konspirasi > Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia
Indoleaks, Indo Wikileaks, Wikileaks Ala Indonesia
Indoleaks, wikileaks ala Indonesia. Kalau di USA kita mengenal Wikileaks yang mengegerkan banyak negara karena membocorkan rahasia negeri Paman Sam, kini di Indonesia ada situs yang mencoba meniru ketenaran Wikileaks tersebut, yaitu Indoleaks. Indoleaks mencoba memanfaatkan celah UU ITE, sehingga mereka berani membocorkan beberapa rahasia Negara Indonesia. Itulah Indoleaks, Wikileaks Ala Indonesia.
Dengan mengusung Jorgan "Sebab Informasi Adalah Hak Asasi" Indoleaks telah mempublisasikan beberapa artikel tentang rahasia-rahasia negara Indonesia, sama seperti yang dilakukan Wikileaks.
Beberapa artikel tentang Rahasia Indonesia yang telah dipublish oleh Indoleaks adalah :
* Transkrip pembicaraan Soeharto - Gerald Ford
* Hasil Visum Korban G30S
* Hasil Audit BPK tentang Lumpur Lapindo
* Causation Factors for the Banjar Panji No. 1 Blowout - Neil Adams (tentang Lumpur Lapindo bukanlah bencana alam)
* dan sebagainya.
Kontroversi seputar Indoleaks terus bergulir, karena sebagian orang mencoba menjerat Indoleaks dengan UU ITE. Tetapi sangat sulit dilakukan karena Indoleaks masih bermain dengan cara mempublish dokumen secara seutuhnya alias tidak mengubah isi dokumen tersebut. Sementara UU ITE hanya berlaku bagi mereka yang mengubah, mengurangi, atau menambahkan isi dokumen.
Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan selanjutnya tentang Indoleaks ini. Apakah akan di shut down seperti yang menimpa Wikileaks, ataukah masih akan tetap eksis seperti sekarang yang masih terus mempublikasikan berbagai dokumen rahasia Indonesia. Itulah Indoleaks, wikileaks ala Indonesia.
Selasa, 14 Desember 2010
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
December 5, 2010 – 6:26 pm
di penghujung 2010, wikilik bikin heboh dunia dengan membocorkan data-data sensifitif yg bukan hanya mengguncang amrik tapi juga seluruh negara.
percakapan dan issue yang sifatnya confidential membuat banyak pihak panas dingin, ini seperti kasus ariel-luna, hanya saja dalam skala dunia, skala worldwide dan melibatkan banyak politikus dari semua negara
bagaikan gunung es, pelan-pelan semakin banyak info yang akan di bocorkan
so apakah nantinya semua ini akan menuju perang dunia III ?
atau mungkin perang saudara di negara masing-masing
atau kerusuhan di negara negara
semoga saja tidak terjadi
yang jelas saat ini banyak orang panas dingin
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
Info yg dicari : wikilik, berita terbaru wikileaks, kasus wikilik, wiekilik, wilkilik, indowikilik, indo wikilik, beita wikilik, wikillik, berita tentang wikilik,
December 5, 2010 – 6:26 pm
di penghujung 2010, wikilik bikin heboh dunia dengan membocorkan data-data sensifitif yg bukan hanya mengguncang amrik tapi juga seluruh negara.
percakapan dan issue yang sifatnya confidential membuat banyak pihak panas dingin, ini seperti kasus ariel-luna, hanya saja dalam skala dunia, skala worldwide dan melibatkan banyak politikus dari semua negara
bagaikan gunung es, pelan-pelan semakin banyak info yang akan di bocorkan
so apakah nantinya semua ini akan menuju perang dunia III ?
atau mungkin perang saudara di negara masing-masing
atau kerusuhan di negara negara
semoga saja tidak terjadi
yang jelas saat ini banyak orang panas dingin
WikiLeaks bakal bikin perang dunia III ?
Info yg dicari : wikilik, berita terbaru wikileaks, kasus wikilik, wiekilik, wilkilik, indowikilik, indo wikilik, beita wikilik, wikillik, berita tentang wikilik,
WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA
WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA
Kalau saat ini terjadi kemacetan komunikasi politik, persaingan yang mengeras antar elit ataupun semakin meningkatnya kekerasan dan ketidakpercayaan di masyarakat terhadap pemimpinnya. Ini dikarenakan runtuhnya nilai moral dalam perpolitikan di Indonesia. Dmana para pemangku kebijakan di Negara ini menyibukkan diri dengan urusan dan masalah yang bukan masalah prioritas di negara ini dan terjadinya persaingan elit di tingkat pusat maupun di tingkat lokal. Hanya saja, bagi Rakyat Indonesia Reformasi yang sudah berjalan 12 Tahun terakhir ini telah memaparkan kekontrasan yang terjadi secara kasatmata. Dahulunya tak ada demonstrasi, sekarang hampir setiap hari orang berunjuk rasa, bahkan disertai tindakan yang cenderung anarkis seperti membakar dan merusak. Demonstrasi dalam Demokrasi sah-sah saja, namun harus beretika. Dulu mencari makan tak sesusah sekarang, dulu politisi kompak tak suka saling caci, tapi sekarang saling caci, saling tuding dan saling hujat.
