada “kapabilitas” (capabilities) individu, keluarga atau masyarakat dalam menjalankan peran-peran sosial di lingkungannya. Konsepsi ini mengedepankan nilai bahwa klien adalah subyek pembangunan; bahwa klien memiliki kapabilitas dan potensi yang dapat dikembangkan dalam proses pertolongan, bahwa klien memiliki dan/atau dapat menjangkau, memanfaatkan, dan memobilisasi asset dan sumber-sumber yang ada di sekitar dirinya.
Sebagamana halnya profesi kedokteran berkaitan dengan konsepsi “kesehatan”, psikolog dengan konsepsi “perilaku adekwat”, guru dengan konsepsi “pendidikan”, dan pengacara dengan konsepsi “keadilan”, keberfungsian sosial merupakan konsepsi yang penting bagi pekerjaan sosial karena merupakan pembeda antara profesi pekerjaaan sosial dengan profesi lainnya. Morales dan Sheafor (1989:18) menyatakan:
Social functioning is a helpful concept because it takes into consideration both the environment characteristics of the person and the forces from the environment. It suggests that a person brings to the situation a set of behaviors, needs, and beliefs that are the result of his or her unique experiences from birth. Yet it also recognizes that whatever is brought to the situation must be related to the world as that person confronts it. It is in the transactions
28
between the person and the parts of that person’s world that the quality of life can be
enhanced or damaged. Herein lies the uniqueness of social work.
Secara konseptual pekerjaan sosial memandang bahwa kemiskinan merupakan persoalan-persoalan multidimensional, yang bermatra ekonomi-sosial dan individual- struktural. Berdasarkan perspektif ini, ada tiga kategori kemiskinan yang menjadi pusat perhatian pekerjaan sosial, yaitu:
1.
Kelompok yang paling miskin (destitute) atau yang sering didefinisikan sebagai fakir miskin. Kelompok ini secara absolut memiliki pendapatan dibawah garis kemiskinan (umumnya tidak memiliki sumber pendapatan sama sekali) serta tidak memiliki akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
2. Kelompok miskin (poor). Kelompok ini memiliki pendapatan dibawah garis kemiskinan namun secara relatif memiliki akses terhadap pelayanan sosial dasar (misalnya, masih memiliki sumber-sumber finansial, memiliki pendidikan dasar atau tidak buta hurup,).
3. Kelompok rentan (vulnerable group). Kelompok ini dapat dikategorikan bebas dari kemesikinan, karena memiliki kehidupan yang relatif lebih baik ketimbang kelompok destitute maupun miskin. Namun sebenarnya kelompok yang sering disebut “near poor” (agak miskin) ini masih rentan terhadap berbagai perubahan sosial di sekitarnya. Mereka seringkali berpindah dari status “rentan” menjadi “miskin” dan bahhkan “destitute” bila terjadi krisis ekonomi dan tidak mendapat pertolongan sosial.
Secara tegas, memang sulit mengkategorikan bahwa sasaran garapan pekerjaan sosial adalah salah satu kelompok dari ketiga kelompok di atas. Pekerjaan sosial melihat bahwa kelompok sasaran dalam menangani kemiskinan harus mencakup tiga kelompok
29
miskin secara simultan. Dalam kaitan ini, maka seringkali orang mengklasifikasikan kemiskinan berdasarkan “status” atau “profil” yang melekat padanya yang kemudian disebut Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Gelandangan, pengemis, anak jalanan, suku terasing, jompo terlantar, penyandang cacat (tubuh, mental, sosial) dll adalah beberapa contoh PMKS yang sering diidentikan dengan sasaran pekerjaan sosial di Indonesia. Belum ada hasil penelitian yang komprehensif apakah mereka ini tergolong pada kelompok destitute, poor atau vulnerable. Namun dapat diasumsikan bahwa proporsi jumlah PMKS diantara ketiga kategori tersebut membentuk piramida kemiskinan.
Sesuai dengan konsepsi mengenai keberfungsian sosial, strategi penanganan kemiskinan pekerjaan sosial terfokus pada peningkatan kemampuan orang miskin dalam menjalankan tugas-tugas kehidupan sesuai dengan statusnya. Karena tugas-tugas kehidupan dan status merupakan konsepsi yang dinamis dan multi-wajah, maka intervensi pekerjaan sosial senantiasa melihat sasaran perubahan (orang miskin) tidak terpisah dari lingkungan dan situasi yang dihadapinya. Prinsip ini dikenal dengan pendekatan “person-in-environment dan person-in-situation”.
Pada pendekatan pertama, pekerja sosial melihat penyebab kemiskinan dan sumber-sumber penyelesaian kemiskinan dalam kaitannya dengan lingkungan dimana si miskin tinggal, baik dalam konteks keluarga, kelompok pertemanan (peer group), maupun masyarakat. Penanganan kemiskinan yang bersifat kelembagaan (institutional) biasanya didasari oleh pertimbangan ini. Beberapa bentuk PROKESOS yang telah dan sedang dikembangkan oleh Depsos dapat disederhanakan menjadi :
1. Pemberian pelayanan dan rehabilitasi sosial yang diselenggarakan oleh panti-
panti sosial.
2. Program jaminan, perlindungan dan asuransi kesejahteraan sosial.
Pendekatan kedua, yang melihat si miskin dalam konteks situasinya, strategi
30
pekerjaan sosial berpijak pada prinsip-prinsip individualisation dan self-determinism yang melihat si miskin secara individual yang memiliki masalah dan kemampuan unik. Program anti kemiskinan dalam kacamata ini disesuaikan dengan kejadian-kejadian dan/atau masalah- masalah yang dihadapinya. PROKESOS penanganan kemiskinan dapat dikategorikan kedalam beberapa strategi:
1. Strategi kedaruratan. Misalnya, bantuan uang, barang dan tenaga bagi korban
bencana alam.
2. Strategi kesementaraan atau residual. Misalnya, bantuan stimulan untuk usaha-
usaha ekonomis produktif.
3. Strategi pemberdayaan. Misalnya, program pelatihan dan pembinaan keluarga muda mandiri, pembinaan partisipasi sosial masyarakat, pembinaan anak dan remaja.
4. Strategi “penanganan bagian yang hilang”. Strategi yang oleh Caroline Moser disebut sebagai “the missing piece strategy” ini meliputi program-program yang dianggap dapat memutuskan rantai kemiskinan melalui penanganan salah satu aspek kunci kemiskinan yang kalau “disentuh” akan membawa dampak pada aspek-aspek lainnya. Misalnya, pemberian kredit, program KUBE atau Kelompok Usaha Bersama.
PENUTUP
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa kemiskinan merupakan masalah yang kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektoral, lintas profesional dan lintas lembaga. Departemen Sosial merupakan salah satu lembaga pemerintah yang telah lama aktif dalam program pengentasan kemsikinan. Dalam strateginya Depsos berpijak pada teori dan pendekatan pekerjaan sosial. Strategi penanganan kemiskinan dalam persepektif pekerjaan sosial terfokus pada peningkatan keberfungsian sosial si miskin (dalam arti individu dan kelompok) dalam
31
kaitannya dengan konteks lingkungan dan sistuasi sosial. Dianalogikan dengan strategi pemberian ikan dan kail, maka strategi pengentasan kemiskinan tidak hanya bermatra individual, yakni dengan: (a) Memberi ikan; dan (b) Memberi kail. Lebih jauh lagi, pekerjaan sosial berupaya untuk mengubah struktur-struktur sosial yang tidak adil, dengan: (c) Memberi keterampilan memancing; (d) Menghilangkan dominasi kepemilikan kolam ikan; dan (e) Mengusahakan perluasan akses pemasaran bagi penjualan ikan hasil memancing tersebut
SARAN
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah. Jadi, saran saya agar Pemerintah dan Seluruh Masyarakat di Indonesia mau bekerja-sama untuk ikut berperan serata dalam meminimalkan jumlah kemiskinan agar Negara kita bisa bangkit dari keterpurukan baik dari krisis ekonomi maupun kemiskinan yang semakin meningkat setiap tahunnya, agar Negara kita bisa berkembang dan maju serta mensejajarkan dengan Negara maju yang sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
Internet :www.googl e.co.id
www.wordpers.com/masalah kemiskinan/makna/go.id
32
TEORI KEMISKINAN
Maaf ya kalau makalahnya masih jauh dari harapan, hanya sampai disini kemampuan saya. semoga bisa membantu teman-teman. sukses selalu...
Reads:
17,067
Uploaded:
04/24/2009
Category:
School Work > Study Guides, Notes, & Quizzes
Rated:
(9 Ratings)
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this document
Spam or junk
Porn adult content
Hateful or offensive
If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice.
Cancel
This is a private document. Question_small
1277866241
FADLIANSYAH,SE
Ads by Google
Mencari lelaki lajang
Bertemu pria lajang mencari jodoh
Cobalah pelayanan chat gratis kami!
www.IndonesianCupid.com
Mau Gaji Rp.1,5 Jt / hari
Cuma dengan investasi Rp.100 rb
Caranya sangat mudah di...
www.pestauang.com
Citifinancial Indonesia?
Dana Tunai Cepat Siap 1 Jam.
Tanpa Agunan. Apply Sekarang!
Citibank.co.ID/CitiFinancial
Share & Embed
Link / URL:
Embed Size & Settings:
* Width: Auto
* Height: (proportional to specified width)
* Start on page:
* Preview View:
More share options
Related
1.
