Senin, 25 Oktober 2010

cerita anak perawan

Suara dobarakan pintu itu membuyarkan lamunanku. Kontan saja aku berlari dan dengan sesegera membukakannya (takut dimarahi ibu kost kalo' sampai pintu itu rusak). Dan dengan sangat terheran-heran, aku lihat seorang cewek yang bermata sembab dan sayu, wajah pucat pasi, rambut tidak beraturan sedang berdiri di depanku. Perlu waktu beberapa menit untuk aku mengenali cewek itu. Dan ternyata... dia teman sekamarku (dulu).

Tanpa menunggu aba-aba dariku, dia langsung mendekapku dan menangis sekeras-kerasnya... kemudian badannya lemas, dan dia pingsan dalam pelukanku. Itu bener-bener malam yang mencekam buatku. Aku tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba seorang sahabatku terkulai lemah tak berdaya di ranjangku. Sembari menunggu dia sadar, aku bertanya-tanya dalam hatiku: Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?

Ketika aku sudah mulai loyo juga, dan sesaat aku sempet tertidur juga di kursi samping ranjang, tiba-tiba dia sadar. Saat sadar pun, dia langsung menangis kembali. Tapi sebelum tetangga satu erte datang semua, aku mengultimatum dia: Kamu boleh nangis... tapi jangan kenceng-kenceng, ini sudah malam. Dan entah apa yang terjadi, dia diam dan mulai bercerita denganku.

Dia punya temen sekolah (satu kelas) yang menurutnya sangat ganteng dan baik kepadanya (cowok). Cowok itu sering mengajaknya bercanda dan menjadi pendengar yang setia untuk setiap masalah dan keluhannya. Tapi entah mengapa, setiap kali ada orang yang tahu ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja cowok itu pergi. Dan di depan semua orang, seakan-akan cowok itu tidak pernah kenal "dekat" dengannya.

Hal itu berlangsung terus selama setahun. Dan memasuki hubungan "rahasia" mereka di tahun yang kedua, tidak ada perubahan dari hubungan mereka. Malahan si cewek semakin merasa "nyaman" untuk bersama dengannya. Beberapa kali mereka pernah jalan bareng (istilah kerennya ngedate), tetapi tentunya tanpa sepengetahuan orang lain. Di kelas, sebagai imbal baliknya... si cewex selalu memberikan contekan gratis untuk setiap tugas-tugas dan test-test yang diberikan oleh para pengajar. Bahkan, tidak jarang si cewek harus membuat dua tugas atau menulis dua kertas ulangan sebagai bukti pengorbanannya.

Sampai suatu malam.... si cewek sedang menghadapi dilema besar di keluarganya... papanya akan kawin lagi. Dan si cowok pun juga sedang menghadapi masalah yang tak kalah rumit.... dia diputus oleh pacarnya. Mereka berdua bertemu... jalan-jalan keliling kota... dan akhirnya berhenti di suatu tempat. Kemudian......

Sampai disini temanku itu tadi langsung menjerit histeris. Uh... aku hanya bisa mengambil handuk untuk mengelap keringatnya yang bercucuran sedari tadi. Setelah menyalakan fan di kamarku, aku bertanya: Kemudian apa??

Dia tidak menjawab. Setelah histeris... dia diam... tertunduk lesu.... Cry

Aku tidak mengerti apa maksudnya. Aku tidak berani mereka-reka sesuatu yang terlalu jauh. Tapi aku juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Dia hanya bilang: Aku takut... aku malu.... aku bingung.... aku.... aku... aku... Frown (sambil terisak-isak... semua air mata tumpah... dan so sad lagh....)

Sempat aku malah terbawa emosi dan membentaknya. Hey...!!!Kamu kenapa?!?! Apa yang terjadi?!?!?! Kemudian apa?!?!?!

Wah... dia malah semakin diam. Dan aku jadi ketakutan... takut kalau-kalau dia pingsan lagi... (duh, gimana ni?? AKu di kost sendirian). Kemudian aku mulai lembut dan meminta maaf kepadanya. Sesudah itu, kami berdua sama-sama terdiam. Hanya suara fan di kamarku yang lumayan berisik dan beberapa suara jangkrik yang terdengar.

Dan tiba-tiba dia memecah keheningan malam dengan berkata: Aku sudah tidak perawan lagi... Cry

Mendengar itu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian dia diam... dan kami saling berpelukan.... Dan aku tidak punya kosakata yang cukup untuk berbicara kepadanya. Hingga akhirnya aku hanya memeluknya dan membiarkannya tidur untuk sejenak melupakan kepenatan hidupnya...... Innocent

Senin, 04 Oktober 2010

iCasanova di era cybernatic............... Kamis, 14 September 2006 @ 14:09 WIB - Diar

iCasanova di era cybernatic...............
Kamis, 14 September 2006 @ 14:09 WIB - Diar


Pada tahun 1753 di Venesia,sebuah kota cantik di Italia,hiduplah seorang pria tampan yang mempunyai reputasi tinggi dalam menaklukkan wanita.Casanova, demikian namanya.Tak terhitung sudah wanita yang menjadi taklukannya.Namun dari sekian banyak wanita yang berhasil direngkuhnya ,tidak ada satupun wanita yang mampu singgah lama di hatinya.Casanova berpetualang dari satu wanita ke wanita yang lain untuk menemukan wanita impiannya.Casanova akhirnya menemukan cintanya kepada sosok seorang penulis jaman itu,Franseca.Franseca,wanita cerdas dan cantik itu begitu memikat Casanova,sayang Franseca sudah dijodohkan dengan seorang bangsawan kaya raya.