Orde Baru tumbang kepemimpinan negeri ini dijalankan oleh BJ. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika kepemimpinan Soeharto tumbang, begitu tinggi harapan masyarakat bahwa akan terjadi perubahan sosial yang berpihak kepada rakyat. Sekarang, selaras dengan itu, kekecewaan rakyat juga begitu dalam saat melihat harapan mereka semakin jauh dari kenyataan.
Jangan-jangan kultur kita memang belum siap untuk melakukan perubahan sekaligus yang siap kita ubah hanyalah pada tataran kebijakan atau kelembagaan, sehingga kita tergoda oleh resep-resep jangka pendek. Kita terlalu terburu-buru untuk menawarkan alternatif tanpa melihat akar persoalan secara lebih mendalam. Dengan kata lain kita terjebak dengan pola pola tambal sulam.
Muncullah pernyataan dari kita semua yang menghunjam, bahwa apa yang terjadi saat ini di Indonesia bukanlah reformasi, tetapi demokrasi liberal yang jelas-jelas tidak bisa mensejahterakan rakyat. Perlu diingat, suatu negara tak akan bisa berdemokrasi apabila rakyatnya lapar, karena yang akan terjadi adalah anarki. Apakah ini berarti Indonesia kembali membutuhkan sebuah pemerintahan yang otoriter? Bangsa Indonesia akan berhenti menjadi bangsa jika di pimpin oleh cara otoriter.
Demokrasi sangat penting bagi Negeri ini,Demokrastisasi memang telah membuka ruang publik yang begitu lebar sehingga mempertontonkan persaingan dan peseteruan di tataran lokal maupun nasional secara gamblang. Namun, itu haruslah diterima sebagai bagian dari proses pembelajaran
Kalau saat ini terjadi kemacetan komunikasi politik, persaingan yang mengeras antar elit ataupun semakin meningkatnya kekerasan dan ketidakpercayaan di masyarakat terhadap pemimpinnya. Ini dikarenakan runtuhnya nilai moral dalam perpolitikan di Indonesia. Dmana para pemangku kebijakan di Negara ini menyibukkan diri dengan urusan dan masalah yang bukan masalah prioritas di negara ini dan terjadinya persaingan elit di tingkat pusat maupun di tingkat lokal. Hanya saja, bagi Rakyat Indonesia Reformasi yang sudah berjalan 12 Tahun terakhir ini telah memaparkan kekontrasan yang terjadi secara kasatmata. Dahulunya tak ada demonstrasi, sekarang hampir setiap hari orang berunjuk rasa, bahkan disertai tindakan yang cenderung anarkis seperti membakar dan merusak. Demonstrasi dalam Demokrasi sah-sah saja, namun harus beretika. Dulu mencari makan tak sesusah sekarang, dulu politisi kompak tak suka saling caci, tapi sekarang saling caci, saling tuding dan saling hujat.
Orde Baru tumbang kepemimpinan negeri ini dijalankan oleh BJ. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika kepemimpinan Soeharto tumbang, begitu tinggi harapan masyarakat bahwa akan terjadi perubahan sosial yang berpihak kepada rakyat. Sekarang, selaras dengan itu, kekecewaan rakyat juga begitu dalam saat melihat harapan mereka semakin jauh dari kenyataan.
Jangan-jangan kultur kita memang belum siap untuk melakukan perubahan sekaligus yang siap kita ubah hanyalah pada tataran kebijakan atau kelembagaan, sehingga kita tergoda oleh resep-resep jangka pendek. Kita terlalu terburu-buru untuk menawarkan alternatif tanpa melihat akar persoalan secara lebih mendalam. Dengan kata lain kita terjebak dengan pola pola tambal sulam.
Muncullah pernyataan dari kita semua yang menghunjam, bahwa apa yang terjadi saat ini di Indonesia bukanlah reformasi, tetapi demokrasi liberal yang jelas-jelas tidak bisa mensejahterakan rakyat. Perlu diingat, suatu negara tak akan bisa berdemokrasi apabila rakyatnya lapar, karena yang akan terjadi adalah anarki. Apakah ini berarti Indonesia kembali membutuhkan sebuah pemerintahan yang otoriter? Bangsa Indonesia akan berhenti menjadi bangsa jika di pimpin oleh cara otoriter.
Demokrasi sangat penting bagi Negeri ini,Demokrastisasi memang telah membuka ruang publik yang begitu lebar sehingga mempertontonkan persaingan dan peseteruan di tataran lokal maupun nasional secara gamblang. Namun, itu haruslah diterima sebagai bagian dari proses pembelajaran
Langganan:
Postingan (Atom)