13 p.
Teori Konvergensi Dan Pertumbuhan ...
Reads: 3121
15 p.
makalah
Reads: 1017
15 p.
Makalah Kewarganegaraan
Reads: 440
2.
23 p.
tugas IPS
Reads: 662
26 p.
Faktor Penyebab Kemiskinan
Reads: 1750
28 p.
KEMISKINAN
Reads: 944
3.
532 p.
Buku Ekonomi Internasional Lengkap...
Reads: 3912
532 p.
Buku Ekonomi Internasional Lengkap...
Reads: 10890
19 p.
Memutus Lingkaran Kemiskinan Dalam...
Reads: 19
4.
5 p.
menhapa pembangunan
Reads: 20
5 p.
Mengapa Kemiskinan Di Indonesia Me...
Reads: 64
5 p.
Pembangunan Kesejahteraan Sosial D...
Reads: 378
5.
5 p.
Pembangunan Kesejahteraan Sosial D...
Reads: 131
16 p.
KEMISKINAN
Reads: 0
7 p.
Tinjauan Kemiskinan di Indonesia
Reads: 2178
6.
3 p.
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Dan...
Reads: 192
4 p.
6 21 2010 Rollout for Monday
Reads: 0
15 p.
Networking Notes
Reads: 0
7.
50 p.
6760783 Race Evolution and Behavio...
Reads: 0
7 p.
Reader's Anthem
Reads: 0
9 p.
Aborted book Project
Reads: 0
8.
70 p.
Fathers' Rights Bomb Threats_0
Reads: 0
1 p.
LID:BIS - AIRPORT DIAGRAM (1007)
Reads: 0
1 p.
LID:SYI - RNAV (GPS) Z RWY 36 (100...
Reads: 0
9.
2 p.
LID:DTO - GREGS SIX (1007)
Reads: 0
More from this user
1.
8 p.
Tips Mengoptimalkan Bios Pada P...
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 952
2 p.
Atasi Bad Sector Pada Hard Disk
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 382
2 p.
Tutorial Reseter
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 88
2.
13 p.
KonversiArabWord
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 412
2 p.
Tutorial Reseter Printer Canon
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 533
32 p.
TEORI KEMISKINAN
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 17,043
ToNy Setiawan
Add a Comment
Spinner_trans_gray
RinaManullang read this 1 day agoLearn more about Readcast.
Iswinda Stephanie
Iswinda Stephanie read this 3 days agoLearn more about Readcast.
Ahadar Tuhuteru
Ahadar Tuhuteru read this 4 days agoLearn more about Readcast.
chibi-chan read this 4 days agoLearn more about Readcast.
Isra Raiza Felicia
Isra Raiza Felicia read this 5 days agoLearn more about Readcast.
bagooos read this 5 days agoLearn more about Readcast.
Radieah read this 06 / 27 / 2010Learn more about Readcast.
genot646027 read this 06 / 26 / 2010Learn more about Readcast.
deendoet read this 06 / 26 / 2010Learn more about Readcast.
periko_putra read this 06 / 25 / 2010Learn more about Readcast.
Show More
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Transparent
Search Books, Presentations, Business, Academics...
Scribd
* About
* Press
* Jobs
* Contact
* Blog
* Scribd Store
Legal
* Terms - General
* Terms - API
* Terms - Privacy
* Copyright
Help & Tools
* Getting Started
* Community Guidelines
* Support & FAQ
* Web Stuff
Partners
* Partners / Publishers
* Branded Reader
* Developers / API
Subscribe to Us
* On Scribd
* On Twitter
* On Facebook
Enter your email address:
or Spinner_mac_white
What's New
* We have updated our Terms of Service
* Branded Reader
* Multi-file Uploader
scribd. scribd. scribd.
TEORI KEMISKINAN
PENGERTIAN KEMISKINAN
Berbagai Pengertian
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan- kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.
Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropah. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran.
Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara- negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin.
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di
1
perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah.
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan "buatan" terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin. Maka itulah sebabnya para pakar ekonomi sering mengkritik kebijakan pembangunan yang melulu terfokus pada pertumbuhan ketimbang pemerataan.
Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemah mengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat
2
kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.
Lebih lanjut, garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Melalui pendekatan sosial masih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi dari indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Sementara ini yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran.
Menurut data BPS hasil Susenas pada akhir tahun 1998, garis kemiskinan penduduk perkotaan ditetapkan sebesar Rp. 96.959 per kapita per bulan dan penduduk miskin perdesaan sebesar Rp. 72.780 per kapita per bulan. Dengan perhitungan uang tersebut dapat dibelanjakan untuk memenuhi konsumsi setara dengan 2.100 kalori per kapita per hari, ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya, seperti sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi. Angka garis kemiskinan ini jauh sangat tinggi bila dibanding dengan angka tahun 1996 sebelum krisis ekonomi yang hanya sekitar Rp. 38.246 per kapita per bulan untuk penduduk perkotaan dan Rp. 27.413 bagi penduduk perdesaan.
Banyak pendapat di kalangan pakar ekonomi mengenai definisi dan klasifikasi kemiskinan ini. Dalam bukunya The Affluent Society, John Kenneth Galbraith melihat kemiskinan di Amerika Serikat terdiri dari tiga macam, yakni kemiskinan umum, kemiskinan kepulauan, dan kemiskinan kasus. Pakar ekonomi lainnya melihat secara global, yakni kemiskinan massal/kolektif, kemiskinan musiman (cyclical), dan kemiskinan individu.
Kemiskinan kolektif dapat terjadi pada suatu daerah atau negara yang mengalami kekurangan pangan. Kebodohan dan eksploitasi manusia dinilai sebagai penyebab keadaan itu. Kemiskinan musiman atau periodik dapat terjadi manakala daya beli masyarakat menurun atau rendah. Misalnya sebagaimana, sekarang terjadi di Indonesia. Sedangkan, kemiskinan individu dapat terjadi pada setiap orang, terutama kaum cacat fisik atau mental, anak-anak yatim, kelompok lanjut usia.
3
Penanggulangan Kemiskinan
Bagaimana menangani kemiskinan memang menarik untuk disimak. Teori ekonomi mengatakan bahwa untak memutus mata rantai lingkaran kemiskinan dapat dilakukan peningkatan keterampilan sumber daya manusianya, penambahan modal investasi, dan mengembangkan teknologi. Melalui berbagai suntikan maka diharapkan produktifitas akan meningkat. Namun, dalam praktek persoalannya tidak semudah itu. Lantas apa yang dapat dilakukan?
Program-program kemiskinan sudah banyak dilaksanakan di berbagai negara. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat program penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antar negara bagian, memperbaiki kondisi permukiman perkotaan dan perdesaan, perluasan kesempatan pendidikan dan kerja untuk para pemuda, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa, dan pemberian bantuan kepada kaum miskin usia lanjut. Selain program pemerintah, juga kalangan masyarakat ikut terlibat membantu kaum miskin melalui organisasi kemasyarakatan, gereja, dan lain sebagainya.
Di Indonesia program-program penanggulangan kemiskinan sudah banyak pula dilaksanakan, seperti : pengembangan desa tertinggal, perbaikan kampung, gerakan terpadu pengentasan kemiskinan. Sekarang pemerintah menangani program tersebut secara menyeluruh, terutama sejak krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997, melalui program-program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Dalam JPS ini masyarakat sasaran ikut terlibat dalam berbagai kegiatan.
Sedangkan, P2KP sendiri sebagai program penanggulangan kemiskinan di perkotaan lebih mengutamakan pada peningkatan pendapatan masyarakat dengan mendudukan masyarakat sebagai pelaku utamanya melalui partisipasi aktif. Melalui partisipasi aktif ini dari masyarakat miskin sebagai kelompok sasaran tidak hanya
4
berkedudukan menjadi obyek program, tetapi ikut serta menentukan program yang paling cocok bagi mereka. Mereka memutuskan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil dari pelaksanaan program. Nasib dari program, apakah akan terus berlanjut atau berhenti, akan tergantung pada tekad dan komitmen masyarakat sendiri. (Redaksi)
BAB II
JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN INDIKATORNYA
5
Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi negara berkembang, bahkan negara-negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar negara Dunia Ketiga. Secara umum, jenis-jenis kemiskinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Pertama, kemiskinan absolut, di mana dengan pendekatan ini diidentifikasi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tertentu. Kedua, kemiskinan relatif, yaitu pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing golongan pendapatan. Berbeda dengan kemiskinan absolut, kemiskinan relatif bersifat dinamis dan tergantung di mana seseorang tinggal.
Untuk lebih mengetahui secara pasti tingkat kemiskinan suatu masyarakat maka diciptakan indikator kemiskinan atau garis kemiskinan. Di Indonesia, garis kemiskinan BPS menggunakan dua macam pendekatan, yaitu pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) dan pendekatan Head Count Index. Selain itu, terdapat garis kemiskinan lainnya, yaitu garis kemiskinan Sajogyo dan garis kemiskinan Esmara. Sajogyo mendefinisikan batas garis kemiskinan sebagai tingkat konsumsi per kapita setahun yang sama dengan beras. Kelemahan dari metode ini adalah hanya menggunakan acuan satu harga komoditi dan porsinya dalam anggaran keluarga, bahkan dalam keluarga miskin, menurun secara cepat. Berdasarkan kelemahan tersebut Esmara mencoba untuk menetapkan suatu garis kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang dipandang dari sudut pengeluaran aktual pada sekelompok barang dan jasa esensial, seperti yang diungkapkan secara berturut-turut dalam Susenas.