Kisah Casanova akhirnya menjadi lambang dari perjuangan seorang lelaki dalam mengejar cintanya.Tidak seperti halnya Romeo yang hanya bersinggungan dengan satu wanita,Casanova identik dengan petualangan liar dalam menggoda dari satu wanita ke wanita yang lain.Sebuah kemampuan yang tidak setiap lelaki mampu melakukannya.

Dari waktu ke waktu selalu lahir Casanova – Casanova baru dengan berbagai versinya.Pada era cybernatic ini ,dimana teknologi internet memudahkan semuanya,Casanova pun mendapat ruang untuk tumbuh.Namun tidak seperti halnya Casanova di jaman dahulu yang berpetualang mencari cinta sejatinya,Casanova di era sekarang berpetualang untuk mencari penghasilan dengan melakukan penipuan mengatasnamakan cinta.

Seorang teman wanita,sebut saja Melati,yang merupakan penggiat dalam salah satu komunitas di internet pernah menjadi korban keisengan Casanova modern ini.Berawal dari keakraban di salah satu milist ,Melati sering terlibat perbincangan akrab di Yahoo Messenger dengan seorang cowo,sebut saja A .Rupanya kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berdiskusi dari si A ini memikat teman wanita tadi.Singkatnya mereka pun menjadi akrab.Seiring dengan keakraban tersebut mulailah pertemuan keduanya sering dilakukan.Entah sudah ada benih cinta atau belum,yang jelas kencan mingguan menjadi sering dilakukan.Entah itu sekedar jalan bersama,makan ataupun nonton film.

Suatu ketika mereka berdua sepakat untuk pergi nonton film.Di tengah menunggu waktu pemutaran film,Melati merasakan ada sesuatu yang tak nyaman,Melati rupanya kebelet ingin pipis.Sialnya di toilet banyak yang antre saat itu.Maka agar lebih enak dalam melakukan antrian dan lebih leluasa dalam melakukan aktifitas di toilet,Melati menitipkan tasnya pada si A tadi,toh mereka sudah akrab.Apalagi ruang tunggu,tempat si A duduk terlihat dari tempat Melati melakukan antrian.Melati melakukan aktifitas di toilet tanpa firasat buruk sekalipun terlintas di pikirannya.10 menit berlalu dan Melati keluar toilet dengan perasaan lega luar biasa.Namun kelegaan tersebut hanya sesaat.Di ruang tunggu tak dilihatnya lagi si A.Ditunggunya si A di tempat duduk yang sama,mungkin si A sedang ke toilet juga.Namun sampai pintu bioskop di buka si A tidak muncul juga.Melati hanya terduduk lemas,si A kabur membawa pergi tasnya.

Selain pintar berkomunikasi dan cerdas,Casanova di era ini juga akan memperlihatkan kesan mahal dalam penampilannya.Citra sebagai orang kaya sengaja ditonjolkan oleh Casanova ini untuk menjerat mangsanya.Lagi-lagi seorang teman mengalami penipuan,sebut saja Mawar.Perkenalannya dengan seorang “pengusaha” dari Bali membuatnya berbunga-bunga.Maklum usianya yang menjelang 30 tahun membuatnya mulai berpikir resah soal jodoh.Ketika si Mawar diundang ke Bali dan disewakan penginapan mahal,Mawar semakin yakin bahwa jodohnya telah datang.Apalagi setelah si “pengusaha”tadi menyinggung-nyinggung soal keseriusannya dan berkeinginan melanjutkan hubungan sampai ke pernikahan.Namun keyakinan itu lama-lama menjadi goyah.Si “pengusaha” makin sering “meminjam uang dari si Mawar.Banyak alasan yang dikemukakan agar bisa meminjam uang.Ketika permintaan peminjaman uang itu mencapai hitungan ke tiga kalinya,si Mawar mulai ragu.Teman-teman Mawar meyakinkannya agar dia menyudahi hubungan yang tidak sehat itu.

Cerita diatas adalah benar-benar terjadi.Kemudahan mencari kenalan di internet dimanfaatkan oleh orang-orang berotak kriminal untuk menjerat mangsanya.Kemampuannya memainkan perasaan wanita membuat beberapa orang terpikat tanpa bisa berpikir jernih. Memang bukanlah sebuah sikap yang salah apabila seseorang jatuh cinta pada teman dari dunia cyber.Namun mencoba bertindak lebih hati-hati dan bersikap seperti intelijen mutlak diperlukan.Tentu saja dengan catatan tidak menjadi serta merta paranoid,yang membuat seseorang selalu takut akan bayangan sendiri yang belum tentu akan terjadi.Mencoba mencari tahu dimana sekolahnya dulu, dan berusaha untuk cari tahu siapa teman-temannya atau setidaknya mencoba masuk ke lingkungan pergaulan dia adalah bentuk lain dari sikap kehati-hatian akan teman baru kita dari dunia cyber