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan, menurut Sharp et al., dapat disebabkan oleh ketidaksamaan pola
6
kepemilikan sumber daya, perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia dan disebabkan oleh perbedaan akses dalam modal. Sedangkan lingkaran setan kemiskinan versi Nurkse sangat relevan dalam menjelaskan fenomena kemiskinan yang terjadi di negara-negara terbelakang. Menurutnya negara miskin itu miskin karena dia miskin (a poor country is poor because it is poor).
Menurut Thorbecke, kemiskinan dapat lebih cepat tumbuh di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan karena, pertama, krisis cenderung memberi pengaruh terburuk kepada beberapa sektor ekonomi utama di wilayah perkotaan, seperti konstruksi, perdagangan dan perbankan yang membawa dampak negatif terhadap pengangguran di perkotaan; kedua, penduduk pedesaan dapat memenuhi tingkat subsistensi dari produksi mereka sendiri. Hasil studi atas 100 desa yang dilakukan oleh SMERU Research Institute memperlihatkan bahwa pertumbuhan belum tentu dapat menanggulangi kemiskinan, namun perlu pertumbuhan yang keberlanjutan dan distribusi yang lebih merata serta kemudahan akses bagi rakyat miskin.
Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Strategi penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di Jepang, solusi yang diterapkan adalah dengan menerapkan pajak langsung yang progresif atas tanah dan terbatas pada rumah tangga petani pada lapisan pendapatan yang tinggi, sedangkan Cina melakukannya melalui pembentukan kerangka kelembagaan perdesaan dengan kerja sama kelompok dan brigades di tingkat daerah yang paling rendah (communes). Di sisi lain, solusi pemberantasan kemiskinan di Taiwan melalui mobilisasi sumber daya dari sektor pertanian dengan mengandalkan mekanisme pasar.
Selain strategi di atas, ada juga Model Pertumbuhan Berbasis Teknologi atau Rural-Led Development yang menyoroti potensi pesatnya pertumbuhan dalam sektor pertanian yang dibuka dengan kemajuan teknologi dan kemungkinan sektor pertanian menjadi
7
sektor yang memimpin. Di Indonesia, salah satu strategi penanggulangan kemiskinan ditempuh melalui pemberdayaan partisipatif masyarakat melalui P2KP. Sasaran dari program ini adalah kaum miskin perkotaan yang sangat rentan terhadap krisis dibandingkan dengan masyarakat perdesaan.
Pertumbuhan versus Pemerataan
Pada beberapa kasus memang dijumpai adanya studi empiris yang mendukung hipotesis kurva U terbalik (hipotesis Kuznets), namun hal ini perlu disikapi hati-hati tergantung dari jenis data yang dipakai, apakah data silang atau runut waktu. Hal ini penting karena keduanya memberikan kesimpulan yang berbeda.
Ketimpangan Distribusi Pendapatan: Indikator dan Trend
Pada umumnya ada 3 macam indikator distribusi pendapatan yang sering digunakan dalam penelitian. Pertama, indikator distribusi pendapatan perorangan. Kedua, kurva Lorenz. Ketiga, koefisien gini. Masing-masing indikator tersebut mempunyai relasi satu sama lainnya. Semakin jauh kurva Lorenz dari garis diagonal maka semakin besar ketimpangan distribusi pendapatannya. Begitu juga sebaliknya, semakin berimpit kurva Lorenz dengan garis diagonal, semakin merata distribusi pendapatan. Sedangkan untuk koefisien gini, semakin kecil nilainya, menunjukkan distribusi yang lebih merata. Demikian juga sebaliknya.
Studi empiris menunjukkan bahwa bentuk kurva Lorenz untuk kasus negara berkembang pada umumnya semakin menjauhi dibandingkan dengan negara maju. Apabila dilihat koefisien gini, negara maju mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan negara berkembang.
8
Masalah Dualisme Pembangunan
Industrialisasi di dunia sangat erat kaitannya dengan revolusi industri yang terjadi di Inggris pada abad ke-18. Revolusi industri yang terjadi di negara maju ternyata mendorong negara-negara lain untuk bereaksi dengan 2 cara. Pertama, berusaha untuk meniru model revolusi industri. Kedua dengan melakukan kontak dagang. Usaha untuk meniru tersebut banyak dilakukan oleh negara-negara di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat. Hal tersebut menjadi titik tolak mulainya pembagian dunia menjadi negara industri dan nonindustri. Revolusi industri menyebar dengan cepat di negara-negara yang melakukan revolusi pertanian khususnya di Eropa Barat dan Amerika Utara, sedangkan di negara dengan produktivitas pertanian yang rendah, seperti Eropa Tengah dan Eropa Selatan atau Amerika Latin dan Cina kemajuan industrinya berjalan relatif lambat.
Teori dualisme Boeke amat populer pada pertengahan 1950-an karena menerangkan mengapa perekonomian daerah jajahan (Eastern/Colonial Economy) amat berbeda secara fundamental dengan perekonomian negara-negara Barat yang berdasarkan mekanisme pasar. Oleh karena itu, Boeke berpendapat bahwa teori ekonomi konvensional dari Barat jelas tidak dapat diterapkan di negara-negara Timur. Ia mengusulkan perlunya disusun teori dengan kerangka yang sama sekali baru. Teori “baru” ini jelas lebih kompleks karena harus memperhitungkan kondisi dualistik dengan 2 sistem sosial yang berbeda, saling mempengaruhi, dan saling berbenturan.
Meskipun banyak kritikus Belanda yang mengkaji seluruh ataupun sebagian teori Boeke bertahun-tahun sejak Perang Dunia II, namun boleh dikatakan tidak ada pemikiran yang muncul menentang Boeke (Mackie, 1980). Boeke tetap merupakan ilmuwan yang berpengaruh dari tahun 1929 hingga kematiannya pada tahun 1956. Kritik yang paling gencar
9
terhadap teori Boeke datang dari Benjamin Higgins (1955). Kritik yang lain datang dari Sadli
(1957) dan Mackie (1980).
Dualisme vs Segmentasi Pasar
Studi yang dilakukan oleh Chris Manning, Hal Hill, Ross McLeod, dan Howard Dick menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia bukan dualisme, melainkan mengandung banyak segmentasi pasar. Keempat pakar ini memberikan kontribusi yang amat berharga terhadap pemahaman mengenai struktur ekonomi mikro Indonesia.
Studi Hal Hill (1980) agaknya lebih condong mendukung adanya dualisme teknologi, bukan dualisme sosial, yang dilontarkan oleh Higgins. Hill menunjukkan relevansi konsep dualisme teknologi dalam industri tenun Indonesia. Kendati demikian, Hill menunjukkan bahwa konsep dualisme teknologi kurang tepat diterapkan dalam kasus industri tenun Indonesia. Ia melihat dualisme teknologi memiliki relevansi untuk industri Indonesia..
Manning mencatat terdapat banyak perbedaan upah dan praktik-praktik di pasar tenaga kerja di berbagai segmen industri manufaktur Indonesia. Berbeda dengan dikotomi prakapitalis-kapitalis versi Boeke, ia menekankan yang terjadi di pasar tenaga kerja bukan dualisme melainkan diferensiasi akibat perbedaan teknologi.
McLeod mendefinisikan dualisme sebagai koeksistensi yang berlanjut antara sektor “modern” dan “tradisional” dalam ekonomi domestik NSB. Dalam sektor keuangan, dualisme finansial terjadi antara pasar uang formal dan pasar uang informal. McLeod mengidentifikasi perbedaan utama dalam pasar keuangan sebagai perbedaan harga, perbedaan dalam jenis peminjam, dan perbedaan dalam lokasi geografis.
Dick menyimpulkan bahwa kondisi dualisme yang tidak berubah hanyalah ilusi. Ia mencatat adanya 3 gelombang teknologi baru yang melanda kepulauan Indonesia dalam teknologi alat pelayaran yang mengakibatkan adanya dualisme teknologi.
10
Kependudukan dan Pengangguran
Strategi pembangunan berdimensi manusia menawarkan konsep yang lebih luas dan menyeluruh yang meliputi semua pilihan-pilihan kebutuhan manusia pada semua tingkatan masyarakat dan semua tahapan pembangunan. Konsep ini meletakkan pembangunan di sekitar manusia, bukan manusia di sekitar pembangunan. Elemen penting dari pembangunan manusia adalah tersedianya pilihan-pilihan bagi masyarakat untuk dapat hidup sehat dan panjang umur, memperoleh pendidikan, dan memperoleh akses bagi sumber daya yang diperlukan untuk standar hidup yang layak, dan memperoleh kebebasan politik sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara.
Besarnya investasi suatu negara dalam pembangunan manusia yang terlihat dalam proporsi pengeluaran publik untuk sektor pendidikan dan kesehatan dalam anggaran belanja negaranya dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana sebuah negara memperhatikan pembangunan manusianya.
Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berada pada tahap transisi antara penduduk muda menjadi penduduk tua. Hasil pembangunan di bidang kependudukan di Indonesia terlihat dari perubahan komposisi penduduk menurut umur yang tercermin dari semakin rendahnya proporsi penduduk tidak produktif dan semakin rendahnya angka beban tanggungan.
Proporsi penduduk usia kerja dalam angkatan kerja mengalami peningkatan pada tahun 1999-2001. TPAK di Indonesia menunjukkan jumlah yang lebih tinggi di daerah perdesaan dibandingkan di perkotaan karena tingkat partisipasi sekolah untuk SLTP dan SLTA lebih tinggi di daerah perkotaan.
Wanita dalam Pembangunan
Kesenjangan gender yang terjadi di negara berkembang disebabkan oleh adanya norma sosial yang mempengaruhi pilihan-pilihan dan perilaku rumah tangga dan faktor lembaga legal formal yang mempengaruhi kegiatan ekonominya
11
Salah satu indikator integrasi wanita dalam pembangunan adalah akses terhadap pendidikan dalam hal ini digunakan ukuran tingkat partisipasi sekolah yang menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang telah memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada. Perbandingan antara indeks pembangunan yang berhubungan dengan gender (GDI) dan indeks pembangunan manusia (HDI) dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kesenjangan gender (gender disparity) di suatu daerah.
Migrasi
Urbanisasi secara luas didefinisikan dengan perpindahan penduduk desa yang menuju kota sehingga mengakibatkan semakin besarnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan. Tingkat urbanisasi di Indonesia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. Perkembangan kota yang lebih cepat mengakibatkan terjadinya urbanisasi yang bersifat prematur. Artinya, urbanisasi desa kota terjadi sebelum industri di kota mampu berdiri sendiri. Migrasi dari desa ke kota ini diyakini merupakan faktor utama penyumbang pertumbuhan kota. Alasan orang untuk melakukan migrasi, menurut Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) 1995 adalah (1) perubahan status perkawinan dan ikut saudara kandung/famili lain sebesar, (2) karena pekerjaan sebesar, (3) karena pendidikan sebesar, (4) karena perumahan, dan (5) lain-lain.
Pendatang baru di kota karena tidak memperoleh pekerjaan mencoba mengadu nasibnya dengan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kota sebagai self employment yang akhir akhir ini dikenal sebagai sektor informal.
Posisi dan Kondisi Hutang Dunia
Utang menjadi fenomena umum bagi negara-negara berkembang. Namun demikian, dalam kenyataannya negara-negara maju pun juga mempunyai utang luar negeri yang tidak kalah banyaknya dengan negara dunia ketiga. Salah satu faktor yang membedakan
12
antara keduanya adalah sering kali negara berkembang tidak mampu mengelola utang secara profesional. Hal ini menyebabkan utang yang semula digunakan untuk membiayai pembangunan beralih menjadi beban pembangunan. Secara umum, alasan mengapa negara berkembang harus berutang adalah tingkat tabungan dalam negeri yang rendah sehingga harus mencari dana lain untuk membiayai investasi dan minimnya persediaan devisa untuk mengimpor barang-barang, seperti mesin-mesin pabrik atau bahan baku. Hal tersebut berkaitan erat dengan Likuiditas Nasional, yaitu ketersediaan baik mata uang lokal maupun asing untuk kebutuhan pembayaran impor ataupun membayar utang. Atas dasar inilah muncul konsep Guidotti Rule bahwa setidaknya negara dapat dikatakan “aman” apabila mempunyai persediaan devisa yang cukup untuk kebutuhan pembiayaan satu tahun ke depan.
Timbulnya Krisis Utang
Beban utang yang berlebihan apalagi bila dikelola dengan buruk, dapat menjerumuskan negara ke dalam krisis. Hal ini sudah ditunjukkan dengan fenomena krisis baik yang terjadi di Amerika Latin maupun di Asia. Dilihat dari faktor penyebabnya, Faktor penyebabnya bukan semata-mata negara peminjam tetapi juga disebabkan dari aspek internasional. Misalnya, saja kekurang hati-hatian bank internasional dalam memberikan dana pinjaman ke negara berkembang. Sering kali krisis utang disertai dengan pelarian modal ke luar negeri (capital flight) sehingga makin memperburuk perekonomian negara tersebut. Capital flight menyebabkan turunnya investasi dalam negeri, yang berakibat pada rendahnya output nasional. Rendahnya output nasional berakibat meningkatnya tingkat DSR. Tingginya tingkat DSR menimbulkan adanya spekulasi yang mendorong adanya modal yang mengalir ke luar negeri. Demikian seterusnya sehingga proses yang berjalan merupakan vicious circle.
Setidaknya terdapat lima dampak negatif dari beban utang luar negeri bagi negara tersebut, yaitu pertama, menimbulkan efek negatif terhadap tingkat tabungan di dalam negeri (domestic saving rate); kedua, mempertahankan overvalued currency sehingga mempermudah
13
impor untuk tujuan-tujuan yang tidak produktif; ketiga, sebagian besar dana utang luar negeri sektor pemerintah dibelanjakan di negara pemberi utang, bukan di negara penerima utang; keempat, pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri jelas mengalihkan dana yang dapat digunakan sebagai investasi domestik; dan kelima, membuat pemerintah negara berkembang pengutang besar untuk mengintensifkan penerimaan pajak sehingga dapat menyebabkan kondisi investasi yang tidak kondusif dan pelarian modal ke luar negeri (capital flight).
Solusi Krisis Utang
Krisis utang di luar negeri tidak saja membuat negara berkembang menderita, tetapi juga negara dan institusi donor yang selama ini memberi pinjaman. Mereka kuatir bahwa negara kreditor tidak mampu membayar kembali utang-utangnya. Pada perkembangannya timbul beberapa solusi krisis ini, di antaranya pendirian institusi pengelolaan utang, HIPC Initiative, dan Debt for Nature Swap. Beberapa negara-negara yang termasuk HIPC mendapat pengurangan utang melalui prakarsa yang disebut HIPC Initiative yang dalam perkembangannya muncul HIPC Enhanced Initiative. Namun, Indonesia tidak dapat bantuan pengurangan utang ini karena masih dianggap mampu untuk membayar cicilan utang dan bunganya. Selanjutnya Indonesia mengajukan program debt for nature swap kepada beberapa negara kreditor yang tergabung dalam CGI. Hasilnya beberapa negara menerima dan sebagian menolak. Dalam perkembangannya, konversi utang ini tidak saja berlaku untuk pembiayaan pelestarian lingkungan, namun juga melebar ke bidang pendidikan dan kesehatan.
Investasi Luar Negeri
Peranan investasi asing langsung mempunyai peranan penting bagi perekonomian negara khususnya negara berkembang yang memiliki stok tabungan yang minim. Namun demikian, survei yang dilakukan oleh UNCTAD menunjukkan bahwa negara maju pun sebenarnya memerlukan investasi asing. Hal tersebut dapat dilihat dari aliran FDI yang
14
berasal dari negara maju menuju ke negara maju lainnya.
Pada umumnya investasi asing dapat berupa FDI atau investasi portofolio. Perbedaannya adalah FDI lebih bersifat jangka panjang dan biasanya terjadi transfer teknologi dan manajerial yang dapat diadopsi oleh negara tuan rumah (host country). Sebaliknya, investasi portofolio bersifat jangka pendek dan implikasinya adalah modal tersebut dapat bergerak pindah dari suatu negara ke negara lain (mobilitas ini disebut juga “uang panas”). Oleh karena itu, suatu negara sangat rentan terhadap keberadaan investasi portofolio ini.
Anggito Abimanyu (1994) dalam studinya mengenai TNC di Indonesia menyimpulkan beberapa hal yang menarik berdasarkan analisis data industri tahun 1986-1991 dari Badan Pusat Statistik. Pertama, peningkatan masuknya TNC ke Indonesia, terutama PMA penuh pada akhir tahun 1980-an, bukan merupakan industri unggulan, namun justru yang sudah buangan. Kedua, kinerja TNC umumnya cenderung berorientasi pada pasar dalam negeri meskipun produk yang dihasilkan memiliki keunggulan komparatif untuk ekspor. Ketiga, TNC cenderung memanfaatkan tenaga kerja yang relatif terlalu tinggi dan boros karena upah yang rendah. Dengan kata lain, kondisi upah rendah adalah daya tarik utama masuknya TNC ke Indonesia.
Perusahaan Transnasional (TNC )
Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan TNC di beberapa negara memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan produktivitas ekonomi negara tersebut. Dalam skala global, besarnya peranan TNC dapat dilihat dari besarnya tenaga kerja yang diserap, jumlah penjualan di dunia serta aliran FDI yang meningkat dari tahun ke tahun (World
15
Investment Report 2002). Pada umumnya TNC terkemuka di dunia di dominasi oleh negara- negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Namun, dalam perkembangannya, terdapat 5 TNC yang berasal dari negara berkembang, seperti Venezuela (Petroleos de Venezuela) dan Malaysia (Petronas).
Menurut Dicken (1992), peranan TNC dapat dijelaskan (1) TNC dapat mengendalikan ekonomi di lebih satu negara; (2) kemampuan TNC untuk memanfaatkan perbedaan geografis antarnegara dan daerah khususnya dalam segi faktor endowments (termasuk kebijakan pemerintah); (3) kemampuan TNC untuk memindahkan sumber daya dan operasi lintas lokasi dalam skala global. Kontribusi TNC bagi host country adalah bertambahnya stok modal, transfer pengetahuan, dan praktik manajerial dan organisasi.
Dalam perkembangannya, terdapat beberapa pihak yang menganggap bahwa TNC membawa manfaat positif bagi negara berkembang. Namun, di lain pihak berargumen bahwa TNC justru lebih membawa dampak negatif daripada dampak positif bagi suatu negara. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya pro-kontra bagi keberadaan TNC.
Strategi Pembangunan Industri
Strategi pembangunan industri yang umum digunakan di suatu negara adalah substitusi impor (inward-looking) dan promosi ekspor (outward-looking). Strategi substitusi impor identik dengan proteksionisme yang dilakukan pemerintah untuk melindungi industri yang masih muda agar dapat bersaing, sedangkan strategi promosi ekspor identik dengan usaha peningkatan ekspor untuk meningkatkan pendapatan nasional.
Strategi substitusi impor diminati oleh banyak negara berkembang setidaknya karena 2 alasan berikut. Pertama, strategi substitusi impor yang pada dasarnya diterapkan untuk memenuhi permintaan domestik akan barang-barang konsumsi tidak selalu memerlukan teknologi maju untuk memproduksinya. Kedua, bagian yang paling menarik dari strategi substitusi impor adalah kemungkinan penghematan devisa melalui penurunan belanja negara
16
dalam bentuk valuta asing yang pada gilirannya akan menurunkan defisit perdagangan.
Keuntungan penerapan strategi promosi ekspor adalah meningkatnya nilai ekspor sebuah negara yang dapat meningkatkan pemasukan negara berupa mata uang asing sehingga meningkatkan cadangan devisa. Namun, penerapan strategi ini berpotensi menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk impor seiring dengan kenaikan pendapatan suatu negara yang pada akhirnya menimbulkan pengaruh negatif pada neraca perdagangan negara yang bersangkutan.
Kinerja dan Daya Saing Industri
Permasalahan struktural pada industri Indonesia adalah (1) tingginya tingkat konsentrasi dalam perekonomian dan banyaknya monopoli, baik yang terselubung maupun terang-terangan pada pasar yang diproteksi, (2) dominasi kelompok bisnis pemburu rente (rent-seeking) ternyata belum memanfaatkan keunggulan mereka dalam skala produksi dan kekuatan finansial untuk bersaing di pasar global, (3) lemahnya hubungan intra industri, sebagaimana ditunjukkan oleh minimnya perusahaan yang bersifat spesialis yang mampu menghubungkan klien bisnisnya yang berjumlah besar secara efisien, (4) struktur industri Indonesia terbukti masih dangkal, dengan minimnya sektor industri menengah, (5) masih kakunya BUMN sebagai pemasok input maupun sebagai pendorong kemajuan teknologi, (6) investor asing masih cenderung pada orientasi pasar domestik (inward oriented), dan sasaran usahanya sebagian besar masih pada pasar yang diproteksi.
Struktur industri Indonesia cenderung oligopolistik karena (1) adanya proteksi (tata niaga), (2) besarnya modal yang diperlukan untuk investasi, (3) tingginya teknologi yang digunakan, (4) adanya preferensi terhadap produk.
Daya saing negara amat berlainan dengan daya saing perusahaan karena setidaknya 2 alasan (1) dalam realitas, yang bersaing bukan negara, tetapi perusahaan dan industri. Kebanyakan orang menganalogkan daya saing negara identik dengan daya saing
17
perusahaan. Apabila negara Indonesia memiliki daya saing, belum tentu seluruh perusahaan dan industri Indonesia memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional, (2) mendefinisikan daya saing negara lebih problematik daripada daya saing perusahaan. Apabila suatu perusahaan tidak dapat membayar gaji karyawannya, membayar pasokan bahan baku dari para pemasok, dan membagi dividen, maka perusahaan itu akan bangkrut dan terpaksa ke luar dari bisnis yang digelutinya. Perusahaan memang bisa bangkrut, namun negara tidak memiliki bottom line alias tidak akan pernah “ke luar dari arena persaingan”.
Pengembangan Usaha Kecil
Ada 2 definisi usaha kecil yang dikenal di Indonesia. Pertama, menurut UU No 9 Tahun 1995 adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp1 miliar dan memiliki kekayaan bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, paling banyak Rp200 juta. Kedua, menurut BPS mengklasifikasikan industri berdasarkan jumlah pekerjanya, yaitu (1) industri rumah tangga dengan pekerja 1-4 orang; (2) industri kecil dengan pekerja 5-19 orang; (3) industri menengah dengan pekerja 20-99 orang; (4) industri besar dengan pekerja 100 orang atau lebih (BPS, 1999: 250).
Usaha kecil pada umumnya memiliki karakteristik (1) tidak adanya pembagian tugas yang jelas antara bidang administrasi dan operasi, (2) rendahnya akses industri kecil terhadap lembaga-lembaga kredit formal, (3) sebagian besar usaha kecil ditandai dengan belum dipunyainya status badan hukum, (4) dilihat menurut golongan industri tampak bahwa hampir sepertiga bagian dari seluruh industri kecil bergerak pada kelompok usaha industri makanan, minuman dan tembakau, kelompok industri barang galian bukan logam, industri tekstil, dan industri kayu, bambu, rotan, rumput dan sejenisnya termasuk perabotan rumah tangga. Masing-masing berkisar antara 21% hingga 22% dari seluruh industri kecil yang ada.
Perhatian untuk menumbuhkembangkan industri kecil dan rumah tangga (IKRT)
setidaknya dilandasi oleh 3 alasan, yaitu (1) IKRT menyerap banyak tenaga kerja, (2) IKRT
18
memegang peranan penting dalam ekspor nonmigas.
BAB III
LINGKARAN SETAN KEMISKINAN
Pada awal pembangunan di Indonesia, beredar suatu teori yang sangat terkenal mula-mula dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi asal Swedia dan penerima hadiah nobel untuk ekonomi, Ragnar Nurkse. Teori itu disebut teori “Lingkaran Setan Kemiskinan”, terjemahan dari “Vicius Sircle of Poverty”. Teori itu menjelaskan sebab-sebab kemiskinan
19
dinegara-negara sedang berkembang yang umunya baru merdeka dari penjajahan asing. Bertolak dari teori inilah, kemudian dikembangkan teori-teori ekonomi pembangunan, yaitu teori yang telah dikembangkan lebih dahulu di Eropa Barat yang menjadi cara pandang atau paradigma untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah ekonomi di negara-negara sedang berkembang, misalnya India atau Indonesia.
Pada pkoknya teori itu mengatakan bahwa negara-negara sedang berkembang itu miskin dan tetap miskin, karena produktivitasnya rendah. Kerana rendah produktivitasnya, maka penghasilan seseoarang juga remdah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya yang minim. Karena itulah mereka tidak bisa menabung. Padahal tabungan adalah sumber utama pembentukan modal masyarakat.
Untuk bisa membangun, maka lingkaran setan itu harus diputus, yaitu pada titik lingkaran rendahnya produktivitas, sebagai sebab awal dan pokok. Caranya adalah dengan memberi modal kepada pelaku ekonomi. Masalahnya tentu adalah, dari mana modal itu diperoleh ? jawabnya pada waktu itu adalah, utang dari luar. Dari sinilah maka pemerintah terjebak dari teori itu. Dengan alasan tidak memiliki modal rupiah atau devisa, maka pemerintah melakukan utang luar negeri.
Dalam wacana selanjutnya berdasar pengalaman negara-negara sedang berkembang muncul teori mengkoreksinya. Pertama muncul pendapat, bahwa modal finansial bukan satu-satunya faktor penyebab kemiskinan dan kunci pembangunan. Ada dua faktor lain yang penting peranannya, yaitu rendahnya mutu sumber daya manusai dan yang lain adalah tiadanya lembaga-lembaga negara. Pemerintah dan administrasi yang kuat dan efektif yang kemudian disebut juga negara rentan (soft-state). Kedua adalah, bahwa masyarakat tidak mampu menabung bukan karena tiadanya uang, melainkan tidak adanya lembaga yang menghimpun modal.
Belakangan memang lahir teori-teori mengenai sebab-sebab kemiskinan, misalnya
dari Gunar Myrdal dari Swedia dan John Kenneth Galbraith dari AS. Menurut ekonom AS
20
yang pernah menjadi Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Kennedy itu dalam bukunya ”Poverty Curtain” (1976) sekurang-kurangnya ada 17 faktor penyebab kemiskinan, misalnya miskinnya sumber daya alam, kolonialisme atau korupsi, yang berbeda dari satu negara ke negara lain. Faktor-faktor itu bukan hanya kelemahan, tatapi juga bisa menjadi potensi dan keunggulan. Misalnya Indonesia kaya sumber daya alam, tetapi rendah mutu sumber daya manusianya.
Sebenarnya teori lingkaran kemiskinan itu mengandung kebenaran yang diakui hingga sekarang, misalnya mengenai pentingnya peranan modal untuk meningkatkan produktivitas rakyat miskin. Jauh sebelum lahirnya teori barat itu, pentingnya peranan uang atau modal sudah diketahui oleh Patih Purwokerto, R Wiria Atmaja. Tapi ia menangapi masalah itu dengan cara khas Indonesia, yaitu melalui lembaga gotong royang guna membangkitkan swadaya dari bawah. Maka dibentuklah bank tolong menolong simpan pinjam (hulp en spaarbank), yang merupakan cikal bakal lembaga perkreditan mikro kemudia itu. Cara ini disebut juga sebagai pendekatan ekonomi kelembagaan.
Maka iapun memulai pendirian bank itu degan merogoh kocek sendiri dan kemudian mempergunakan kas masjid yang berasal dari zakat dan sadaqah sebagai modal awal. Bank itu didirikan pada tahun 1890, ketika rakyat Hindia Belanda dilanda kemiskinan yang istilah euphimismenya adalah ”kemerosotan tingkat kesejahteraan” yang diungkapkan oleh kaum liberal dalam parlemen Belanda. Patih itu memberikan jawaban terhadap teori ketidak mampuan rakyat dalam berswadaya, dengan sikap tidak meminta dan mengharap bantuan kepada Pemerintah Penjajah. Caranya adalah dengan ”tolong menolong” atau ”menolong diri sendiri” yang kemudia menjadi sebuah teori pembedayaan masyarakat yang populer di zaman kontemporer. Ia juga melakukan pendekatan kultural yang menjawab teori yang dikemukakan oleh Ranis mengenai tidak adanya lembaga yang menghimpun tabungan dan membentuk modal, yaitu dengan membentuk lembaga berbentuk koperasi simpan pinjam.
Gambar
“Lingkaran Setan Kemiskinan”, terjemahan dari “Vicius Sircle of Poverty”.
21
Ketidaksempurnaan Pasar
Ketebelakangan,
Ketertinggalan
Kekurangan Modal
Produktivitas Rendah
Investasi Rendah
Pendapatan Rendah
Tabungn Rendah
`
Memang, pada mulanya, bank tolong menolong itu di maksudkan untuk membantu kelompok priyayi rendahan yang miskin dan mengalami kesulitan hidup sehari-hari. Tapi tak lama kemudian, bank itu dimaksudkan untuk melong kaum tani, baik untuk kegiatan konsumtif maupun produktif, Kredit konsumsi merupakan perantara yang menghantarkan produsen untuk memaksimalkan dananya sendiri guna kegiatan produktif, khususnya di kalangan petani, karena bagaimanapun kredit itu memperkuat ketersediaan modal uang (financial capital).
Model Wira Atmadja itu, dalam aktualisasinya sekarang ini merupakan alternatif terhadap kebijaksanaan Pemerintah sekarang yang mengharapkan dana dari luar itu. Kebijaksanaan inilah yang mengubah paradigma pembangunan dari bawah menjadi pembangunan dari atas, melalui model sinterklas yang menyebabkan ketergantungan modal itu (capital dependence) di tingkat rakyat dan negara itu.
Namun masa Orde Baru, muncul pula reaksi kritis dan kreatif terhadap pendekatan dan kebijaksanaan pembangunan itu dan membuktikan kebenaran teori swadaya (selp-help) dan kemandirian (self-relience) itu. Orang itu adalah pejabat Bank Rakyat Indonesia (BRI) bernama Sugianto. BRI sebenarnya mengakui bahwa cikal bakal bank negara ini adalah hulp en sparbank. Hanya saja, ketika Pemeintah Hindia Belanda melihat potensi dan prospek bank
22
perkreditan rakyat, yang karena mangikuti nasihat residen Banyumas, Wolf van Westerode mengikuti model koperasi kredit Jerman, Raifeissen itu, kemudian dihimpun menjadi sebuah bank pusat atau sistem branc-banking yaitu bank yang didirikan di tingkat pusatdengan cabang-cabang kebawah di daerah-daerah yang disebut Algemeene Vilkscreditbank (AVB).
Di zaman kemerdekaan AVB ini dinasionaliasi dan dijadikan bank negara yang disebut BRI. Namun BRI ini berubah pendekatannya. Jika lembaga perkreditan rakyat (LPR) yang sekarang lebih populer disebut sebagai lembaga keuangan mikro (LKM) dengan kelompok sasaran rakyat miskin itu. Maka sistem perbankan berubah dari bank of the people (bank milik rakyat) menjadi bank for the people (bank untuk rakyat), model sinterklas.
Sugiyanto membuktikan melalui skemanya, bahwa rakyat di daerah miskin, seperti di Gunungkidu, ternyata mampu menabung, bahkan dalam jumlah besar. Kuncinya adalah lembaga yang mampu menghimpun tabungan itu secara sistematis, konsisten dan terus menerus. Selain itu, pada awal abad 21, lembaga keuangan mikro sya’riah yang disebut BMT (Bail al Maal wa al Tamwil), berhasil membuktikan bahwa LPM, dengan mendekatkan sya’riah mampu pula menghimpun modal secara swadaya dan memberdayakan ekonomi rakyat. Landasan teorinya adalah langsung mengkaitkan transaksi keuangan dengan kegiatan produktif, sehingga terhindar dari riba yang berbentuk ekonomi buih (bublble economy) yang disebut riba itu. Yaitu melalui model tabungan dan pembiayaan atas dasar prinsip bagi-hasil- rugi, (profit and loss-sharing) sebagai salah satu bentuk gotong royong.
BAB IV
KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH UNTUK MENGATASI KEMISKINAN
Konsep Kemiskinan
Kemiskinan merupakan konsep yang berwayuh wajah, bermatra multidimensional. Ellis (1984:242-245), misalnya, menunjukkan bahwa dimensi kemiskinan menyangkut aspek ekonomi, politik dan sosial-psikologis. Secara ekonomi, kemiskinan dapat didefinisikan sebagai kekurangan sumberdaya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
23
meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang. Sumberdaya dalam konteks ini menyangkut tidak hanya aspek finansial, melainkan pula semua jenis kekayaan (wealth) yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. Berdasarkan konsepsi ini, maka kemiskinan dapat diukur secara langsung dengan menetapkan persediaan sumberdaya yang dimiliki melalui penggunaan standar baku yang dikenal dengan garis kemiskinan (poverty line). Cara seperti ini sering disebut dengan metode pengukuran kemiskinan absolut. Garis kemiskinan yang digunakan BPS sebesar 2,100 kalori per orang per hari yang disetarakan dengan pendapatan tertentu atau pendekatan Bank Dunia yang menggunakan 1 dolar AS per orang per hari adalah contoh pengukuran kemiskinan absolut.
Secara politik, kemiskinan dilihat dari tingkat akses terhadap kekuasaan (power). Kekuasaan dalam pengertian ini mencakup tatanan sistem politik yang dapat menentukan kemampuan sekelompok orang dalam menjangkau dan menggunakan sumberdaya. Ada tiga pertanyaan mendasar yang bekaitan dengan akses terhadap kekuasaan ini, yaitu :
a.Bagaimana dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada dalam masyarakat,
b. Bagaimana orang dapat turut ambil bagian dalam pembuatan keputusan
penggunaan sumberdaya yang tersedia, dan
c. Bagaimana kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
kemasyarakatan.
Kemiskinan secara sosial-psikologis menunjuk pada kekurangan jaringan dan struktur sosial yang mendukung dalam mendapatkan kesempatan-kesempatan peningkatan produktivitas. Dimensi kemiskinan ini juga dapat diartikan sebagai kemiskinan yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat yang mencegah atau merintangi seseorang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada di masyarakat. Faktor-faktor penghambat tersebut secara umum meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal datang dari dalam diri si miskin itu sendiri, seperti rendahnya pendidikan atau adanya hambatan budaya. Teori “kemiskinan budaya” (cultural poverty) yang dikemukakan Oscar
24
Lewis, misalnya, menyatakan bahwa kemiskinan dapat muncul sebagai akibat adanya nilai- nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang-orang miskin, seperti malas, mudah menyerah pada nasib, kurang memiliki etos kerja dsb. Faktor eksternal datang dari luar kemampuan orang yang bersangkutan, seperti birokrasi atau peraturan-peraturan resmi yang dapat menghambat seseorang dalam memanfaatkan sumberdaya. Kemiskinan model ini seringkali diistilahkan dengan kemiskinan struktural. Menurut pandangan ini, kemiskinan terjadi bukan dikarenakan “ketidakmauan” si misikin untuk bekerja (malas), melainkan karena “ketidakmampuan” sistem dan struktur sosial dalam menydiakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja. Konsepsi kemiskinan yang bersifat multidimensional ini kiranya lebih tepat jika digunakan sebagai pisau analisis dalam mendefinisikan kemiskinan dan merumuskan kebijakan penanganan kemiskinan di Indonesia. Sebagaimana akan dikemukakan pada pembahasan berikutnya, konsepsi kemiskinan ini juga sangat dekat dengan perspektif pekerjaan sosial yang memfokuskan pada konsep keberfungsian sosial dan senantiasa melihat manusia dalam konteks lingkungan dan situasi sosialnya.
Potret Kemiskinan Di Indonesia
Masalah kemiskinan merupakan isu sentral di Tanah Air, terutama setelah Indonesia dilanda krisis multidimensional yang memuncak pada periode 1997-1999. Setelah dalam kurun waktu 1976-1996 tingkat kemiskinan menurun secara spektakuler dari 40,1 persen menjadi 11,3 persen, jumlah orang miskin meningkat kembali dengan tajam, terutama selama krisis ekonomi. Studi yang dilakukan BPS, UNDP dan UNSFIR menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin pada periode 1996-1998, meningkat dengan tajam dari 22,5 juta jiwa (11,3%) menjadi 49,5 juta jiwa (24,2%) atau bertambah sebanyak 27,0 juta jiwa (BPS, 1999).
25
Sementara itu, International Labour Organisation (ILO) memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia pada akhir tahun 1999 mencapai 129,6 juta atau sekitar 66,3 persen dari seluruh jumlah penduduk (BPS, 1999).
Data dari BPS (1999) juga memperlihatkan bahwa selama periode 1996-1998, telah terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin secara hampir sama di wilayah pedesaan dan perkotaan, yaitu menjadi sebesar 62,72% untuk wilayah pedesaan dan 61,1% untuk wilayah perkotaan. Secara agregat, presentasi peningkatan penduduk miskin terhadap total populasi memang lebih besar di wilayah pedesaan (7,78%) dibandingkan dengan di perkotaan (4,72%). Akan tetapi, selama dua tahun terakhir ini secara absolut jumlah orang miskin meningkat sekitar 140% atau 10,4 juta jiwa di wilayah perkotaan, sedangkan di pedesaan sekitar 105% atau 16,6 juta jiwa (lihat Remi dan Tjiptoherijanto, 2002).
Data di atas mengindikasikan bahwa krisis telah membuat penderitaan penduduk perkotaan lebih parah ketimbang penduduk pedesan. Menurut Thorbecke (1999) setidaknya ada dua penjelasan atas hal ini: Pertama, krisis cenderung memberi pengaruh lebih buruk pada beberapa sektor ekonomi utama di perkotaan, seperti perdagangan, perbankan dan konstruksi. Sektor-sektor ini membawa dampak negatif dan memperparah pengangguran di perkotaan. Kedua, pertambahan harga bahan makanan kurang berpengaruh terhadap penduduk pedesaan, karena mereka masih dapat memenuhi kebutuhan dasarnya melalui sistem produksi subsisten yang dihasilkan dan dikonsumsi sendiri. Hal ini tidak terjadi pada masyarakat perkotaan dimana sistem produksi subsisten, khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan makanan, tidak terlalu dominan pada masyarakat perkotaan.
Angka kemiskinan ini akan lebih besar lagi jika dalam kategori kemiskinan dimasukan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang kini jumlahnya mencapai lebih dari 21 juta orang. PMKS meliputi gelandangan, pengemis, anak jalanan, yatim piatu, jompo terlantar, dan penyandang cacat yang tidak memiliki pekerjaan atau memiliki pekerjaan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara umum kondisi PMKS lebih
26
memprihatinkan ketimbang orang miskin. Selain memiliki kekurangan pangan, sandang dan papan, kelompok rentan (vulnerable group) ini mengalami pula ketelantaran psikologis, sosial dan politik.Selain kelompok di atas, terdapat juga kecenderungan dimana krisis ekonomi telah
meningkatkan jumlah orang yang bekerja di sektor informal. Merosotnya pertumbuhan ekonomi, dilikuidasinya sejumlah kantor swasta dan pemerintah, dan dirampingkannya struktur industri formal telah mendorong orang untuk memasuki sektor informal yang lebih fleksibel. Studi ILO (1998) memperkirakan bahwa selama periode krisis antara tahun 1997 dan 1998, pemutusan hubungan kerja terhadap 5,4 juta pekerja pada sektor industri modern telah menurunkan jumlah pekerja formal dari 35 persen menjadi 30 persen. Menurut Tambunan (2000), sedikitnya setengah dari para penganggur baru tersebut diserap oleh sektor informal dan industri kecil dan rumah-tangga lainnya. Pada sektor informal perkotaan, khususnya yang menyangkut kasus pedagang kaki lima, peningkatannya bahkan lebih dramatis lagi. Di Jakarta dan Bandung, misalnya, pada periode akhir 1996-1999 pertumbuhan pedagang kaki lima mencapai 300 persen (Kompas, 23 November 1998; Pikiran Rakyat, 11 October 1999). Dilihat dari jumlah dan potensinya, pekerja sektor informal ini sangat besar. Namun demikian, seperti halnya dua kelompok masyarakat di atas, kondisi sosial ekonomi pekerja sektor informal masih berada dalam kondisi miskin dan rentan.
Departemen Sosial tidak pernah absen dalam mengkaji masalah kemiskinan ini, termasuk melaksanakan program-program kesejahteraan sosial – yang dikenal PROKESOS – yang dilaksanakan baik secara intra-departemen maupun antar-departemen bekerjasama dengan departemen-departemen lain secara lintas sektoral. Dalam garis besar, pendekatan Depsos dalam menelaah dan menangani kemiskinan sangat dipengaruhi oleh perspektif pekerjaan sosial (social work). Pekerjaan sosial dimaksud, bukanlah kegiatan-kegiatan sukarela atau pekerjaan-pekerjaan amal begitu saja, melainkan merupakan profesi pertolongan kemanusiaan yang memiliki dasar-dasar keilmuan (body of knowledge), nilai-nilai (body of
27
value) dan keterampilan (body of skils) profesional yang umumnya diperoleh melalui
pendidikan tinggi pekerjaan sosial (S1, S2 dan S3).
Strategi Penaggualangan Kemiskinan : Konsepsi Pekerjaan Sosial
Salah satu permasalahan kesejahteraan sosial di Indonesia yang senantiasa menuntut keterlibatan pekerjaan sosial dalam penanganannya adalah masalah kemiskinan. Pekerjaan sosial adalah profesi pertolongan kemanusiaan yang fokus utamanya untuk membantu orang agar dapat membantu dirinya sendiri. Dalam proses pertolongannya, pekerjaan sosial berpijak pada nilai, pengetahuan dan keterampilan profesional yang mengedepankan prinsip keberfungsian sosial (social functioning) (Siporin, 1975; Zastrow, 1982; 1989; Morales, 1989; Suharto, 1997). Konsep keberfungsian sosial pada intinya menunjuk pada “kapabilitas” (capabilities) individu, keluarga atau masyarakat dalam menjalankan peran-peran sosial di lingkungannya. Konsepsi ini mengedepankan nilai bahwa klien adalah subyek pembangunan; bahwa klien memiliki kapabilitas dan potensi yang dapat dikembangkan dalam proses pertolongan, bahwa klien memiliki dan/atau dapat menjangkau, memanfaatkan, dan memobilisasi asset dan sumber-sumber yang ada di sekitar dirinya.
Sebagamana halnya profesi kedokteran berkaitan dengan konsepsi “kesehatan”, psikolog dengan konsepsi “perilaku adekwat”, guru dengan konsepsi “pendidikan”, dan pengacara dengan konsepsi “keadilan”, keberfungsian sosial merupakan konsepsi yang penting bagi pekerjaan sosial karena merupakan pembeda antara profesi pekerjaaan sosial dengan profesi lainnya. Morales dan Sheafor (1989:18) menyatakan:
Social functioning is a helpful concept because it takes into consideration both the environment characteristics of the person and the forces from the environment. It suggests that a person brings to the situation a set of behaviors, needs, and beliefs that are the result of his or her unique experiences from birth. Yet it also recognizes that whatever is brought to the situation must be related to the world as that person confronts it. It is in the transactions
28
between the person and the parts of that person’s world that the quality of life can be
enhanced or damaged. Herein lies the uniqueness of social work.
Secara konseptual pekerjaan sosial memandang bahwa kemiskinan merupakan persoalan-persoalan multidimensional, yang bermatra ekonomi-sosial dan individual- struktural. Berdasarkan perspektif ini, ada tiga kategori kemiskinan yang menjadi pusat perhatian pekerjaan sosial, yaitu:
1.
Kelompok yang paling miskin (destitute) atau yang sering didefinisikan sebagai fakir miskin. Kelompok ini secara absolut memiliki pendapatan dibawah garis kemiskinan (umumnya tidak memiliki sumber pendapatan sama sekali) serta tidak memiliki akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
2. Kelompok miskin (poor). Kelompok ini memiliki pendapatan dibawah garis kemiskinan namun secara relatif memiliki akses terhadap pelayanan sosial dasar (misalnya, masih memiliki sumber-sumber finansial, memiliki pendidikan dasar atau tidak buta hurup,).
3. Kelompok rentan (vulnerable group). Kelompok ini dapat dikategorikan bebas dari kemesikinan, karena memiliki kehidupan yang relatif lebih baik ketimbang kelompok destitute maupun miskin. Namun sebenarnya kelompok yang sering disebut “near poor” (agak miskin) ini masih rentan terhadap berbagai perubahan sosial di sekitarnya. Mereka seringkali berpindah dari status “rentan” menjadi “miskin” dan bahhkan “destitute” bila terjadi krisis ekonomi dan tidak mendapat pertolongan sosial.
Secara tegas, memang sulit mengkategorikan bahwa sasaran garapan pekerjaan sosial adalah salah satu kelompok dari ketiga kelompok di atas. Pekerjaan sosial melihat bahwa kelompok sasaran dalam menangani kemiskinan harus mencakup tiga kelompok
29
miskin secara simultan. Dalam kaitan ini, maka seringkali orang mengklasifikasikan kemiskinan berdasarkan “status” atau “profil” yang melekat padanya yang kemudian disebut Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Gelandangan, pengemis, anak jalanan, suku terasing, jompo terlantar, penyandang cacat (tubuh, mental, sosial) dll adalah beberapa contoh PMKS yang sering diidentikan dengan sasaran pekerjaan sosial di Indonesia. Belum ada hasil penelitian yang komprehensif apakah mereka ini tergolong pada kelompok destitute, poor atau vulnerable. Namun dapat diasumsikan bahwa proporsi jumlah PMKS diantara ketiga kategori tersebut membentuk piramida kemiskinan.
Sesuai dengan konsepsi mengenai keberfungsian sosial, strategi penanganan kemiskinan pekerjaan sosial terfokus pada peningkatan kemampuan orang miskin dalam menjalankan tugas-tugas kehidupan sesuai dengan statusnya. Karena tugas-tugas kehidupan dan status merupakan konsepsi yang dinamis dan multi-wajah, maka intervensi pekerjaan sosial senantiasa melihat sasaran perubahan (orang miskin) tidak terpisah dari lingkungan dan situasi yang dihadapinya. Prinsip ini dikenal dengan pendekatan “person-in-environment dan person-in-situation”.
Pada pendekatan pertama, pekerja sosial melihat penyebab kemiskinan dan sumber-sumber penyelesaian kemiskinan dalam kaitannya dengan lingkungan dimana si miskin tinggal, baik dalam konteks keluarga, kelompok pertemanan (peer group), maupun masyarakat. Penanganan kemiskinan yang bersifat kelembagaan (institutional) biasanya didasari oleh pertimbangan ini. Beberapa bentuk PROKESOS yang telah dan sedang dikembangkan oleh Depsos dapat disederhanakan menjadi :
1. Pemberian pelayanan dan rehabilitasi sosial yang diselenggarakan oleh panti-
panti sosial.
2. Program jaminan, perlindungan dan asuransi kesejahteraan sosial.
Pendekatan kedua, yang melihat si miskin dalam konteks situasinya, strategi
30
pekerjaan sosial berpijak pada prinsip-prinsip individualisation dan self-determinism yang melihat si miskin secara individual yang memiliki masalah dan kemampuan unik. Program anti kemiskinan dalam kacamata ini disesuaikan dengan kejadian-kejadian dan/atau masalah- masalah yang dihadapinya. PROKESOS penanganan kemiskinan dapat dikategorikan kedalam beberapa strategi:
1. Strategi kedaruratan. Misalnya, bantuan uang, barang dan tenaga bagi korban
bencana alam.
2. Strategi kesementaraan atau residual. Misalnya, bantuan stimulan untuk usaha-
usaha ekonomis produktif.
3. Strategi pemberdayaan. Misalnya, program pelatihan dan pembinaan keluarga muda mandiri, pembinaan partisipasi sosial masyarakat, pembinaan anak dan remaja.
4. Strategi “penanganan bagian yang hilang”. Strategi yang oleh Caroline Moser disebut sebagai “the missing piece strategy” ini meliputi program-program yang dianggap dapat memutuskan rantai kemiskinan melalui penanganan salah satu aspek kunci kemiskinan yang kalau “disentuh” akan membawa dampak pada aspek-aspek lainnya. Misalnya, pemberian kredit, program KUBE atau Kelompok Usaha Bersama.
PENUTUP
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa kemiskinan merupakan masalah yang kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektoral, lintas profesional dan lintas lembaga. Departemen Sosial merupakan salah satu lembaga pemerintah yang telah lama aktif dalam program pengentasan kemsikinan. Dalam strateginya Depsos berpijak pada teori dan pendekatan pekerjaan sosial. Strategi penanganan kemiskinan dalam persepektif pekerjaan sosial terfokus pada peningkatan keberfungsian sosial si miskin (dalam arti individu dan kelompok) dalam
31
kaitannya dengan konteks lingkungan dan sistuasi sosial. Dianalogikan dengan strategi pemberian ikan dan kail, maka strategi pengentasan kemiskinan tidak hanya bermatra individual, yakni dengan: (a) Memberi ikan; dan (b) Memberi kail. Lebih jauh lagi, pekerjaan sosial berupaya untuk mengubah struktur-struktur sosial yang tidak adil, dengan: (c) Memberi keterampilan memancing; (d) Menghilangkan dominasi kepemilikan kolam ikan; dan (e) Mengusahakan perluasan akses pemasaran bagi penjualan ikan hasil memancing tersebut
SARAN
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah. Jadi, saran saya agar Pemerintah dan Seluruh Masyarakat di Indonesia mau bekerja-sama untuk ikut berperan serata dalam meminimalkan jumlah kemiskinan agar Negara kita bisa bangkit dari keterpurukan baik dari krisis ekonomi maupun kemiskinan yang semakin meningkat setiap tahunnya, agar Negara kita bisa berkembang dan maju serta mensejajarkan dengan Negara maju yang sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
Internet :www.googl e.co.id
www.wordpers.com/masalah kemiskinan/makna/go.id
32
TEORI KEMISKINAN
Maaf ya kalau makalahnya masih jauh dari harapan, hanya sampai disini kemampuan saya. semoga bisa membantu teman-teman. sukses selalu...
Reads:
17,067
Uploaded:
04/24/2009
Category:
School Work > Study Guides, Notes, & Quizzes
Rated:
(9 Ratings)
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this document
Spam or junk
Porn adult content
Hateful or offensive
If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice.
Cancel
This is a private document. Question_small
1277866241
FADLIANSYAH,SE
Ads by Google
Mencari lelaki lajang
Bertemu pria lajang mencari jodoh
Cobalah pelayanan chat gratis kami!
www.IndonesianCupid.com
Mau Gaji Rp.1,5 Jt / hari
Cuma dengan investasi Rp.100 rb
Caranya sangat mudah di...
www.pestauang.com
Citifinancial Indonesia?
Dana Tunai Cepat Siap 1 Jam.
Tanpa Agunan. Apply Sekarang!
Citibank.co.ID/CitiFinancial
Share & Embed
Link / URL:
Embed Size & Settings:
* Width: Auto
* Height: (proportional to specified width)
* Start on page:
* Preview View:
More share options
Related
1.
13 p.
Teori Konvergensi Dan Pertumbuhan ...
Reads: 3121
15 p.
makalah
Reads: 1017
15 p.
Makalah Kewarganegaraan
Reads: 440
2.
23 p.
tugas IPS
Reads: 662
26 p.
Faktor Penyebab Kemiskinan
Reads: 1750
28 p.
KEMISKINAN
Reads: 944
3.
532 p.
Buku Ekonomi Internasional Lengkap...
Reads: 3912
532 p.
Buku Ekonomi Internasional Lengkap...
Reads: 10890
19 p.
Memutus Lingkaran Kemiskinan Dalam...
Reads: 19
4.
5 p.
menhapa pembangunan
Reads: 20
5 p.
Mengapa Kemiskinan Di Indonesia Me...
Reads: 64
5 p.
Pembangunan Kesejahteraan Sosial D...
Reads: 378
5.
5 p.
Pembangunan Kesejahteraan Sosial D...
Reads: 131
16 p.
KEMISKINAN
Reads: 0
7 p.
Tinjauan Kemiskinan di Indonesia
Reads: 2178
6.
3 p.
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Dan...
Reads: 192
4 p.
6 21 2010 Rollout for Monday
Reads: 0
15 p.
Networking Notes
Reads: 0
7.
50 p.
6760783 Race Evolution and Behavio...
Reads: 0
7 p.
Reader's Anthem
Reads: 0
9 p.
Aborted book Project
Reads: 0
8.
70 p.
Fathers' Rights Bomb Threats_0
Reads: 0
1 p.
LID:BIS - AIRPORT DIAGRAM (1007)
Reads: 0
1 p.
LID:SYI - RNAV (GPS) Z RWY 36 (100...
Reads: 0
9.
2 p.
LID:DTO - GREGS SIX (1007)
Reads: 0
More from this user
1.
8 p.
Tips Mengoptimalkan Bios Pada P...
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 952
2 p.
Atasi Bad Sector Pada Hard Disk
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 382
2 p.
Tutorial Reseter
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 88
2.
13 p.
KonversiArabWord
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 412
2 p.
Tutorial Reseter Printer Canon
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 533
32 p.
TEORI KEMISKINAN
From: FADLIANSYAH,SE
Reads: 17,043
ToNy Setiawan
Add a Comment
Spinner_trans_gray
RinaManullang read this 1 day agoLearn more about Readcast.
Iswinda Stephanie
Iswinda Stephanie read this 3 days agoLearn more about Readcast.
Ahadar Tuhuteru
Ahadar Tuhuteru read this 4 days agoLearn more about Readcast.
chibi-chan read this 4 days agoLearn more about Readcast.
Isra Raiza Felicia
Isra Raiza Felicia read this 5 days agoLearn more about Readcast.
bagooos read this 5 days agoLearn more about Readcast.
Radieah read this 06 / 27 / 2010Learn more about Readcast.
genot646027 read this 06 / 26 / 2010Learn more about Readcast.
deendoet read this 06 / 26 / 2010Learn more about Readcast.
periko_putra read this 06 / 25 / 2010Learn more about Readcast.
Show More
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Your download will begin shortly...
But first, we need a bit more information. Import more of your profile information from Facebook to help use find more content that you'll be interested in and build your social network on and off Scribd.
No, thanks
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Add this document to your Collections
Transparent
Name:
Description:
Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Cancel
Finished? Back to Document
Transparent
Search Books, Presentations, Business, Academics...
Scribd
* About
* Press
* Jobs
* Contact
* Blog
* Scribd Store
Legal
* Terms - General
* Terms - API
* Terms - Privacy
* Copyright
Help & Tools
* Getting Started
* Community Guidelines
* Support & FAQ
* Web Stuff
Partners
* Partners / Publishers
* Branded Reader
* Developers / API
Subscribe to Us
* On Scribd
* On Twitter
* On Facebook
Enter your email address:
or Spinner_mac_white
What's New
* We have updated our Terms of Service
* Branded Reader
* Multi-file Uploader
scribd. scribd. scribd.
Langganan:
Postingan (Atom)